
Kayla muncul dan mendekat.
"Gara. Aku tidak menyangka kamu muncul di sini," tegur Kayla yang terkejut aku muncul. Aku tidak mempedulikan keterkejutannya.
"Dia. Kenapa kau ada di tempat ini dengannya?" tunjuk telunjukku dengan marah pada Han yang berada di depanku. Kayla tersenyum remeh.
"Aku tidak perlu melapor apapun padamu Ga. Ini urusanku," jawab Hanen.
"Urusanmu? Ya. Wanita ini memang adalah urusanmu, tapi beda jika itu soal Zia." Bibirku tersenyum. Mencibir kalimat Han.
"Kalian bertengkar? Masih karena perempuan itu?" tanya Kayla seraya mendengus mencela. Ku tatap perempuan ini dengan tajam. Penyebab Zia sakit hati adalah dia.
"Tutup mulutmu," desisku marah. Namun rupanya marahku tidak bisa meredam bibirnya yang terus saja bicara.
"Gantilah topik pertengkaran kalian. Kenapa masih saja membahas perempuan itu ... " Raut wajah Kayla terlihat malas. "Oh, aku tidak pantas bicara soal itu ya ... Terus saja mencintai Zia, Gara ... Dengan begitu, Han akan peduli padaku saat hatinya terluka oleh perempuan itu. Antar aku pulang," pinta Kayla sembari melingkarkan tangannya pada lengan Han.
__ADS_1
Aku menggeram melihat itu. Sungguh tidak adil. Sekarang aku sedang berjuang untuk tidak mendekati Zia karena dia memilih Hanen untuk melanjutkan pernikahannya, tapi Han dengan tenang tetap bersama Kayla kekasihnya dulu. Ini sangat memuakkan.
Hampir saja aku mencengkeram tangan Kayla karena marah, tapi Han sudah melakukannya sendiri. Ia melepaskan tangan Kayla dari lengannya dengan kasar. Tidak pernah terpikir olehku bahwa saat ini Han memperlakukan Kayla kasar seperti waktu itu. Dimana pertama kalinya Han melihat aku dan Zia berdua. Lebih Dari sekedar adik dan kakak ipar.
"Sebaiknya kamu jaga jarak, Kay ..." desis Han yang membuatku tertarik. Dia bukan sedang bermesraan dengan perempuan ini, tapi dia marah. Lalu? Kenapa mereka ada di sini sekarang?
"Huh, kamu masih saja seperti itu Han. Sangat tidak menyenangkan. Lebih baik perbaiki sikap kamu karena aku tidak suka itu," nasehat Kayla yang sepertinya sedang mengancam. Ada apa ini? Han melirikku yang terpaku pada dirinya dan Kayla yang tengah menggerutu.
"Dia memang seharusnya tidak menyenangkan Kayla. Karena Han cukup bisa menyenangkan wanita yaitu Zia," ujarku membela Han. Manik mata Kayla menatap tidak suka padaku.
"Sebaiknya kamu pergi dan tinggalkan aku dan dia. Kau yakin kita punya urusan sendiri-sendiri. Jadi aku harap kamu tidak akan ikut campur dengan urusanku, Gara," kata Han. Bibirku menggeram mendengar Han bicara. Ingin rasanya tinjuku melayang di wajahnya. Namun aku tahu posisi. Brahman muncul. Langsung saja ku hentikan percakapanku dengan mereka dan mengajak Brahman pergi dari tempat mereka berdiri.
**
"Jadi ... Kamu tidak bicara padanya kalau kamu sedang melindunginya dan Zia?" tanya Kayla bukan bentuk dari rasa peduli, tapi hanya ingin mencibir. Han tidak menjawab. Ia biarkan Kayla berceloteh di dekatnya. Pria ini lebih memilih masuk ke dalam mobil. Kayla mengikuti masuk ke dalam mobil juga. Duduk di samping Han tanpa merasa ini tidak benar. "Tidak aku sangka aku akhirnya tidak bisa duduk di kursi mobil ini selamanya. Kamu sangat brengsek Han. Dulu menginginkanku karena tidak setuju di jodohkan dengan Zia, tapi sekarang kamu justru memilihnya."
__ADS_1
"Duduklah yang tenang tanpa bicara yang tidak-tidak. Aku akan mengantarkanmu pulang," kata Han.
"Mana bisa mulutku diam saat kamu bertindak tidak tepat. Kamu sudah membuangku tanpa alasan yang jelas Hanen." Kayla mengungkit lagi kisah itu.
"Kisah itu sudah usai."
"Ya. Dengan mudah kamu mengatakannya. Sementara aku? Aku yang sudah memberikan seluruh tubuhku dan hidupku padamu," kata Kayla menunjukkan sakit hatinya.
"Berhenti mengungkit itu." Hanen tidak peduli dengan sakit hati Kayla. Dia sudah tidak punya rasa untuk perempuan yang pernah sangat di cintainya ini.
"Cih. Kamu memang brengsek Han." Kayla menghempaskan punggungnya pada badan kursi. Lalu melipat tangan membiarkan Han mengemudi.
Hanen tidak tahu bahwa sejak tadi Kayla sudah mengambil banyak foto yang ia kumpulkan dan ia kirim pada Zia. Wanita ini punya banyak rencana merusak hubungan Hanen dan Zia. Bukan ingin memiliki Hanen lagi, tapi sekedar membuat mereka sakit dan hancur. Seperti dirinya yang di campakkan oleh Hanen.
......................
__ADS_1