Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Diantar Pulang Dokter Andra Lagi


__ADS_3

Keysha menjalani pekerjaannya seperti biasa di rumah sakit. Hari ini ia baru saja menutup polikliniknya dan bersiap-siap untuk pulang. Saat berada di parkiran, ia begitu terkesiap saat ban mobilnya terlihat bocor.


"Menyebalkanl!" Batin Keysha meradang. Keysha berjongkok untuk melihat seberapa parah bocor pada ban mobilnya. Dokter itu hanya berdecak sebal saat melihat kebocoran pada mobilnya lumayan parah.


"Key, kok belum pulang?" Suara bariton seorang lelaki menyentaknya. Keysha spontan mendongakan kepalanya dan ia melihat dokter Andra sedang berdiri di belakangnya dengan ekspresi tak terbaca.


"Ini ban mobil saya bocor, Dok!" Cebik Keysha dengan raut wajah yang bingung.


"Ya sudah biarkan saja mobil kamu di sini! Nanti kamu telepon pihak bengkel. Kamu pulang saja sama saya," tawaran Andra membuat Keysha berpikir.


"Jangan banyak berpikir! Tidak ada kesempatan kedua," sambung Andra yang langsung membuka pintu mobilnya.


"Saya ikut, Dok," Keysha membuat keputusan. Dengan cepat, Keysha mengejar Andra ke mobil. Apalagi hari sudah sore, ia takut jika harus kemalaman di jalan dan bertemu preman tempo hari yang mengejarnya. Atau bertemu orang jahat lainnya. Maklum akhir-akhir ini kota yang ditinggalinya banyak tindak kriminal. Keysha cukup ngeri ketika melihat berita-berita yang berseliweran.


Keheningan terjeda di antara mereka. Keysha mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas paha. Ia benar-benar dibuat mati kutu jika bersama Andra. Andra selalu saja diam, dan diamnya itu membuat Keysha tidak nyaman.


"Key?" Andra membelah keheningan di antara mereka.


"Ya, Dok?" Keysha merespon dengan menatap Andra yang tengah fokus pada stir mobilnya.


"Apa yang kamu lakukan waktu kamu pamit pergi dari pesta? Apa kamu melabrak selingkuhan suamimu itu?" Andra bertanya dengan raut wajah penasaran. Ia berniat untuk tidak ikut mencampuri urusan teman sejawatnya ini. Namun jiwa kepo nya meronta, ia benar-benar tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Begitulah, Dok. Saya malas sekali jika harus membahas kedua orang itu," ada nada kemarahan terdengar di telinga Andra.

__ADS_1


"Maaf, Key. Saya hanya penasaran," Andra tampak merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Dok," potong Keysha cepat.


Lampu merah membuat Andra menghentikan mobilnya. Sejenak Andra menurunkan kaca mobilnya karena ingin merasakan angin sore. Ia melirik Keysha yang berada di sampingnya tengah melamun hingga tidak menyadari ada seorang pria di samping mobil Andra sedang memperhatikannya dengan tatapan genit.


Andra langsung melongos dan menutup kembali kaca spion mobilnya begitu lampu merah berubah menjadi hijau. Mengapa setiap ada Keysha, banyak pria yang memperhatikannya? Entah mengapa perasaan Andra merasa tidak suka saat melihat pria tadi menatap Keysha. Ah apa-apaan ini? Sepertinya akhir-akhir ini Andra sudah gila karena selalu memikirkan istri orang.


"Dok, boleh tidak kita mencari makan dulu? Saya lapar," Keysha memecahkan lamunan Andra.


"Boleh. Mau makan di mana?" Entah mengapa hati Andra begitu senang saat Keysha memilih untuk makan dulu.


"Kita ke kedai bakso ya? Sudah lama sekali saya tidak makan bakso," usul Keysha yang langsung disetujui Andra.


"Mengapa kamu melihat saya seperti itu?" Andra merasa salah tingkah saat Keysha memperhatikannya.


"Padahal saya melihat biasa saja kok, Dok. Kenapa dokter salah tingkah begitu?" Gurau Keysha berusaha mencairkan kecanggungan.


"Siapa yang salah tingkah? Saya biasa saja perasaan!" Jawab Andra gugup. Ia lalu merogoh ponselnya untuk mengatasi kegugupan. Sementara Keysha meminum jus alpukat nya. Sesekali ekor matanya melirik Andra yang sedang fokus di ponselnya.


"Mengapa dia tampan sekali? Aduh apa-apaan kamu Keysha! Ingat kamu masih istri orang! Ingat statusmu! Sebentar lagi kamu akan menjadi janda."


Mereka melahap bakso yang mereka pesan di selingi obrolan ringan. Andra sesekali menatap wajah teduh Keysha yang mirip sekali dengan mantan kekasihnya jika dilihat sekilas.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan urusan perut mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Andra kemudian menepikan mobilnya saat sudah didepan rumah Keysha.


"Key, aku mempunyai sesuatu untukmu," Andra memberikan sebuah flashdisk pada Keysha.


"Ini apa, Dok?" Keysha mengernyitkan dahinya heran.


"Ini suara rekaman percakapan suamimu dan selingkuhannya. Siapa tahu kamu membutuhkannya nanti," Andra menyerahkan Flashdisk itu ke arah Keysha.


Wajah Keysha berbinar melihat barang mungil itu, ia lantas menerimanya. "Dokter merekamnya? Ya ampun! Terima kasih, Dok. Saya berhutang Budi pada dokter."


Andra tersenyum melihat Keysha segirang itu. "Sama-sama."


"Kalau begitu saya turun ya, Dok. Terima kasih tumpangannya. Terima kasih traktiran baksonya, dan terima kasih flashdisknya. Ini membantu saya sekali," suara Keysha masih saja terdengar girang.


"Sama-sama. Sesama teman harus saling membantu."


Mendadak perasaan Keysha menceos saat mendengar kata teman. Seolah kata itu menyadarkannya untuk tidak berharap lebih.


"Ah memang apa yang kamu inginkan Keysha?" Batin Keysha meradang.


Keysha segera turun dari mobilnya, namun langkahnya terhenti saat melihat Zayyan sedang berdiri di depan pintu gerbang. Bibir pria itu terkatup dengan wajah yang terlihat sangat marah. Ia lalu berjalan menghampiri Keysha. Dengan sangat cepat, Zayyan melayangkan tamparan keras pada pipi kiri Keysha.


"Wanita murahan! Pantas selama ini kamu berubah, ternyata kamu ada affair dengan teman seprofesimu?" Hardik Zayyan seraya menunjuk mobil Andra. Kilatan amarah terlihat di matanya.

__ADS_1


__ADS_2