
Suasana kantor dibuat gempar dengan adanya rapat darurat para pemegang saham. Tak terkecuali dengan Zayyan, ia begitu terkejut saat diberitahu secara mendadak. Rapat akan dilaksanakan beberapa menit lagi. Kabar yang lebih mencengangkan adalah rapat kali ini pemilihan direktur utama yang baru.
Zayyan menyugar rambutnya frustasi. Ia yakin para pemegang saham terpengaruh oleh video perselingkuhannya yang viral belakangan ini. Belum lagi harga saham perusahannya sangat anjlok di harga pasar saham. Zayyan bingung harus bagaimana lagi untuk mengatasi masalah yang cukup pelik ini? Belum lagi cemoohan yang menyerang dirinya secara pribadi baik itu dari media sosial maupun kehidupan nyata.
"Pak Zayyan, rapatnya akan dimulai beberapa menit lagi," Arsha mengingatkan Zayyan yang tengah melamun. Shella sebagai asisten pribadi Zayyan tidak masuk hari ini. Memang sejak hamil Shella sudah bermalas-malasan untuk bekerja. Ia sesuka hati berangkat dan pergi ke kantor. Wanita itu sangat bebas melakukan apapun yang ia inginkan mengingat Zayyan yang mempunyai saham terbesar di perusahaan tempatnya bekerja.
"Ya, saya akan segera ke sana," jawab Zayyan dengan lesu.
Zayyan berjalan ke ruang meeting empat. Saat ia mengetuk pintu, semua mata menatapnya dengan tatapan tak menyangka dan meremehkan. Memang video skandal tentang dirinya cukup membuat nama perusahaan tercoreng, karena di video itu dituliskan nama perusahaan tempat Zayyan bekerja.
Rapat di awali dengan sambutan Mr. Akio, pemegang saham yang berasal dari Jepang. Ia menjelaskan maksud dan tujuan rapat hari ini untuk apa. Sesuai informasi yang Zayyan terima, rapat hari ini adalah pemilihan direktur utama yang baru. Tepuk tangan terdengar bergemuruh saat Mr. Akio menutup sambutannya.
Ada tiga kandidat nama untuk direktur utama yang baru diantaranya adalah Zayyan, Ammar selaku direktur keuangan yang terkenal tekun, dan satu lagi Rangga, adik bungsu dari Rena yang menjabat sebagai direktur operasional.
Semua pemegang saham menuliskan nama kandidat yang mereka pilih, dan begitu tercengangnya Zayyan saat pilihan mereka jatuh pada Rangga alias pamannya sendiri. Rangga memang memiliki usia yang tidak terpaut jauh dengan sang keponakan. Rangga tersenyum sinis pada Zayyan. Memang hubungan Rangga dan Zayyan memang kurang akrab setelah ia berselingkuh dengan Shella . Rangga juga sangat penurut dengan perintah Rena. Apa jangan-jangan keadaan ini sudah diatur oleh Rena dan Keysha? Zayyan harus menyelidiki semuanya.
"Dan untuk pak Zayyan, mulai hari ini anda akan menjabat sebagai direktur pemasaran karena anda sangat berkompeten di divisi itu!" Perintah salah pemegang saham yang sudah disetujui oleh yang lainnya.
"Tapi mengapa kalian memberitahu saya mendadak sekali? Bahkan saya baru tahu hari ini bahwa ada pemilihan direktur utama yang baru. Bagaimana pun saya pemilik saham terbesar," akhirnya Zayyan berani bersuara, ia tak boleh lemah dihadapan relasi bisnisnya.
"Maaf, Pak! Tapi saham bapak ini sudah jatuh ke tangan ibu Keysha secara resmi dan tercatat di lembaga hukum," ucap Rangga telak, seakan menghantam dan mendorong Zayyan ke jurang terdalam.
__ADS_1
Deg....
Keysha? Tapi bagaimana bisa? Secepat itu Keysha menjalankan rencananya. Zayyan merasa sangat frustasi. Ingin sekali Zayyan menghancurkan barang yang ada di ruangan ini. Namun urung ia lakukan, ia hanya bisa mengepalkan tangannya geram mencoba menahan emosi yang sudah di ubun-ubun. Bagaimana Keysha bisa bertindak secepat ini?
****
Keysha menatap kondisi sebuah apartemen yang penuh dengan furniture mewah. Matanya menyapu seluruh isi ruangan. Lalu, tatapannya terpaku pada sesosok perempuan cantik yang sedang tertidur di atas sofa.
"Heh, bangun!!!" Teriak Keysha yang sukses membuat wanita itu terbangun dengan wajah yang kaget.
Shella mengerjakan matanya berulang. Hal yang ia lihat pertama kali adalah musuh bebuyutannya yang sedang tersenyum mengejek kepadanya.
"Sedang apa kamu di apartemenku?" Hardik Shella tajam.
Shella bertepuk tangan. Ia lalu tertawa dan tersenyum menyeringai "kamu yang bermimpi! Ini apartemen milikku! Rupanya sibuk menjadi dokter menjadikanmu tidak waras dan berhalusinasi."
"Aku tak peduli apa katamu, yang terpenting saat ini juga kamu harus pergi dari sini karena semua harta yang dimiliki Zayyan sudah resmi berpindah ke tanganku," Keysha mengerlingkan matanya.
Tangan Shella akan menampar pipi Keysha dan hendak memukulinya. Namun kedatangan empat orang pria kekar dan berwajah sangar menyurutkan niatnya itu. Raut wajah Shella terlihat ketakutan.
"Cepat pergi dari sini atau kami yang menyeretmu!!" Usir salah satu pria di antara mereka.
__ADS_1
Ke empat orang itu masuk ke dalam kamar Shella tanpa dipersilahkan. Mereka menurunkan koper dan memasukan baju-baju Shella ke dalam koper yang berukuran besar itu dengan asal.
"Hai, hentikan! Aku bisa melaporkan kalian dengan kasus perampasan harta orang lain!!" Teriak Shella yang tak digubris oleh ke empat pria itu.
"Keysha, tolong hentikan mereka! Mengapa kau jahat sekali? Ini adalah apartemen milikku! Apartemen ini dibeli oleh keringat suamiku sendiri. Dia memberikannya untukku," Shella masih saja kekeuh mengklaim apartemen itu sebagai apartemen miliknya.
Keysha tersenyum miring, ia lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. "Sertifikat apartemen ini ada ditangan ku, dan ini adalah milikku. Apartemen dan semua isinya adalah milikku, kecuali pakaianmu dan pakaian suamimu itu."
"Licik sekali kamu, Keysha! Tidak kah kamu merasa kasihan pada wanita yang sedang mengandung ini? Aku sedang lemah dan tak berdaya," Shella mulai menurunkan suaranya, ia berpura-pura menangis mencari simpati dokter muda itu.
Keysha mengayunkan telunjuknya ke kanan kiri "No! Aku tidak pernah merasa kasihan kepada wanita perampas sepertimu. Kamu sendiri pun tak merasa kasihan padaku saat kamu merampas suamiku. Tapi its oke. Aku tidak mempermasalahkan, toh itu sudah berlalu. Bukankah sampah seperti suamimu akan selalu berakhir di tempat sampah? Sekarang rasakanlah pembalasan dariku!!" Keysha tersenyum licik. Kemudian ia menyeret koper Shella ke luar apartemen dengan kasar.
"Silahkan kamu pergi! Dan jangan tunjukkan lagi wajahmu itu di hadapanku!"
Ke empat pria tadi akan menyeret Shella keluar. Namun Keysha menahannya. Keysha tahu Shella sedang hamil dan ia tak mau melukai bayi yang ada di dalam kandungan wanita itu, karena menurutnya bayi yang dikandung Shella tidaklah berdosa, yang berdosa hanya ayah dan ibunya saja.
Tiba-tiba saja Zayyan datang ke apartemen itu, Zayyan menyaksikan kegaduhan di dalam apartemen yang menjadi huniannya kini setelah semua keluarga membuangnya.
"Apa yang terjadi disini?" Teriak Zayyan. Hari ini banyak sekali ujian yang mempermainkan perasaannya.
"Oh mantan suamiku sudah datang rupanya. Silahkan antar istrimu ini keluar dari pada aku menyeretnya dengan paksa!" Keysha tersenyum sarkas.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Key? Ini apartemen Shella yang dibeli dengan uangku!" Maki Zayyan dengan suara yang memenuhi langit ruangan.