
Selesai akad, malam itu Andra langsung mengajak Keysha ke rumah pribadinya yang sudah lama ia beli. Sebenarnya rumah itu adalah rumah impiannya saat dulu masih berpacaran dengan Nadien. Akan tetapi, saat Nadien meninggal, Andra mengabaikan rumah itu, hingga rumah itu seperti rumah terbengkalai tak berpenghuni.
Masa itu adalah tahun tersulit untuk Andra. Kehilangan Nadien membuat Andra menutup diri dari wanita manapun. Ia pun sangat enggan datang ke rumah rencana masa depannya yang ia impikan bersama Nadien. Kepergian Nadien yang begitu tiba-tiba sangat mengguncang jiwa Andra. Namun saat Andra sudah mulai menyukai Keysha, Andra merenovasi lagi dan memoles temboknya dengan warna cat yang berbeda. Andra pun mengeluarkan furniture yang lama dan menggantinya dengan yang baru. Andra berharap furniture dan cat baru adalah warna masa depan yang lebih cerah yang akan ia jalani bersama Keysha di masa depan.
"Kamu dan Keysha tinggal saja di rumah ini, Ndra! Kami merasa kesepian selalu berdua terus," pinta Reynard dengan sedih saat Andra mengutarakan keinginannya untuk membawa Keysha ke rumah barunya malam itu juga.
"Iya, kalian bisa tinggal di sini. Rumah ini pun akan jadi milik kalian jika kami sudah tak ada" Kania ikut bersuara. Ia harus merasakan kesedihan lagi kala putrinya diboyong kembali dari rumahnya.
"Apa kalian tidak terburu-buru pindah?" Tanya Dewi, ibu dari Andra. Tak menyangka putranya akan secepat itu memboyong Keysha untuk pindah.
"Mungkin mereka tak ingin diganggu," Indra bercelutuk, membuat Andra memelototkan matanya.
"Kamu sudah yakin, Ndra?" Sagara ikut menyerbu Andra, membuat Andra merasa dikeroyok.
Andra meminta izin saat acara baru usai. Keluarga Andra dan Kesyha pun merasa keberatan. Namun Andra bersikeras, hingga membuat keluarga Andra dan Keysha mengiyakan saja keinginan dokter tampan itu. Bagaimana pun mereka mengerti kini Keysha adalah sepenuhnya tanggung jawab Andra dan Keysha wajib ikut serta ke mana pun Andra pergi.
"Maaf, Pa, Ma! Kami hanya ingin lebih mandiri. Nanti kami akan segera memberikan cucu pada kalian. Cucu yang banyak, sampai rumah ini tak sepi lagi," canda Andra, yang membuat Keysha seketika mencubit pinggangnya.
Semua keluarga besar mengulum senyum mendengar jawaban Andra yang santai. Sagara dan Dewi pun berusaha mengerti karena sudah hak Andra untuk membawa Keysha kemana pun ia melangkah. Bahkan sekali pun Keysha dibawa ke luar negeri, mereka sudah tak berhak melarang.
__ADS_1
Akhirnya keluarga Keysha dan Andra menyetujui, malam itu juga mereka mengantarkan pengantin yang baru sah itu ke rumah baru mereka. Rumah yang dimiliki Andra tak jauh dari kediaman rumah Reynard. Hanya memerlukan waktu dua puluh menit saja, mereka sudah sampai di perumahan yang terkenal dengan perumahan bernuansa Eropa itu. Disebut nuansa Eropa, karena bangunan di perumahan ini semuanya bergaya Eropa klasik. Sejenak keluarga Keysha sangat mengagumi interior rumah Andra. Mereka tak menyangka Andra sangat mempunyai selera yang klasik dan western. Apalagi rumah itu sudah lengkap dengan furniture yang mewah dan serbaguna.
"Cantik sekali rumahnya ya, Pa!" Puji Kania pada Reynard.
"Iya, menantu kita memang hebat!" Reynard merasa bangga pada Andra.
Dua keluarga besar itu menyimpan hantaran yang mereka bawa di rumah Andra dan Keysha yang baru. Mereka pun ikut membawakan koper Keysha dan Andra. Walaupun baju-baju Keysha masih banyak yang tertinggal di rumah Reynard, Keysha berniat mengambilnya esok hari, karena malam ini sudah mulai larut. Keysha pun sudah lelah dengan pesta akadnya yang lumayan menguras tenaga.
"Kalau begitu kami pamit ya? Semoga malam kalian menyenangkan!" Pamit Sagara dan Reynard dengan senyum menggoda.
"Ish papa!!" Keysha merajuk, menahan malu yang tiba-tiba saja muncul karena perkataan kedua orang tuanya.
"Ish. Urusan anak itu kehendak yang maha kuasa, Kak. Gak bisa dikejar target! Emang bikin kue!" Cebik Andra memukul pelan bahu Indra.
"Bercanda tau!" Indra terkekeh
Kemudian Indra pamit bersama keluarga kecilnya. Mereka pulang terlebih dahulu karena anak Indra yang berumur satu tahun sudah rewel sedari tadi, karena bayi itu merasa mengantuk. Beberapa menit kemudian akhirnya dua keluarga besar itu pun menyusul kepergian Indra, mereka berpamitan pada Keysha dan Andra untuk pulang. Mereka cukup lelah dengan acara malam ini.
Keysha dan Andra mengantarkan mereka sampai ke depan. Mereka melambaikan tangan saat mobil keluarga mereka melaju. Sepasang pengantin baru itu pun kembali ke dalam rumah yang megah dan bernuansa klasik itu. Mereka diliputi kecanggungan dan kegugupan. Andra berjalan ke arah Keysha, ia memegang kedua bahu wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
__ADS_1
"Terima kasih ya, Key? Terima kasih sudah menerima saya sebagai suami kamu!" Suara Andra terdengar mendayu-dayu, ia kemudian menyentuh dagu Keysha dan mengangkat dagu wanita cantik itu hingga tatapan mereka bertemu.
Andra mencium kening Keysha hingga membuat hati Keysha bergetar, Keysha menutup matanya. Lalu kecupan itu berpindah ke bibir Keysha, Andra mencium bibir tipis itu dengan lembut membuat tubuh Keysha merasa berdesir hingga akhirnya Keysha mendorong pelan dada Andra.
"Ish dokter gak sabaran!" Keysha mencebik.
"Kok manggil dokter sih? Mulai dari sekarang, panggil aku sayang!" Titah Andra dengan manja, Karakternya sebagai dokter kalem seratus delapan puluh derajat berubah di hadapan Keysha. Kini Andra berubah seperti pria yang menja.
"Saya belum terbiasa," Keysha berkilah, ia lalu menyembunyikan pipinya yang merona dan berjalan mendahului Andra.
"Jangan terus berbicara formal! Aku ini suami kamu sekarang!" Andra mengingatkan seraya mengejar langkah Keysha yang kecil-kecil.
"Kamu mau kemana, Key? Itu kamar tamu. Kamar kita di dekat kolam renang!" Andra tergelak saat Kesyha memasuki kamar yang salah.
Keysha melipat wajahnya, berpura-pura merajuk. Hingga membuat Andra gemas. Ia lalu menjawil hidung mancung Keysha dan menuntun tangannya.
"Ayo ikut aku!" Ajaknya, ia lalu membimbing Keysha menuju kamar yang mempunyai kaca yang besar-besar.
Kamar yang dipilihkan Andra sangat luas, kamar itu mempunyai jendela kaca yang sangat besar-besar. Kamar itu pun menghadap langsung ke kolam renang. Membuat Keysha terpana dengan keindahan kamarnya. Lantai rumahnya pun sangat anti mainstream. Lantai yang dipilih Andra terbuat dari lantai 4D dengan lukisan kolam dan ikan koi. Keysha seperti sedang di alam terbuka. Keysha mengagumi kamar itu, hingga ia melupakan kehadiran Andra. Andra berdecak pelan, ia lalu memeluk istrinya dari belakang, menghirup leher belakang Keysha dengan lembut.
__ADS_1
"Apa kau suka?" Tanya Andra yang membuat tubuh Keysha seketika meremang.