Getir

Getir
Bab. 100


__ADS_3

Karena kemunculan Hanen, Gara tidak perlu harus menemui para reporter itu. Dia selamat. Para reporter yang mengerubuti Hanen, mulai melontarkan banyak pertanyaan. Mereka ingin segera mendapat jawaban atas gosip yang beredar itu.


Karena Hanen sudah muncul, Gara mencoba berdiri lebih dekat pada tempat mereka mengadakan konferensi pers. Dia ingin tahu juga apa yang akan di katakan Han pada reporter. Namun Gara tidak serta merta bersikap tidak waspada, dia masih perlu harus menjaga diri untuk tidak jadi sasaran reporter. Dia masih menyembunyikan dirinya.


Bibir Hanen masih bungkam. Ia belum mengatakan apa-apa. Ia melihat ke semua orang yang berkerumun menantinya bicara. Saat itu terbayang wajah Zia.


Mungkin ini bisa membungkam publik menyoroti, kamu Zi. Aku ingin perhatian mereka bukan padamu melainkan aku. Aku harap begitu.


Setelah menghela napas berat, Hanen mulai mengeluarkan suara.


"Aku tidak akan menjawab satu persatu pertanyaan kalian. Perayaan kalian aku tolak. Aku hanya akan membuat pernyataan tentang satu hal mengenai kabar tentang istriku yang sudah beredar sekarang," ujar Hanen membuat para pemburu berita itu heboh. Suara dengungan mereka makin kencang.

__ADS_1


Gara di tempatnya juga ikut berdegup kencang. Perkara ini juga mengambil perhatian penuh darinya. Ia takut makin membuat Zia makin terpuruk.


"Mengenai gosip yang beredar tentang istriku adalah ... benar. Istriku memang berselingkuh," ujar Hanen membeberkan aib istrinya.


Deg, deg, deg. Gara tertegun di tempatnya. Sesaat tubuhnya membeku.


"Wah ... jadi begitu. Semua itu bukan hanya gosip belaka? Gosip itu benar?" Para wartawan mulai mengeluarkan suaranya juga.


"Jadi istrinya benar-benar selingkuh di belakangnya?"


Berbagai opini muncul dari bibir reporter dan wartawan. Mereka kegirangan. Karena yang menjadi bahan berita bukanlah orang biasa. Mereka adalah pria dua bersaudara dari keluarga orang penting, Laksana.

__ADS_1


Gara yang mendengar Hanen bicara pada publik, terkejut. Dia tidak menyangka Hanen justru mengakui itu. Jika ia sempat menginginkan publik tahu soal hubungan gelapnya dengan Zia, kini setelah mendengar sendiri Hanen mengungkap semua itu, Gara merasa tidak setuju. Dia tidak suka. Kini kesan perempuan nakal dan genit melekat pada perempuan itu. Gara tidak terima.


Apa yang kau lakukan, Han?


"Dia punya hubungan khusus dengan adikku, Gara Laksana," lanjut Han membuat darah Gara mendidih. Tangannya mengepal keras. Dia marah.


"Pak Gara." Sekretaris Gara mencegah pria ini untuk maju. Namun Gara tidak peduli.


"Jangan menahanku. Ini perintah," desis Gara. Sekretaris langsung diam. Memberi kode pada anak buahnya untuk tidak mencegah Gara.


Tidak perlu menunggu lama, kaki Gara berjalan lebih dekat ke arah Hanen. Dia masuk menyeruak ke dalam kerumunan orang-orang yang mengelilingi pria itu. Awalnya mereka mengira itu adalah salah satu reporter atau wartawan yang ingin memburu berita seperti mereka juga, tapi ketika tahu itu salah Gara_orang yang ada di dalam berita skandal itu, mereka sangat terkejut.

__ADS_1


"Tutup mulutmu Hanen!" teriak Gara marah pada saudaranya itu. Hanen melihat Gara dengan mata melebar. Meskipun dia sudah tahu kalau Gara tidak akan setuju dengan apa yang di katakannya pada konferensi pers ini, tapi dia tidak menduga kalau pria ini akan menerobos para wartawan dan langsung berteriak di depannya.


..._____...


__ADS_2