
Semua keluarga sudah tahu akan kehamilan Keysha. Seluruh keluarga ikut senang dengan berita bahagia itu. Andra pun dengan tegas menolak saat Sagara menyuruhnya segera mengambil alih pimpinan rumah sakit. Bagi Andra, saat ini yang terpenting adalah kondisi istri dan juga calon anaknya. Andra merasa harus lebih memperhatikan Keysha dan janin yang ada dalam kandungannya. Setelah mengadakan rapat internal, Sagara pun menunda memberikan kepemimpinan rumah sakit kepada putra bungsunya itu.
Begitu pun dengan Reynard. Ayah dari Keysha itu menyadari jika putrinya tengah mengandung. Apalagi ini adalah kehamilan yang sudah lama Keysha inginkan. Maka dari itu, Reynard mengalah dan tidak membebankan perihal rumah sakit milik keluarganya kepada Keysha. Bagi Reynard kesehatan putri dan calon cucunya adalah yang utama.
"Ingin minum jus jeruk?" Tawar dokter Andra yang baru menyelesaikan prakteknya. Ia mendatangi Keysha yang saat ini tengah menyantap sarapan di meja kantin.
"Tidak. Aku sedang tidak ingin minum es jeruk," tolak Keysha dengan suara yang pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.
Akan tetapi, usaha Keysha sia-sia karena pada nyatanya saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian. Banyak orang berbisik-bisik mengenai pengantin yang masih terbilang baru itu. Ada yang merasa senang dengan kenyataan bahwa istri dari dokter tampan itu adalah Keysha. Akan tetapi, ada juga yang merasa iri karena Keysha tadinya seorang wanita dengan status janda.
"Jangan terlalu lelah ya!" Andra tidak sadar membelai pucuk kepala Keysha.
Hal itu membuat orang-orang yang ada di sana menutup mulut karena terkejut. Bagaimana tidak terkejut, Andra si dokter introvert bisa berlaku manis kepada lawan jenis.
"Terima kasih," Keysha tersenyum dengan kaku dan memberikan kode dengan matanya agar Andra segera tersadar jika mereka masih di lingkungan rumah sakit.
"Andra- Andra!!" Vebby menggelengkan kepalanya. Ia cukup mengenal dokter tampan itu.
__ADS_1
Saat ini perasaan Vebby biasa saja, walaupun kadang terbesit rasa iri mengapa yang mampu meluluhkan hati Andra adalah seorang janda. Akan tetapi, Vebby mencoba berpikir positif. Vebby berpikir mungkin Keysha memiliki kelebihan yang tidak wanita lain atau dirinya miliki. Nyatanya Keysha membuat Andra bisa bertekuk lutut padanya. Lagi pula untuk apa Vebby memikirkan suami orang? Akan menjadi aib jika seorang Vebby mengejar suami dari wanita lain. Begitu pikirnya.
"Aku tidak peduli lagi dengan mereka!" Vebby menghabiskan jus yang ada di dalam gelasnya dan berlalu dari kantin untuk membuka polikliniknya.
"Jadi, bener ya istri dokter Andra tuh dokter Keysha?" Bisik-bisik para karyawan Rumah sakit yang terdengar oleh Keysha.
Keysha memelototkan matanya agar Andra segera pergi meninggalkan mejanya. Baginya tidak elok sekali jika harus mencampur adukan urusan pribadi di lingkungan rumah sakit.
"Oke, aku pergi. Nanti sore ketemu di parkiran ya?" Dokter Andra mengeluarkan senyum terbaiknya. Keysha pun tersenyum menatap suaminya yang berjalan menjauh dari mejanya.
"Terima kasih Ya Allah sudah menganugerahi suami seperti dia!" Mata Keysha berkaca-kaca seraya terus menatap punggung Andra yang semakin berjalan menjauhi mejanya.
****
Sore hari....
Andra menunggu Keysha di parkiran. Saat melihat wanitanya keluar dari gedung rumah sakit, Andra segera berlari menyambut Keysha.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali?" Keluh Andra.
"Tadi ada operasi darurat," jawab Keysha dengan wajahnya yang terlihat lelah.
"Apa tidak sebaiknya sayangku ini ambil cuti saja?" Dokter Andra menatap istrinya dengan cemas.
"Kita bahas ini di rumah," Keysha tersenyum.
Andra segera menuntun Keysha berjalan lebih dekat menuju mobil. Dengan sigap, Andra membukakan pintu mobil untuk wanita yang tengah mengandung darah dagingnya itu. Andra memakaikan safety belt di tubuh istrinya. Andra begitu memperlakukan Keysha bak ratu.
"Mau makan apa? Hari ini aku yang akan memasak!" Andra berkata dengan semangat empat lima.
"Aku ingin makan sup ayam. Tapi biarkan aku yang memasak!" Keysha menjawab.
"Bagaimana jika kita memasak bersama?" Andra memberikan pilihan.
"Baiklah. Ayo kita masak!" Keysha terlihat sangat bersemangat.
__ADS_1
Andra pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit yang diperuntukan khusus untuk mobil dokter. Sepasang suami istri itu tak henti mengulas senyum di wajahnya.
Hallo readers! Sebelumnya otor ingin meminta maaf atas bab kemarin yang otor tulis. Mohon maaf karena readers semua harus membaca bab yang membuat tidak nyaman dan berisi adegan kekerasan itu. Otor tidak bermaksud untuk mencontohkan sebuah kekerasan kepada pembaca di sini ya. Hanya saja di luaran sana ada orang-orang yang mengidap kelainan seperti itu. Mungkin otor terlalu lepas kontrol dalam menulis dan terlalu bersemangat membuat karakter Shella tersakiti. Padahal maksud otor adalah sebagai seorang wanita, ada kalanya kita tidak mengambil dan tidak bermain main dengan seseorang yang sudah memiliki pasangan hidup, begitu pun sebaliknya, dihimbau kepada seorang pria jangan pernah bermain api jika tidak ingin terbakar! Otor ucapkan terima kasih kepada readers yang sudah mengomentari dan memberikan masukan. Otor sangat terbuka dengan segala komentar, kritik dan saran. Percayalah, tidak ada satupun wanita yang berhak mendapatkan kekerasan dari orang lain! Semoga hari ini dan seterusnya otor bisa lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam menulis. Mohon maaf lahir dan batin ya 🤗