
"annya...."ucap azra yang terperanjat dari duduknya dan langsung berdiri.
"kak azra...."suara serak annya yang langsung berhambur berlari mendekat ke arah azra,
seketika rangkulannya meraih leher laki laki tampan yang begitu tinggi di hadapannya dan memeluknya,memeluknya erat.tanpa suara dan hanya kelegaan yang annya rasakan.
azra pun sama ia membalas pelukan annya dengan hangatnya.
"aku merindukanmu kak...aku tidak butuh semua itu,aku hanya butuh kamu..."ucap annya dengan bisikan bisikannya di telinga azra.
tanpa aba aba keduanya saling menatap dan membimbing untuk saling mencium satu sama lain.
azra memangku annya di kursi putarnya,memalingkan kursinya memunggungi meja kerja dan pintu ruangan yang terbuka.
"kakak...aku..."ucap sintia tiba tiba yang masuk ke dalam ruangan,namun selamat karena keduanya tertutupi oleh sandaran kursi yang sangat tinggi.
ssssst....azra mengecup ringan,agar annya tidak bersuara.
__ADS_1
"ada apa dek?"tanya azra,namun ternyata sintia sudah tidak ada,sintia tahu kakaknya pasti butuh waktu lama untuk melepas kerinduan.
"hmmmmz....dasar keduanya otak udang...tahu saling suka tapi nggak mau ngaku."gerutu sintia sepanjang jalan.
mulanya sintia akan berpamitan pada kakaknya bahwa ia akan pergi ke perpustakaan,namun saat ia dapati dua sejoli yang sedang melepas rindu itu segera saja sintia berlalu pergi.
"kau tahu aku tinggal disini darimana?"
tanya azra yang masih memangku annya yang berhadapan di depannya.sambil jemarinya mengusap lembut lipstik yang sedikit memudar dan belepotan di bibir annya.
"emmmmz....apa kau akan percaya saat aku bilang ini takdir?"ucap annya dengan senyum bahagia yang terpancar dari wajahnya.
"memangnya...aku sudah setuju jadi sayangmu?"tanya annya sedikit menggoda.
dan tanpa aba aba lagi azra menarik tengkuk annya dan memberi ciuman yang sangat lama dan sedikit terasa sakit,hingga membuatnya mencengkeram rambut kepala azra.
"sekarang...kau sudah jadi sayangku..."ucap azra dengan lembutnya,mata sayu dan wajah sendu.
__ADS_1
"tanpa persetujuanku emang bisa?"tanya annya menggoda lagi,annya tahu azra memberi cap di sana,yang membekas dan membuat siapapun yang melihatnya mengerti bahwa ia sudah ada yang punya.
"oh....mau aku tambah lagi rupannya..."goda azra balik,namun annya memilih meraih leher azra dan memeluknya erat di sana.
"kak...aku sangat bahagia...jangan tinggalkan aku sendiri lagi ya kak..."ucap annya dengan air mata yang menggenang.dan azra pun mengerti,ia lalu membalas pelukan itu dengan pelukan yang lebih hangat,terkesan melundungi dan menenangkan.
azra mengelus punggung annya dan memastikan ia akan menjaganya.
"aku nggak akan ninggalin kamu sayang...aku mencintaimu."ucap azra yang membuat annya makin tersedu dan memeluk lebih erat lagi.
"sayang....aku juga mencintaimu."ucap annya yang tulus ia lontarkan.
azra yang mendengar ucapan annya pun sangat bahagia,
ia merasa cintanya terbalas sempurna,membuatnya makin ingin memilikinya seutuhnya.
"kau mau terus seperti ini sayang?kau tidak mau pisah dari tubuhku?dan terus menempel?"goda azra yang membuat annya tersadar dengan posisinya,dan annya merasakan sesuatu yang harusnya belum ia rasakan.
__ADS_1
sontak ia terperanjat dan beringsut turun dari pangkuan azra.
"selama kau suka...aku akan melakukannya dengan senang hati."lagi lagi ucapan menggoda azra yang membuat merah pipi annya.