
annya tertatih tatih menyusuri jalanan yang sepi dan sunyi malam itu,tepat pukul setengah tiga dini hari,suara langkah kakinya terdengar begitu nyaring seakan memecah kesunyian malam.kaki yang terbiasa memakai alas kaki,tidur yang terbiasa di ranjang yang paling nyaman...serta pakaian yang ber merk,kini ia kehilangan semua yang pernah di milikinya.yang melekat hanya baju yang melekat di tubuhnya dengan penuh kotoran dan berantakan tidak ubah nya seorang gelandangan dan memang saat ini ia menyandang status gelandangan.
dan cincin pernikahan yang melekat di jari manis nya dan cincin di jari manis kirinya pemberian riski saat riski melamarnya.
"sekarang aku harus cari tempat istirahat...beaok akan aku jual cincin pemberian si **** itu,"ucap annya dalam tangisan dan kesedihannya.
lalu ia pun terus melangkahkan kaki nya yang mungkin sekarang sudah penuh bekas goresan dan berdarah darah,
karena sepanjang jalan yang di laluinya dengan kaki yang telanjang tanpa alas itu tidak serata dan semulus kelihatannya.banyak batu dan bahkan pecahan pecahan kaca sisa sisa yang terpaksa terinjak oleh kakinya.
"aku benci kau riski...aku tidak akan pernah memaaf kan mu meski kau akan memohon mohon padaku."gerutu annya dengan sumpah serapah nya yang di tujukan pada riski mantan suaminya itu.
langkah kaki annya berhenti tepat di sebuah pis ronda entah di mana,ia melihat disana sepi tanpa orang,annya sudah terlalu lelah berjalan dari pos satpam apartemen hingga saat ini.lalu ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat payah dan kelelahan.
__ADS_1
"aku nggak akan pernah percaya yang namanya kesetiaan....aku nggak akan pernah percaya lagi akan cinta sejati.laki laki semua brengsek...semua nggak ada yang bisa di percaya,"umpatan dalam hati annya saat ia mulai merebahkan tubuhnya dengan air mata berlinang nya.kemudian sayup sayup ia memejamkan matanya dan akhirnya ia tertidur juga.
sudah satu bulan annya hidup menggelandang nggak ada tempat tinggal,hidup terlunta lunta dan hanya mengandalkan lukisannya untuk hidup.ia sempat mendalami di bidang itu meski saat ini hanya dengan alat seadanya itu pun ia beli dari menjual cincin cincin nya.
ia menjajakan lukisan lukisan itu di trotoar trotoar pinggir jalan,atau saat ada anak anak sekolah dan remaja yang memintanya melukis sketsa wajahnya atau yang menginginkan lukisan apa pun...pasti sebisanya ia usahakan bisa.dan ia tidak mematok harga untuk jerih payah nya itu...hanya se adanya dan se ikhlasnya saja,itu yang membuat pelanggannya kembali lagi.
dan sesekali annya masih mengunjungu mini market bekas miliknya itu,namun ia hanya mengintip dari luar saja...karena si riski **** itu sudah menyuruh satpan mengusir annya saat annya terlihat di dekat mini market.
ia langsung mengambil satu lukisan dan di bawa ke dekat mobil mewah yang baru ia turuni tadi.terlihat ia memperlihatkan lukisan itu pada orang yang ada di jok belakang kemudi.
lalu terlihat orang itu menyetujuinya.
"maaf nona...apa anda menjual lukisan ini?"tanya orang itu yang begitu baik pada annya.
__ADS_1
"iya pak...saya jual...kalau untuk lukisan yang saya lukis...saya mematok harga pak...tapi kalau bapaknya mau saya lukis...bapak beri seadanya nggak apa apa pak...gimana?"tanya annya balik.
"baik nona...saya beli lukisan ini berapapun harganya saya akan beli,"ucap laki laki itu pada annya.
"baik lah pak...lukisan itu saya hargai tiga ratus ribu saja pak..."ucap annya pada laki laki itu dan terlihat laki laki itu keheranan.
"ini nona...silahkan ambil sekalian kembaliannya nona...agar nona bisa lebih banyak berkarya lagi,"
ucap laki laki itu sambil memberi uang satu juta kepada annya.
"maaf pak...ini kebabyakan pak...saya tidak bisa menerima ini..."ucap annya namun laki laki itu sudah pergi dan masuk ke dalam mobil nya.dan mobil pun melaju dengan cepat nya.
"oh tuhan...kenapa di dunia ini masih ada orang se baik dia...semoga engkau balas kebaikannya,"
__ADS_1