
Andra baru saja keluar dari ruangan operasi. Gegas ia melepas pakaian khas operasi dan menggantinya dengan pakaian yang ia pakai sebelumnya. Setelah itu, Andra melangkahkan kakinya menuju ruang pemulihan.
Andra tersenyum saat melihat Keysha. Walaupun Keysha sedang tak enak badan, namun Keysha tak mau bermalas-malasan. Ia sedang sibuk mengecek pasien pasca operasi caesar. Keysha mengecek apakah ada pendarahan setelah pasca operasi atau tidak. Keysha juga memberikan instruksi pada perawat yang berjaga untuk mengganti infusan dan kateter.
"Bagaimana Dokter Keysha? Apakah ada masalah pada pasien yang pasca operasi?" Tanya Andra dengan profesional.
"Alhamdulillah tidak ada, Dok. Tapi di ujung ada pasien pasca operasi pengangkatan miom. Ibu itu mengeluh merasakan sakit di bekas jahitan operasi karena batuk terus menerus, Dok. Saya mau memeriksanya, tapi beliau mau menunggu dokter Andra datang," terang Keysha.
Andra mengangguk. Ia lalu berjalan menuju ibu yang mengeluh itu. Sementara Keysha mengekorinya di belakang.
"Hallo, Bu! Bagaimana keadaannya?" Tanya dokter Andra saat menyibak tirai yang menutupi ruangan pasien tadi.
"Sakit, Dok. Saya terus-terusan batuk," keluh pasien yang diperkirakan mempunyai umur yang sama dengan Dewi, ibu dari Andra.
"Nanti saya resepkan obat anti nyeri dan obat pereda batuk ya, Bu? Ibu juga sudah boleh untuk minum air putih tapi sedikit-sedikit saja ya? Jika sudah ke ruang perawatan, ibu sudah boleh makan. Akan tetapi, hanya diperbolehkan makan bubur dahulu dan dilarang memakan makanan dari luar," jelas dokter Andra yang langsung di iyakan pasien.
Tanpa menyuruh perawat atau asistennya, Andra mengganti Infus pasiennya. Andra pun menggantikan kateter dengan cekatan. Keysha memperhatikan Andra dengan tatapan kagum. Walaupun Andra adalah seorang anak pemilik rumah sakit, namun Andra sangat rendah hati dan tak ingin diperlakukan istimewa.
"Terima kasih ya, Dok? Terima kasih udah menggantikan saya," Keysha tersenyum ke arah Andra. Mereka sudah selesai memeriksa dan berjalan menuju kantin rumah sakit yang buka 24 jam. Mereka pun meminta tolong kepada perawat untuk berjaga di ruang pemulihan
"Sama-sama. Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah jauh lebih baik?" Tanya Andra dengan lembut sambil berjalan di samping keysha.
"Sudah mendingan" Jawab Keysha malu-malu.
Mereka berjalan beriringan menuju kantin rumah sakit. Sesampainya di sana, Andra memesan nasi dan sup buntut. Dari sore Andra belum makan sama sekali karena kesibukannya di poliklinik. Ditambah lagi setelahnya Andra melakukan prosedur operasi untuk menggantikan Keysha. Keysha hanya memesan teh hangat, karena perutnya masih terasa kenyang setelah memakan makanan pemberian Andra.
"Kamu tidak makan, Key?" Tanya Andra keheranan.
__ADS_1
"Tidak, saya masih kenyang. Makanan dari dokter saya habiskan semua," kekeh Keysha yang membuat Andra gemas, jika bukan di area rumah sakit, pria itu ingin sekali mencubit pipi Keysha.
"Tapi saya tidak bisa menelan jika makan sendiri!" Andra tampak merajuk.
"Saya lihat saja, serius! Saya sudah kenyang, Dok!" Tolak Keysha halus.
Akhirnya Andra mengangguk. Ia memulai memakan makanannya dengan tenang. Sementara Keysha duduk di seberang meja. Wanita itu memperhatikan Andra yang sedang makan. Tak ingin membuat Andra malu, Keysha segera membuka ponselnya. Ia menyalakannya, beberapa panggilan tak terjawab menghiasi ponsel Keysha yang berlogo apel itu.
Keysha mendecakan lidah saat melihat Ricky yang meneleponnya beberapa kali. Mendadak wajah Keysha berubah menjadi kesal. Perubahan Keysha dirasakan oleh Andra, Andra menghentikan Aktivitas mengunyahnya.
"Siapa, Key? Kok mendadak cemberut gitu?" Tanya Andra keheranan.
"Nggak, Dok!" Keysha memaksakan senyumnya.
Andra mengernyitkan keningnya. Ia ingin bertanya lebih jauh, tapi Andra tak berani. Ia tak ingin mengusik privasi Keysha. Andra tidak ingin Keysha tidak nyaman dengannya.
"Dokter Andra?" Seru seorang perempuan berhijab yang sangat cantik. Wanita itu bernama Syifa.
"Eh, Syifa?" Andra tersenyum kecil.
"Jadwal jaga ya, Dok?" Tanya Syifa. Gadis itu memperlihatkan lesung pipinya yang cukup dalam.
Syifa berjalan mendekati Andra tanpa mempedulikan Keysha yang sedang ada di sisinya. Semua teman Syifa menggodanya bersama-sama sehingga membuat gadis muda itu tersenyum malu-malu.
Memang Andra selalu menjadi pusat perhatian pegawai medis di sana. Bahkan mahasiswa yang sedang koas pun banyak yang menyukainya karena perawakannya yang sangat tampan. Banyak juga yang mencari perhatian padanya karena status Andra yang berstatus putra pemilik rumah sakit itu.
"Iya?" Jawab Andra dengan pendek, Andra melirik Keysha yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Andra menerka-nerka apakah Keysha cemburu? Jika iya, tentu saja ia akan sangat senang.
__ADS_1
"Saya duluan ya, Dok!" Pamit Keysha. Lalu Keysha pun tersenyum kecil pada Syifa dan berjalan menjauh meninggalkan Andra.
"Key, tunggu!" Teriak Andra.
"Dok, mau ke mana?" Raut wajah Syffa tampak tak suka saat Andra mengejar langkah Keysha.
"Ke ruang pemulihan!" Jawab Andra datar.
"Kalau begitu saya pamit," lanjutnya lagi.
Andra berjalan meninggalkan sekumpulan mahasiswi itu. Mereka saling berbisik, banyak di antara mereka yang masih sibuk membicarakan ketampanan dokter Andra. Ada juga yang bertanya-tanya siapa dokter wanita yang bersama Dokter Andra.
"Itu dokter Keysha. Dia dokter spesialis Obygin juga," beritahu teman Syifa, yang menjawab rasa penasaran mereka.
Sementara Andra berjalan mengekori Keysha yang masih berjalan tanpa mempedulikan kehadirannya. Mendadak wanita itu berubah menjadi dingin, sedingin es. Suasana hati Keysha mendadak sangat berantakan melihat dokter Andra digoda oleh sekumpulan mahasiswi itu. Mendadak Keysha merasa insecure. Apakah dirinya pantas bersama Andra? Mengingat diri Keysha berstatus seorang janda.
"Key?" Andra memburu Keysha. Dokter tamlan itu lalu memegang pergelangan tangan dokter cantik itu.
"Maaf!" Andra melepaskan cekalan tangannya saat Keysha menatapnya dengan tatapan risih.
"Kenapa ninggalin saya sih?" Andra kebingungan dengan perubahan sifat Keysha yang mendadak.
"Tidak ada. Kenapa gak dilanjutkan ngobrolnya dengan calon dokter cantik itu?" Raut wajah Keysha terlihat sinis.
"Nggak lah, kan kita mau ke ruang pemulihan" Andra menjawab dengan polos.
Keysha hanya memutar bola matanya dengan malas. Lekas ia berjalan lagi meninggalkan Andra yang masih kebingungan dengan sikap janda cantik itu. Andra tidak tahu bahwa kini Keysha sedang cemburu berat padanya.
__ADS_1