Getir

Getir
satpam baik


__ADS_3

riski menyeret dengan paksa lengan annya menuju ke pintu utama,lalu ia mendorong tubuh annya hingga terjatuh di lantai,ia tersungkur.


annya menangis sejadi jadi nya,bukan karena sakit...tapi karena hatinya terluka...mungkin saat ini sudah hancur berkeping keping.


cukup lama annya meraung menangis meratapi nasibnya yang begitu terpuruk itu.terlebih lagi...ia tidak punya siapa siapa lagi...bahkan sanak saudara...sungguh menyedihkan sekali...benar benar menyedihkan...


annya bangkit dari lantai...lututnya berdarah cukup banyak,namun itu tudak seberapa sakit nya...mungkin tiga empat hari sudah sembuh,namun...sampai saat ini...dia menangis karena hatinya masih terasa getir yang menyayat nyayat nya,hingga air mata yang tidak ingin ia tumpahkan...mengalir dengan sendirinya.


"tuhan....kau disini?bersamaku kan?engkau lihat perlakuan mereka padaku...aku harus apa sekarang?aku harus apa?"


ucap dalam hati annya dengan langkah tertatih tatih dan tubuh yang menyender tembok,ia berjalan keluar sampai pos satpam,di luar hujan lebat...sangat lebat,annya hanya duduk berteduh di pojok teras luar kantor satpam apartemen.


gaun kotor...rambut berantakan...dan kaki yang tanpa alas,

__ADS_1


sungguh iba orang yang menatapnya.tidak terkecuali satpam yang setengah tua...berkisar umur lima puluhan tahun.


"nona annya.....kenapa anda disini?kenapa pakaiannya seperti ini non?"tanya pak satpam yang baru keluar dari dalam post satpam.ia keluar karena mengira orang itu adalah orang yang tersesat...dan pak satpam berniat menanyai nya,tapi tanpa di sangka...ia adalah non annya...salah satu penghuni apartemen elit yang ia jaga.


namun pak satpam tidak mengerti...kenapa non annya itu bisa sampai seperti ini.


"pak satpam...bisa annya minta minum pak?annya haus..."


"oh tentu non...bapak ambilkan non...tunggu sebentar ya...non agak kasini...di situ non akan terkena banyak cipratan air hujan,"jawab pak satpam lalu beranjak pergi mengambilkan air dalam kemasan gelas dan camilan nya pisang goreng dan singkong keju,


annya dengan senang menerimanya,lalu memakannya sampai habis,dua pisang goreng dan dua potong singkong keju,dan ia meminum segelas air kemasan,annya merasa haus dan lapar,karena terakhir kali ia hanya memakan nasi saat siang hari,itu pun di acara pernikahannya.


satu jam sudah berlalu kini hujan sudah mulai reda,annya menatap ke segala arah...ia menoleh ke arah jam dinding yang ada di dalam kantor satpam,terlihat pukul dua dini hari,annya memutuskan untuk pergi dari tempatnya berteduh,ia tidak ingin membuat masalah pada pak satpam baik yang sudah menolongnya.

__ADS_1


"non...ini sudah hampir subuh...non kenapa tidak masuk ke dalam apartemen non saja?"tanya pak satpam yang masih tidak menyadari kenapa annya bisa seperti ini.


"pak...saya sudah tidak tinggal di sini lagi pak...saya di tipu suami saya...semua aset saya sudah di ambil alih pak...dan saya langsung di ceraikannya,jika ada orang yang mencari saya...kasih tahu...annya sudah mati."ucap annya dengan bibir bergetar,namun pak satpan itu hanya terkejut tidak percaya atas apa yang di ucapkan annya barusan.


"non....hati hati...maaf tidak bisa membantu..."


teriak pak satpam yang tanpa sadar melihat annya sudah pergi beberapa meter dari tempatnya.


"semoga beruntung non...dulu almarhum orang tua non annya sangat baik pada pak satpam...tapi sekarang pak satpam tidak bisa berbuat apa apa untuk keluarga non annya,"ucap pak satpam dalam hati.


karena pak satpam waktu itu seorang pengangguran,ia hampir bercerai dengan isterinya karena masalah ekonomi,


lalu atas bantuan ayah non annya...pak satpam yang bukan lulusan apa apa bisa di pekerjakan di post satpam ini.hingga sekarang sudah sepuluh tahun lamanya.

__ADS_1


__ADS_2