Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Bertemu di Mall


__ADS_3

Setelah meeting, Shella memfoto copy dokumen-dokumen yang diberikan oleh Zayyan. Dengan cekatan, Shella melakukan tugasnya, disamping tujuannya untuk menggoda Zayyan Shella juga sangat menikmati profesinya sekarang karena pekerjaannya ini mempunyai salery yang besar dan tidak terlalu menguras tenaga.


"Shell!" Sapa seseorang dengan ramah.


Shella melihat Arsha manager nya sedang tersenyum memamerkan giginya yang putih dan rapi.


"Eh Pak Arsha!" Shella tersenyum ramah. Tangannya masih sibuk memfoto copy lembaran dokumen.


Arsha adalah pria tampan yang masih lajang, ia mempunyai jabatan sebagai seorang manager. Dari awal Shella masuk, Arsha sudah tertarik dengan Shella. Apalagi dengan penampilannya yang begitu seksi, membuat Arsha begitu tergoda.


"Shell, nanti kita keluar yuk! Kita rayakan hari ini. Hari ini kan kita dapatkan kontraknya sama clien Jepang itu," Arsha berbicara dengan menggebu-gebu.


"Boleh, mau ke mana?" Shella menyetujui karena rasanya bosan sekali jika sendirian di apartemen.


"Bagaimana kalau kita nonton?"


"Bagus juga, nanti kita ketemuan saja di bioskop ya?"


Arsha mengernyitkan dahinya bingung. " Gak akan dijemput?"


Sebagai seorang wanita yang sering bergonta-ganti pacar, Shella sudah tahu jika Arsha tertarik padanya. Sepertinya lumayan juga untuk selingan sebelum mendapatkan Zayyan.


"Baiklah, jemput saya di Apartemennya Lily ya, Pak?" Shella akhirnya menyetujui.


"Nah gitu dong," Arsha berkata dengan girang.


"Ehmm!!" Deheman seseorang membuat dua orang yang sedang asyik mengobrol itu sedikit terlonjak. Mereka menengok untuk melihat sang pemilik suara, dan itu adalah Zayyan. Bos mereka kini sedang menatap mereka dengan tatapan tak suka.


"Kalian di sini buat kerja, bukan ngobrol!!" Tegur Zayyan ketus.


"Maaf, Pak!" Jawab mereka berbarengan.


"Ya udah, Shell. Saya duluan. Pak Zayyan saya pamit," Arsha meninggalkan Shella dan Zayyan


"Silahkan!" Zayyan menganggukan kepalanya.


Zayyan memandangi Shella, mengapa ada perasaan tak rela saat Shella akan berkencan nanti malam dengan pria lain? Pikiran bodoh apa yang Zayyan pikirkan? Namun karena peristiwa malam itu, setidaknya dia sedikit memperhatikan Shella. Ia merasa sangat begitu bersalah sudah merusak harga diri seorang wanita. Dan wanita itu adalah Shella. Tapi apa benar hanya karena perasaan bersalah? Bukan perasaan lain?

__ADS_1


"Tolong foto kopikan dokumen yang ini, Shell!" Perintah Zayyan membuyarkan lamunannya sendiri. Ia segera mengulurkan lembaran dokumen ke arah Shella.


"Baik, Pak," Shella menerima dokumen itu dengan kedua tangannya. Ia lalu melakukan perintah dari bosnya itu.


****


Sore hari, Keysha sudah pulang dari rumah sakit, ia mengajak Zayyan untuk pergi berbelanja ke supermarket. Zayyan menunggu Keysha yang sedang berdandan. Tiba-tiba ponsel Zayyan bergetar, satu pesan WhatsApp yang masuk.


"Jangan lupa makan sore, Pak. Jangan sampai bapak sakit! Ingat Minggu depan kita akan ke Jepang," satu pesan masuk dari Shella.


Tiba-tiba saja hati Zayyan berdebar, bibirnya tertarik sedikit. Ia merasa begitu berarti disaat Keysha sibuk dan tidak perhatian padanya, ada Shella yang begitu perhatian walaupun perhatiannya karena urusan pekerjaan.


"Sayang, baca pesan dari siapa?" Tiba-tiba saja Keysha muncul tiba-tiba.


"Sayang, kau mengagetkanku!" Zayyan langsung menjauhkan ponselnya dari Keysha, ia takut Keysha membaca pesan itu.


"Dari tadi kamu asik sekali main ponsel. Sampai lupa aku sudah selesai siap-siap."


"Maaf, sayang. Itu pesan dari Client. Yuk kita berangkat!" Zayyan menggandeng lengan Keysha, sebelum Keysha bertanya lebih jauh. Keysha adalah tipekal wanita yang tidak percaya begitu saja pada perkataan orang lain. Bisa dibilang Keysha sangat curigaan dan negatif thinking.


"Iya, kamu curiga ya?" Zayyan tertawa, ia langsung memeluk Keysha dan mencium semua wajah istrinya dengan gemas. Ia begitu mencintai Keysha, walaupun Keysha selalu membuatnya kesal.


"Aku takut itu dari pelakor," Keysha berkata dengan manja, ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Zayn.


"Aku kan sudah bilang, aku bukan tipekal pria seperti itu!"


"Iya aku percaya, kalau begitu ayo kita berangkat!" Keysha melepaskan pelukan Zayyan dan menggandeng lengan suaminya.


"Yuk"


Setengah jam kemudian, mereka sudah sampai supermarket, Keysha berbelanja kebutuhan dapur dan aneka bumbu.


Saat mereka melewati lorong Pampers bayi, Zayyan menatap Pampers itu dengan nanar. Kapan Zayyan akan memasangkan Pampers itu untuk anaknya? Zayyan sudah sangat rindu dengan kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka. Zayyan membayangkan ia terbangun di tengah malam karena harus mengganti popok anaknya yang basah. Zayyan terus menatap deretan popok di rak dengan sedih. Ia sudah sangat ingin mendengar suara kehadiran bayi di rumah megahnya.


Keysha yang menyadari perubahan sikap Zayyan hanya menghela nafas, setelah ini ia berjanji akan mengikuti program hamil.


"Sayang, aku lapar. Nanti kita ke restoran dulu!" Ajak Keysha saat mereka sudah di meja kasir.

__ADS_1


"Ayo!"


Zayyan membawa barang belanjaan Keysha, mereka mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka. Akhirnya mereka memilih restoran Jepang.


"Pak Zayyan?" Seru seseorang yang membuat Zayyan dan Keysha seketika menoleh.


Zayyan begitu terkejut saat melihat Shella dan Arsha yang berada di belakangnya. Ia sangat takut Keysha tahu jika Shella adalah sekretaris pribadinya. Zayyan belum membicarakan tentang sekretaris yang baru pada istrinya itu.


"Perkenalkan sayang ini Arsha dan Shella mereka karyawan di perusahaa kita!" Zayyan mendahului Shella yang akan memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Shella, Nyonya!" Shella menyodorkan tangannya pada Keysha.


"Salam kenal. Nama saya Keysha," Keysha menjabat tangan Shella dengan ramah.


"Ternyata istri Zayyan lumayan juga tapi masih kalah cantik denganku," batin Shella sinis.


Keysha langsung melihat gelagat yang aneh dari Shella, ia merasa tidak nyaman dengan cara berpakaian Shella yang seksi dan sedikit berani. Hari ini, Shella mengenakan rok mini dipadu dengan baju aksen yang mengekspos bagian bahunya.


"Oh iya ini Arsha, manager di perusahaan," Zayyan memperkenalkan Arsha.


"Selamat sore, Bu!" Arsha berkata dengan ramah.


"Selamat sore, Arsha!!" Keysha tersenyum ke arah pria itu.


"Ya sudah saya duluan ya? Ayo sayang kita pesan makanannya! Katanya kamu sudah lapar," Zayyan menjawil hidung mancung Keysha.


"Ayo, sayang! Kalau begitu kami duluan ya?" Pamit Keysha seraya menggandeng lengan Zayyan.


"Silahkan, Nyonya!" Jawab arsha dengan ramah.


"Berpuas-puaslah kalian bermesraan! Karena mungkin esok hari kalian sudah saling benci," Shella tersenyum menyeringai.


Shella tidak fokus dengan makanan di meja nya, ia menatap sebrang meja yang tengah ditempati Keysha dan Zayyan. Mereka terlihat mengobrol dengan ringan diselingi tawa.


Sesekali Zayyan menyuapi istrinya itu dengan penuh kasih sayang, membuat Shella begitu panas. Sesekali Zayyan mencium pipi Keysha, seakan ia tak malu memamerkan kemesraannya di muka umum.


Lihatlah Keysha, esok aku yang akan menggantikanmu. Aku akan merebut Zayyan dengan caraku!

__ADS_1


__ADS_2