
Zayyan memulai bisnisnya dengan mendatangi pemilik pabrik tekstil dengan tujuan demi mendapatkan harga yang sedikit miring. ia menghubungi beberapa relasinya, namun Zayyan urungkan saat mereka merespon Zayyan dengan sikap yang tak bersahabat. Zayyan masih menyadari, semua sahabatnya menjauh saat videonya bersama Shella viral dan itu berlangsung hingga kini. Namun Zayyan tak ingin menghiraukannya, ia hanya ingin fokus pada rencana bisnisnya kali ini. Nama Shella tidak boleh menghancurkan kembali kehidupannya. Cukup sekali wanita itu sudah memporak porandakan kehidupan Zayyan yang harmonis dan tentram.
Zayyan mendapatkan informasi tentang owner pabrik tekstil yang berada di Mohammad Toha. Owner pabrik tekstil itu bernama Aditya, seorang pria muda yang sukses di bidang industri kain (kisah Aditya ada di novel author : jangan panggil aku pelakor). Zayyan bersyukur karena Aditya adalah pria yang humble dan rendah hati. Pria muda itu menyambut Zayyan dengan tangan terbuka. Ia tidak mempersoalkan catatan kelam masa lalu Zayyan. Bagi Aditya, profesionalitas dalam bekerja adalah hal utama karena kerja sama mereka tidak ada kaitannya dengan ranah kehidupan priadi. Setelah mendapatkan kesepakatan dan harga termurah, Zayyan menandatangani kontrak kerja sama selama enam bulan ke depan. Hari itu juga Zayyan mencari beberapa orang penjahit yang akan ia pekerjakan.
Zayyan meminta tolong kepada Nadia untuk mencari karyawan yang jujur dan dapat dipercaya.Nadia pun membawa tetangganya untuk bekerja pada Zayyan. Banyak sekali tetangga Nadia yang pintar menjahit, namun tak bekerja karena syarat ijazah dan riwayat pendidikan yang tak mencukupi. Zayyan menerima semua kalangan tanpa melihat latar pendidikan dan pengalaman. Pria yang pernah gagal dalam berumah tangga itu hanya mencari orang yang jujur dan mahir menjahit. Nadia membawa beberapa penjahit yang sesuai kriteria Zayyan. Hingga hari itu Zayyan menerima semua orang yang dibawa Nadia. Zayyan percaya bahwa Nadia tidak akan salah dalam memilih orang. Begitu juga Nadia, hari itu ia bekerja sebagai desaigner baju untuk toko online shop Zayyan.
Nadia sangat menikmati pekerjaan barunya. Apalagi ketika Zayyan memberikan kelonggaran padanya. Wanita itu tidak harus mengerjakan saat jam kerja. Dengan kata lain, Nadia bisa mengerjakan pekerjaannya kapan pun dan di mana pun. Nadia selalu mencuri waktu untuk bekerja, misalnya saat Rengganis tidur, Nadia pasti memulai pekerjaannya.
"A Zayyan, ini desain baju bayi perempuan untuk usia satu tahun sudah kelar!" Nadia menyerahkan kertas-kertas yang berisi gambar rancangannya.
"Bagus banget, Nad!" Puji Zayyan yang membuat Nadia seketika mengembangkan senyumnya.
"Lalu, ini desain baju laki-laki dari new born sampai usia dua tahun," Nadia menyerahkan kembali kertas satunya.
Zayyan mengambil kertas itu dengan antusias, ia merasa sangat puas dengan hasil desain Nadia. Nadia memang bisa diandalkan dan wanita beranak satu itu begitu berbakat.
"Saya gak nyangka, kamu bisa bereksptasi sangat tinggi gini, Nad. Ini modern banget!" Zayyan merasa takjub saat melihat gambar hasil tangan Nadia.
"A Zayyan berlebihan!" Nadia tersipu malu.
__ADS_1
Zayyan merasa terpana saat melihat beberapa desain dari Nadia. Pasalnya desain itu belum dipakai oleh owner baju anak mana pun. Zayyan beruntung bisa memperkerjakan Nadia yang memiliki ide yang cemerlang.
"Besok kita bawa hasil rancanganmu ke tim produksi. Besok tim produksi sudah bisa bekerja!" Sahut Zayyan antusias.
Zayyan dan Nadia masih tinggal di kontrakan bersebelahan. Namun untuk proses produksi dan kantor operasional toko online, Zayyan sudah menyewa sebuah ruko yang akan ia tempati.
"Nad, menurutmu apa aku sekalian pindah ke ruko saja ya?" Tanya Zayyan, ia berharap Nadia menahannya.
"Menurutku sih, Aa pindah saja! Selain menghemat biaya, Aa juga sekalian bisa menjaga toko operasional, karena zaman sekarang rawan perampokan," jawab Nadia tanpa ragu.
Memang benar apa yang dikatakan Nadia, Jika Zayyan pindah ke ruko, ia tak harus membayar uang sewa kontrakan. Tapi entah mengapa hati Zayyan seolah berat jauh dengan Nadia dan Rengganis. Ia belum sanggup berpisah dengan mereka, walau setiap hari pun mereka akan bertemu di kantor.
Apalagi Zayyan sudah begitu menyayangi bayi malang yang ditelantarkan ayahnya itu. Jika pada ibunya? Zayyan tidak tahu perasaannya seperti apa. Yang jelas adalah dibohongi dan ditipu oleh Shella membuat Zayyan lebih hati-hati untuk menaruh hati kepada seorang wanita.
Nadia tersenyum kecil, hatinya menghangat saat Zayyan begitu mengkhawatirkannya. Ia merasa berharga. Di hati kecilnya, setidaknya Nadia berharap kalau Zayyan mulai menyukainya. Nadia akui, Nadia sudah mulai menyimpan rasa pada duda tampan itu.
"Tidak apa-apa, Nadia bisa menjaga diri dan Rengganis. Pindahlah, A!" Nadia memaksakan senyumnya walaupun berat.
"Baiklah kalau begitu. Seminggu lagi aku akan pindah, Nad! Jika ada apa-apa, kabari aku ya!" Zayyan masih saja terus mencemaskan Nadia dan bayinya.
__ADS_1
Nadia mengangguk, ia tak tahu mengapa Zayyan begitu mencemaskan nya. Tapi bolehkah Nadia berdoa? Ia berdoa semoga Zayyan pun mempunyai perasaan yang sama terhadapnya.
"Oh ya, Nad? Nanti kita akan buka lowongan kerja lagi untuk yang menghandle marketplace dan toko online," Zayyan mengalihkan pembicaraannya, ia tak mau Nadiaa merasa tak nyaman karena ia begitu mengkhawatirkan janda muda itu.
"Nadia kan ada pengalaman mengelola marketplace, A. Biar saja Nadia yang mengelola. Tapi untuk Rengganis, bagaimana ya A? takutnya Nadia mengganggu jam kerja karena alasan keperluan Rengganis!" Akhirnya Nadya mengeluarkan uneg-unegnya.
Zayyan tampak berpikir. Memang benar adanya. Walaupun sekarang toko belum ada omzet, tapi pasti aktivitas Nadia mendesain dan mengelola toko online akan menguras waktu. Zayyan pun tak mau Rengganis menjadi tak terurus.
"Bagaimana kalau kita sewa saja baby sitter selagi kamu bekerja? Tapi kamu masih bisa mengawasinya. Baby sitter menjaga Rengganis saat kamu bekerja di ruko saja. Sekalian baby sitter itu merangkap menjadi asisten rumah tangga untuk di ruko," usul Zayyan cepat
"Nadia tak bisa membayar baby sitter A,"tolak Nadia cepat.
"Tidak apa-apa. Biar aku saja yang membayar, toh baby sitternya merangkap sebagai asisten rumah tangga. Jika siang ia menjaga Rengganis, jika pagi ia beres-beres ruko dan sorenya bisa pulang."
"Benar bolehkah, A? Kalau begitu, terima kasih" Kata Nadia, sudut matanya basah. Ia tak menyangka setelah kelahiran Rengganis, Nadia bisa mengejar mimpinya untuk menjadi seorang desainer baju bayi.
Zayyan mengangguk, ia tersenyum menatap Nadia. Jika Zayyan boleh berpikiran gila, ia ingin mengajak Nadia tinggal bersamanya di ruko. Zayyan ingin menikahi Nadia saja dan hidup bahagia bertiga bersama Rengganis. Namun Zayyan membuang pikiran itu. Ia takut menjadikan Nadia pelampiasan, karena rasa sedihnya saat Zayyan mengetahui Keysha tengah mengandung anak dari Andra. Tentu saja Zayyan tahu dari status WhatsApp Kania.
Otor kembali. Terima kasih untuk doa dan dukungan dari kalian 😍
__ADS_1