Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Calon Sekretaris Pribadi


__ADS_3

Pukul lima sore, Zayyan sudah kembali ke rumah. Ia menenteng brownies bakar makanan kesukaan Keysha. Zayyan masih sangat merasa bersalah atas kejadian kemarin malam. Zayyan membuka pintu, ditaruhnya brownies kesukaan Keysha di meja makan. Ia mencari istri cantiknya itu, ia melihat Keysha sedang menyirami tanaman. Zayyan merasa heran karena seharian ini Keysha ada di rumah.


"Sayang?" Zayyan tiba-tiba memeluk Keysha dari belakang, sesekali ia mencium bahu wanita berambut panjang itu.


"Hm?" Keysha hanya bergumam.


"Tumben gak ke rumah sakit?"


Keysha membalikan badannya, ia menatap wajah tampan suaminya. Ia menatap mata Zayyan, sementara sang suami salah tingkah ditatap secara intens oleh istrinya itu.


"Hari ini aku mengambil cuti. Oh iya, aku mengurangi jadwalku untuk bisa ada waktu di rumah. Sekarang jadwal praktek ku hanya pagi dan siang. Sisanya sore hari sampai malam aku ada di rumah. Kecuali jika ada operasi darurat," Keysha menjelaskan.


"Terima kasih, sayang. Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untukku," Zayyan berucap dengan nada berbunga-bunga. Ia sangat senang Keysha mau mengintropeksi dirinya.


Zayyan menuntun lengan Keysha menuju meja makan. Ia memotong brownies menjadi beberapa bagian. Lalu ia mengarahkan brownies rasa cokelat itu ke arah Keysha.


"Sayang, apa kau sudah cuci tangan?" Tanya Keysha penuh selidik.


Zayyan tertawa melihat ekspresi lucu Keysha, ia tahu Keysha sangat hati-hati dengan kesehatan dan kebersihan. "Sudah kok."


Keysha langsung menerima suapan brownies itu dengan senyum mengembang. Pipinya terlihat chubby karena mengunyah brownies dalam ukuran besar.


"Oh ya sayang, semalam kamu kemana? Kok aku nyium parfum wanita di kemeja kamu?" Tanya Keysha di sela kunyahannya.


Zayyan yang sedang mengunyah langsung tersedak, ia langsung mengambil gelas yang diisi air dan meminumnya sampai tandas. Keysha menautkan alisnya, ia semakin curiga dengan gelagat aneh suaminya.


"Mungkin bersentuhan dengan pelayan wanita. Waktu di restoran aku menunggu kamu 2 jam. Dan banyak pelayan wanita yang berlalu lalang. Kamu curiga ya?" Zayyan berusaha menutupi kegugupannya, sesekali ia menghindari tatapan mata Keysha.


"Benar begitu?"


Zayyan mengangguk, ia lalu tersenyum. "Aku tidak akan pernah mengkhianati pernikahan kita, Key. Apapun alasannya."


"Syukurlah, karena jika kau berani mendua aku tak akan pernah memaafkanmu!!"


Zayyan hanya tersenyum dan menangkup tangan Keysha. Namun sejujurnya, hatinya sangat gelisah. Zayyan takut jiga Keysha tahu tentang kejadian malam itu. Pasti Keysha akan langsung menggugat cerai dirinya. Karena keluarga Keysha terkenal sangat membenci pria yang mendua.


Deru ponsel milik Zayyan memecahkan keheningan mereka, Zayyan segera melihat layar betapa kagetnya ia saat nama Shella yang menelfonnya.


"Sayang, aku angkat telfon dulu!"


Keysha Hanya mengangguk, ia merasa aneh dengan tingkah Zayyan. Biasanya Zayyan akan mengangkat telfon siapapun di depan dirinya. Tetapi mengapa kali ini berbeda?

__ADS_1


"Ah key, kamu terlalu posesif," Keysha segera menepis pikiran buruk terhadap suaminya itu. Ia lalu melanjutkan lagi aktivitasnya memakan brownies kesukaannya.


Zayyan berjalan menuju taman belakang rumah, ia duduk di ayunan. Sesekali tatapannya diarahkan kepada Keysha yang sedang memakan brownies di ruang makan. Ia dapat melihat semua aktivitas istrinya lewat pintu kaca yang terhubung ke taman belakang. Zayyan segera mengangkat telepon dengan gusar. Berani sekali Shella menelepnnya seperti ini.


"Ada apa, Shell?" Tanya Zayyan dengan malas.


"Zayyan, bisa kita bertemu di kafe? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."


"Bicara saja di telfon, Shel!"


"Ini penting."


Zayyan menimbang-nimbang. Ia ingin sekali menolak ajakan Shella. Akan tetapi, Zayyan takut Shella macam-macam jika ia tidak menuruti permintaannya. Zayyan harus memastikan Shella tidak akan membocorkannya kepada siapa pun.


"Baiklah. Aku ke sana sekarang."


Klik


Zayyan langsung mematikan panggilan telepon yang masih terhubung, ia berpamitan kepada Keysha dengan alasan akan memberi minuman segar di minimarket. Ia mengutuk dirinya sendiri, karena akhir-akhir ini ia sering berbohong pada istrinya.


Zayyan segera mengemudikan mobil sport miliknya menuju ke kafe aesthetic yang tak terlalu jauh dari perumahan tempat tinggalnya. Terlihat Shella yang sedang memutar-mutar gelasnya.


"Maaf menunggu, Shell!" Sapa Zayyan yang langsung duduk di hadapan Shella. Zayyan sangat terburu-buru, ia takut ada orang yang melihatnya berduaan dengan Shella.


"Tidak apa-apa. Jadi apa yang ingin kau sampaikan?"


Shella terlihat menunduk, ia sesekali mengusap buliran bening yang jatuh dari matanya. Zayyan langsung gelagapan, ia merasa bingung dengan gadis yang ada di hadapannya ini. Ah bukan, dia sudah bukan gadis lagi. Dan dirinyalah yang telah mengambil kegadisan wanita itu.


"Zayyan, aku sedang kekurangan uang."


"Kau mau uang berapa? Akan aku transfer dan jangan pernah membocorkan malam itu kepada siapa pun," potong Zayyan cepat.


Shella menggeleng dengan cepat, ia mengibaskan tangannya. "Bukan, Zayyan. Aku bukan meminta uangmu. Memang aku semenyedihkan itu ya?" Shella tertawa miris.


"Aku hanya mau tanya apa di perusahaanmu ada info loker?"


"Maaf, Shella bukan begitu. Aku- "


"Tidak apa-apa. Oh iya, tidak akan ada yang tahu malam itu. Aku kan sudah bilang anggap malam itu tidak pernah terjadi, " potong Shella cepat.


Zayyan menatap wajah Shella. Tidak ada kebohongan di mata itu.

__ADS_1


Detik berikutnya Shella tersenyum, ia menunggu jawaban Zayyan. Jika Zayyan menolak, ia akan memaksanya dengan sangat halus.


"Memang kamu sudah berhenti jadi model?" Zayyan akhirnya menjawab.


"Jobku sedang sepi, belum ada lagi kontrak untuk pemotretan. Untuk biaya hidup, aku menggantungkan nasibku dengan tarif endorse dan beberapa vlogku. Tapi aku tidak memaksa kok, orang sepertiku mana bisa bekerja di kantoran," Shella memasang wajah sedih.


"Kamu lulusan apa, Shel?"


"Kamu kan tahu, aku lulusan ekonomi," Shella menemukan secercah harapan.


"Kamu bisa microsoft office dan lainnya?" Zayyan ingin tahu kemampuan wanita yang ada di hadapannya. Ia tak mungkin sembarangan memasukan orang ke kantornya untuk bekerja.


"Tentu saja. Aku menguasai microsoft office apalagi excel. Aku juga bisa corel draw, photoshop, terus aku juga bisa sistem akuntansi," Shella menceritakan kemampuannya dengan semangat.


"Baiklah, kalau begitu siapkan CV mu. Nanti akan ada HRD yang melakukan sesi interview. Kebetulan sekretaris ku mengundurkan diri minggu kemarin. Dan ada lowongan juga untuk staff GA. Nanti HRD yang akan menentukan kamu akan ditempatkan di posisi mana," Zayyan menjelaskan dengan profesional.


"Tapi maaf Zayyan, kamu kan tahu aku sarjana ekonomi. Sepertinya di staff GA aku tidak akan cocok. Bolehkah aku meminta aku jadi sekretarismu saja? Lagi pula kita sudah berteman. Jadi tak perlu sungkan jika kau yang menyuruhku langsung," Shella berusaha membujuk Zayyan, ia menatap Zayyan yang sedang menimbang-nimbang.


"Aku berjanji tidak akan merepotkanmu."


"Tapi maaf Shella, apa kau sudah berpengalan dan tahu menjadi sekretaris?" Zayyan merasa tak yakin.


Shella mengangguk cepat "aku tahu, jangan remehkan kemampuanku, Zayyan."


"Aku harus berbicara dengan istriku dulu, dia selalu menyuruhku mencari asisten pribadi yang sudah lumayan berumur dan sudah menikah. Tetapi jika kamu, aku tidak yakin dia akan mengizinkan"


Shella tersedu, ia menangis dan menutup wajahnya. Sesekali orang-orang menatap ke arah mereka dengan aneh karena mendengar Isak tangis Shella. Sedangkan Zayyan dia terlihat gelagapan.


"Aku memang gak berguna, Zayn. Aku memang tidak pantas jadi sekretaris. Apalagi aku ini sudah kotor. Aku sudah tidak suci lagi, aku tidak akan menggoda bos ku sendiri. Aku cukup tau diri, Zayyan. Istrimu terlalu berlebihan," Shella terisak.


Zayyan merasa sangat kasihan dengan Shella apalagi karenanya kesucian Shella terenggut oleh dirinya. Ia akan memutuskan akan membantu Shella. Zayyan anggap ini adalah bentuk tanggung jawabnya pada gadis yang sangat menawan ini.


"Baiklah nanti aku rekomendasikan kamu ke bagian HRD. Tapi aku akan meminta pendapat istriku terlebih dahulu," Zayyan masih bersikeras akan memberitahu Keysha.


"Jangan, Zayyan! Jika Nyonya Keysha tahu. Ia akan menggali informasi tentangku. Dan aku takut kejadian malam itu akan terungkap. Aku tak ingin merusak masa depan rumah tangga kalian."


Zayyan meresapi kata-kata Shella, lagi-lagi perkataan Shella sangat masuk akal. Ia juga tak ingin Keysha sampai tahu tentang kejadian malam itu bersama Shella.


"Baiklah, aku akan merahasiakan ini," Zayyan mengalah pada akhirnya.


Shella tersenyum penuh kemenangan, lagi-lagi jalannya untuk mendapatkan Zayyan akan terbuka dengan sangat lebar.

__ADS_1


Setelah mengobrol singkat, Zayyan segera berpamitan pada Shella. Ia takut Keysha curiga dan berpikiran macam-macam padanya. Ia akan menjadi suami lebih baik lagi, karena Zayyan pun melihat niat Keysha untuk memperbaiki rumah tangganya.


__ADS_2