Getir

Getir
Bab. 102


__ADS_3

"Bagaimana Tuan? Apa yang menyebabkan Anda memilih istri kakak Anda sebagai perempuan yang di cintai? Ini murni karena Anda mencintai dia? Atau karena kakak ipar Anda menggoda Anda?" tanya beberapa reporter pada Gara. Sodoran perekam di tangan mereka maju. Ini membuat Gara melihat sekejap lalu berpaling.


Masih saja para reporter itu mengajukan pertanyaan pada Gara. Mereka gigih ingin mendapatkan jawaban langsung dari Gara daripada memilih bertanya pada Hanen. Tanpa peduli siapa yang mengadakan konferensi pers sebenarnya mereka terus saja mendesak Gara untuk menjawab pertanyaan mereka. Hanen tidak mendapatkan atensi dari mereka lagi.


Bola mata Gara menatap ke arah Hanen. Pria itu memberinya kode untuk mundur. Gara berdecih pelan. Seperti mengakui kesalahan yang sudah ia perbuat tadi.


"Semua kejadian ini terjadi memang pasti karena sesuatu," ujar Hanen tetap berupaya mengalihkan perhatian mereka dari adiknya. Awalnya reporter itu hanya menoleh pada Hanen yang tetap melanjutkan bicara. "Istriku melakukan itu bukan tanpa alasan," lanjut Hanen. Gara berjalan mundur untuk sedikit menjauh dari Han.


"Jika kalian pahami, seorang perempuan tidak akan sanggup melakukan pengkhianatan itu tanpa ada sebab." Hanen menambahi kalimatnya dengan perlahan. Ini ternyata lumayan berhasil mengalihkan beberapa reporter yang mendekati Gara.

__ADS_1


Aku serahkan lagi semuanya padamu Han. Aku harus mampu menahan diri untuk mengetahui apa yang ingin kamu katakan pada para reporter ini. Semoga itu membuat keadaan lebih tenang dan tidak ada sanksi sosial apapun untuk Zia. Ku yakin kamu akan melakukan yang terbaik. Aku mencoba percaya lagi kepadamu.


"Istriku melakukan ini karena semuanya berasal dari kesalahan ku,” ujar Hanen mempertegas lagi kalimatnya tadi.


"Kesalahan? Kesalahan apa yang Anda maksud?" tanya mereka penasaran. Kalimat ini mampu menggiring mereka kembali mengalihkan perhatian padanya.


"Aku menikah dengan istriku bukan karena mencintainya, melainkan karena janji keluarga yang akan memberiku sebuah perusahaan jika memenuhi syarat dengan menikah dengannya," ungkap Hanen di luar dugaan. Semua berseru terkejut mendengar ini.


Kamu akan menguak aibmu sendiri Han? tanya Gara ikut terkejut. Bola matanya membuntang, menatap Han dengan tidak percaya.

__ADS_1


Ini sepertinya sangat ampuh. Karena reporter gosip seperti mereka langsung menyodorkan perekam pada Han demi mendengar kelanjutan cerita.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya mereka tidak sabar ingin mendengarkan  kisah Hanen selanjutnya.


"Aku yang punya kekasih tidak sudi harus menikah dengan istriku yang tidak pernah aku cintai. Jadi dengan tanpa pikir panjang, aku menikahinya hanya untuk mendapatkan warisan dari keluarga. Tanpa peduli dengan perasaan istriku, aku tetap melanjutkan hubungan dengan kekasihku di depan matanya. Bahkan malam pertama aku lewatkan dengan kekasihku, bukan dengan istriku."


Hanen benar-benar akan menghancurkan dirinya sendiri. Itu aib yang akan merusak citra baik dia di depan semua orang. Hanen akan menghancurkan karakter yang terbentuk darinya selama ini. Dia sungguh-sungguh melakukannya tanpa ragu sedikitpun!


Han ... desis Gara ternganga mendengar pengakuan pria ini. Dia menatap saudaranya itu dengan tatapan tertegun. Demi menutup perhatian publik pada Zia, pria itu memilih menawarkan gosip baru untuk mereka. Bukan tenang orang lain, itu tentang dirinya sendiri!

__ADS_1


Tak ayal lagi mereka langsung antusias mengajukan berbagai macam pertanyaan pada Han mengenai seputar gosip tentang dirinya.


..._____...


__ADS_2