Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Perasaan Apa Ini?


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Keysha dan Andra sama-sama diam. Keysha sibuk dengan lamunannya. Ia tidak habis pikir mengapa Zayyan lebih memilih Shella di banding dirinya, padahal kebersamaan mereka sudah dilalui selama bertahun-tahun. Apakah memang Zayyan sudah tidak menginginkan dirinya?Keysha terus berperang dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Andra diam seribu bahasa, ia begitu fokus menatap jalanan. Andra harus berhati-hati. Ia takut Keysha terluka. Sebenarnya perasaan apa yang Andra rasakan? Entahlah, dirinya pun tidak mengerti dengan hatinya sendiri, yang Andra tahu saat ini dirinya takut Keysha terluka lebih dalam.


"Key, kamu tidak apa-apa?" Tanya Andra memecahkan keheningan di antara mereka.


Keysha menggeleng, ia tersenyum simpul. "Saya tidak apa-apa. Jangan khawatirkan saya, Dok!"


"Menangislah jika kamu mau, Key! Saya akan berpura-pura tidak melihatnya," Andra menatap Keysha dengan iba. Pandangannya fokus kembali ke jalanan yang lumayan sepi.


"Meskipun hati terdalam saya terluka. Akan tetapi, tidak akan ada air mata yang tumpah lagi, Dok. Saya sudah lelah dan menyerah. Rasanya begitu sakit," Keysha menghela nafas berat, rongga dadanya masih saja merasa sesak mengingat pengkhianatan suaminya dan hinaan dari Shella.


"Kamu mau kemana hari ini? Berhubung kamu sedang patah hati, saya akan mengantarkannya!" Andra tersenyum tulus yang sukses membuat Keysha salah tingkah.


Namun Keysha segera sadar diri. Ia adalah wanita bersuami. Tidak seharusnya Keysha selalu menghabiskan waktu dengan Andra. Perceraian dengan Zayyan pun belum ia ajukan, Keysha harus bisa menjaga diri. Keysha juga takut kedekatannya dengan Andra akan menjadi boomerang bagi proses perceraiannya kelak.


"Maaf, Dok! Saya hanya ingin pulang ke rumah. Saya lelah. Saya ingin segera beristirahat," tolak Keysha dengan halus.


Gurat kecewa tergambar dari raut wajah tampan Andra. Namun ia segera mengatasinya. Akhirnya Andra mengangguk, ia melajukan mobil miliknya menuju perumahan tempat tinggal Keysha.


"Key, satu pesan saya! Jangan pernah putus asa dengan semua ini! Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya. Perbanyaklah istigfar!" Andra sesekali menoleh ke arah Keysha.


"Iya, Dok. Terima kasih untuk sarannya," Keysha tersenyum.

__ADS_1


Keysha merasa beruntung Andra memberikannya solusi yang sangat bijak dan tidak memanas-manasi dirinya. Keysha menatap dokter tampan yang seakan tidak ada cela itu. Andai saja dirinya bisa menikah dengan pria sebaik Andra, pasti dirinya akan bahagia dan tidak akan terkhianati. Namun Keysha segera tersadar, Keysha menggelengkan kepalanya cepat. Ia merutuki pikiran gilanya sendiri.


"Terima kasih ya, Dok! Terima kasih selalu membantu saya. Terima kasih karena selalu bersikap tidak tahu apa-apa saat di rumah sakit," Keysha melepaskan sabuk pengamannya saat mobil Andra menepi di depan rumah Keysha. Memang Andra selalu bersikap profesional.


"Sama-sama. Jangan dipikirkan! Jika butuh bantuan, kamu bisa menghubungiku," Andra tersenyum memamerkan gigi putihnya.


Dada Keysha seakan ingin meledak melihat senyum manis yang jarang ia lihat itu. Tapi ia dengan cepat mengatasi dirinya. Keysha mengangguk sungkan, ia lantas turun dari mobil teman sejawatnya itu.


"Hati-hati di jalan, Dok! Jangan mengebut!" Keysha melambaikan tangan saat mobil Andra mulai melaju meninggalkan dirinya. Andra hanya tersenyum melihat pantulan Keysha di kaca spion.


Mobil Andra perlahan menjauh dan semakin mengecil hingga tidak terlihat. Andra tidak bisa konsen menyetir, ia terus saja mengingat Keysha. Wanita itu adalah wanita pertama yang ia pikirkan setelah Nadien meninggal. Andra bertekad akan membantu Keysha keluar dari status pernikahannya yang rumit. Bukan karena kasihan, namun hatinya tidak bisa berbohong. Andra mulai tertarik dengan wanita cerdas itu.


Andra mengklakson mobilnya, saat gerbang putih tinggi menjulang terlihat di depan matanya. Ia melajukan mobilnya menuju garasi, setelah satpam di rumahnya membukakan pintu.


Dewi memang sangat memanjakan Andra, karena dia adalah anak bungsu dari pernikahannya bersama Dokter Sagara. Dewi memiliki dua putra. Anak pertama Dewi bernama Indra, yang juga berprofesi menjadi seorang dokter di Singapura.


Indra memilih untuk tinggal di Singapura setelah dua tahun menikah. Anaknya pun tak lupa diboyong ke negara berlambang singa itu hingga membuat Dewi sangat kesepian.


Beruntung setiap tiga kali seminggu, Dewi membuka praktek di klinik kesehatan gigi yang sudah ia bangun berpuluh tahun lamanya. Namun seiring bertambahnya usia, Dewi mengurangi prakteknya dan memperkerjakan dokter yang jauh lebih muda.


"Kok ceria banget, Ndra? Udah dari mana sih?" Tanya Dewi yang melihat wajah berseri putranya. Ia begitu senang melihat putranya tersenyum gembira seperti itu. Sudah lama Dewu tidak melihat senyum itu semenjak Nadine meninggalkannya.

__ADS_1


"Aku baru mengantarkan seorang wanita, Ma," jawab Andra jujur. Ia lalu mendahului Dewi dan masuk ke dalam rumahnya.


Wajah Dewi semakin berbinar ketika mendengar penjelasan Andra. Wanita paruh baya itu lalu mengejar langkah anaknya yang lebar.


"Yang benar? Kamu gak bohong kan sama mama, Nak? Jadi, kapan kamu kenalin dia sama mama? Dia wanita seperti apa? Apakah dia baik atau dia penggemar K-pop atau bagaimana?" Cerocos Dewi tak sabar.


"Nanti, Ma. Pokoknya nanti aku bakalan cerita" jawab Andra dengan misterius.


Hal itu semakin membuat Dewi penasaran. Ia ingin tahu siapa wanita yang diantarkan oleh putra bungsunya. Tapi Dewi harus bersabar, ia tidak mungkin memaksa putranya untuk bercerita. Dewi hanya menghela nafas, ia sangat penasaran dengan wanita misterius idaman anaknya itu.


"Oh ya, dua hari lagi dokter Reynard mengundang keluarga kita untuk perayaan hari jadi ke 11 tahun rumah sakit milik Dokter Reynard," Dewi memperlihatkan sebuah undangan yang mewah yang dikirimkan oleh Dokter Reynard, ayah dari Keysha.


Mendengar nama Dokter Reynard disebut, Andra segera mengambil undangan itu. Ia membacanya dengan serius. Tentu Dewi merasa heran karena Andra begitu tertarik.


"Mengapa Keysha tidak cerita?" Batinnya penasaran.


"Persiapkan dirimu sebaik mungkin untuk datang ke pesta yang akan diadakan lusa, oke?" Perkataan Dewi membuyarkan lamunan Andra.


Andra mengangguk, setelah berpamitan dengan sang ibunda ia lantas naik menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Andra terduduk di sofa yang ada di dalam kamarnya. Pikirannya dipenuhi dengan Keysha, Keysha dan Keysha. Andra ingin tahu sedang apa dokter cantik itu sekarang?


"Apa dia sedang menangis?" Andra bertanya-tanya.

__ADS_1


"Apa dia kuat menghadapi ini semua?" Andra semakin khawatir.


Andra mengambil ponselnya dan mengetik nama Dokter Keysha di kontak. Ia ingin menghubungi Keysha dan menanyakan apa dia baik-baik saja? Sesaat akan memencet dial, Andra pun menyimpan kembali ponselnya. Ia harus menahan dirinya sendiri, karena sejatinya Keysha masih berstatus istri dari pria lain. Andra tidak ingin ia semakin dekat dengan Keysha hingga itu menjadi sebuah masalah baru untuk Keysha. Andra harus menahan diri sampai rumah tangga dokter cantik itu selesai.


__ADS_2