
"sayang...kau baik baik saja jika orang lain tahu kita bersama?"tanya annya dengan sedikit khawatir,ia takut azra akan menjadi buah bibih mereka.
"kau tenang saja sayang...selama ini aku belum pernah di gosipkan sekalipun,jika karenamu aku menjadi bahan pembicaraan orang lain...aku rela."ucap azra dengan senyum lembut menatapnya.
"baiklah...sekarang lepas pelukan ini sayang..."ucap annya yang menyadarkan azra atas kelakuannya di depan umum.
"mari..."ucap azra sambil tangannya menggandeng jemari annya berjalan menuju tangga naik restoran,yang berada di balkon atas.namun saat azra melewati sekelompok orang yang bergerombol menyambutnya,ternyata itu adalah para staf yang bekerja di galeri azra.
ia hanya menyunggingkan senyum dan melewati nya begitu saja.
"sayang...kau yakin kau tidak ikut nimbrung mereka?sepertinya mereka penggemarmu?apa kau tidak takut mereka kecewa?"tanya annya yang masih tidak tahu siapa sekelompok orang itu yang terdiri dari delapan orang yang sedang nongkrong di restoran tersebut.
"setiap hari aku ketemu mereka sayang...kenapa aku harus menyapanya?"ucap azra dengan kalemnya yang membuat annya makin penasaran saja.
"kok bisa ketemu setiap hari sih sayang?bukannya...mereka fans kamu ya?"tanya annya dengan polosnya,membuat azra gemas padanya.
__ADS_1
"plaaaaak..."suara telapak tangan azra menempel pada pegangan tangga naik,kedua tangannya sudah mengurung annya disana.suaranya hingga membuat semua staf nya menatap ke arah azra dan annya.
tanpa malu dan sungkan azra mencium annya,membuat mata annya terpejam menikmatinya.
"cukup sayang...ini di tempat umum...kau bisa bisa nya melakukan itu padaku."ucap annya dengan wajah memerahnya sesaat setelah ia menyudahi ciumannya.
"aku hanya ingin menunjukkannya pada mereka sayang...apa itu tidak membuatmu senang?"tanya azra yang melepas kurungan kedua tangannya.
"tunggu sayang...tadi kamu bilang...setiap hari bertemu dengan mereka bukan?kok bisa?"tanya annya yang masih penasaran di buat nya.
ucap azra sambil menggandeng menaiki anak tangga menuju balkon atas.
"duuuuaaaarrrr...."tiba tiba suara petir menggelegar...menyambar di dalam kepala annya,
"dia...memperlihatkan ku pada staf dan kariawan nya...dan menciumku di depan semuanya...azra...mau kamu apa sih..."ucap annya yang saat itu pula ingin menenggelamkan dirinya saja.namun tanpa berdosa seperti terbiasa azra melakukannya dengan sangat santai nya.
__ADS_1
"sayang...."ucap annya yang sontak membuat azra menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhnya ke arah annya,menatap nya lekat lekat.
"apa sayang?jangan menggodaku...kau tahu sendiri.. setiap menatapmu...aku ingin sekali menciummu."ucap azra yang membuat annya merinding.
"ah...nggak jadi deh kalau begitu."ucap annya seketika lalu berjalan pergi mendahului di depan azra.
azra hanya tersenyum bahagia menatap punggung gadis yang di cintainya kini berada di sampingnya,seperti tidak percaya.
"sayang...tunggu aku..."ucap azra sedikit teriak,karena annya sudah sedikit jauh melangkah.lalu azra pun sedikit berlari naik tangga,dan menghampiri kekasihnya itu.
"sayang...malam ini...aku akan bermalam di tempatmu ya..."
bisik azra di telinga kekasihnya,saat sudah dekat di samping annya.annya hanya mendelik tidak percaya atas apa yang di ucapkan azra barusan.
"apa kah di sini kehidupan para pasangannya terlalu bebas?hingga membuat azra dengan mudahnya berkata demikian?"ucap annya dalam hati,dengan pertanyaan pertanyaan yang memenuhi otak nya.
__ADS_1
"ada apa kok berhenti sayang?ayo..."ajak azra begitu saja dengan wajah yang biasa biasa saja tanpa malu malu lagi.