
Keysha merekam semua apa yang dilihatnya, termasuk saat Zayyan dan Shella melakukan hal kotor itu. Akan tetapi, ia berencana akan memotong adegan vulgar itu atau mensensornya. Ia hanya akan menampilkan adegan di mana Zayyan melindungi Shella dari pukulan bar-bar Rena.
"Dasar anak kurang ajar! Jangan halangi aku! Aku akan memberikan pelajaran pada j*lang ini!" Maki Rena pada Zayyan.
Wanita paruh baya itu berusaha terus untuk menggapai tubuh Shella. Emosi Rena begitu meledak, apalagi saat ia mengingat peristiwa di mana Shella mempermalukannnya kemarin. Bahkan Shella sengaja mendorong seorang pelayan yang tengah membawa minuman ke arah Rena. Tentu saja baju Rena langsung basah karena ulah dari Shella tersebut.
Rena begitu membenci selngkuhan putranya itu, terlebih mengingat fakta bahwa Shella adalah anak dari musuh bubuyutannya. Rena seakan bertambah murka mengingat fakta itu. Rena terus menyingkirkan tubuh Zayyan yang menghalangi antara dirinya dan Shella. Spontan Zayyan memeluk Rena, ia lalu menarik Rena menjauhi Shella dan menenangkan sang ibunda tercinta. "Ma, Zayyan mohon jangan seperti ini!"
Tatapan Zayyan kemudian beralih pada Keysha yang masih melihat adegan dramatis itu dengan termangu. Zayyan mendekati Keysha, ia bersimpuh di kaki istrinya.
"Maafkan aku, Key. Aku khilaf!" Lirih Zayyan seraya masih bersimpuh di bawah kaki wanita yang sudah ia khianati.
Dengan spontan Keysha mengayunkan kakinya, ia menendang Zayyan hingga wajahnya terjengkang ke belakang. "Jangan sentuh aku dengan tubuh kotormu itu! Aku tidak ada wakti untukmu karena bekerja membantu perekonomian kita agar semakin membaik. Tapi kamu malah bermain gila dengan sekretaris liarmu ini! Selama ini aku begitu mempercayaimu. Selama ini aku sudah memberikan yang terbaik untuk pernikahan kita. Jika alasanmu berselingkuh karena aku yang selalu tidak ada waktu, mengapa waktu itu kamu menikahiku?" Keysha menumpahkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya.
"Ampun, Key! Ampun!" Zayyan menangis.
"Zay, kamu apa-apaan sih! Jangan rendahkan dirimu seperti ini!" Shella membangunkan Zayyan dan menatap penuh benci pada Keysha dan Rena.
"Lepaskan aku, Shell! Aku memang salah! Aku sudah mengkhianati istriku!!" Sesal Zayyan, ia lalu menepis tangan Shella dengan kasar.
Shella terperanjat atas apa yang Zayyan lakukan padanya, ia menarik tangan Zayyan dan segera menangkup kedua Pipi pria yang tengah menangis itu.
__ADS_1
"Sudah lepaskan Keysha! Kita bisa hidup bersama-sama tanpa ada bayangan wanita mandul itu!" Shella mempengaruhi pikiran Zayyan, membuat Keysha dan Rena semakin murka.
Namun Keysha tak melakukan kontak fisik dengan Shella, pasalnya apartemen ini dilengkapi dengan CCTV. Dokter cantik itu tidak boleh gegabah dan melakukan tindakan anarkis. Ia takut Shella dan Zayyan memanfaatkan moment itu untuk menyudutkannya.
"Menantu saya lebih baik dari kamu, dasar wanita l*nte, wanita murahan! Menantu saya wanita terhormat, dia wanita baik-baik dan tentunya dia seorang dokter bukan p*lacur seperti kamu!! Pasti sifat kotormu ini menurun dari si Ine, si pelakor itu!" Rena masih saja memperlihatkan kemurkaannya, ia berusaha menggapai tubuh Shella, namun Keysha menahannya.
"Sudahlah, Ma. Biarkan penghianat dan p*lacur ini bersatu. Jangan buang energi kita! Mari kita pulang!" Ajak Keysha seraya menggandeng lengan Rena dan keluar dari dalam apartemen yang diberikan oleh Zayyan untuk Shella.
"Mama beri satu pilihan, kamu ikut mama atau kamu tinggal di sini. Tapi kalau kamu tidak mau ikut mama, mama tidak akan menganggapmu sebagai anak lagi! Mama menyesal melahirkan kamu Zayyan. Melahirkan seorang anak pengkhianat sepertimu. Sudah diberi berlian seperti Keysha, kamu malah mengambil batu kali yang penuh dengan kotoran seperti dia!!" Rena menitikan air matanya sembari menunjuk Shella dengan penuh kebencian.
Zayyan tersentak mendengar ucapan wanita yang melahirkannya. Seumur hidup, Zayyan belum pernah mendengar ucapan menyakitkan seperti itu dari ibunya. Selama ini memang Rena selalu saja membanggakan dirinya.
Keysha segera menarik tangan Rena dan keluar menjauhi apartemen itu. Mereka berjalan beriringan dengan hati yang terluka. Apalagi perasaan Rena, ia merasa menjadi ibu yang gagal karena telah gagal mendidik puteranya.
"Ma, ini semua bukan kesalahan mama. Jangan salahkan diri mama! Ayo kita pulang, Ma! Keysha sudah terbiasa kok dengan pemandangan tadi," Keysha tersenyum getir.
Rena menatap wajab Keysha yang penuh dengan nestapa. Ia menyentuh tangan menantunya untuk sedikit menguatkan. Keysha lalu mengemudikan mobilnya, meninggalkan apartemen mewah itu. Menit berikutnya, Zayyan terlihat berlari menuju arah parkiran. Tak digubrisnya tatapan heran orang di sekitarnya karena pria itu hanya memakai celana boxer dan bertelanjang dada.
"Ma, Key!!!!" Teriaknya, Zayyan menyugar rambutnya frustasi. Kini rumah tangga yang ia bangun selama lima tahun di ujung kehancuran.
****
__ADS_1
Rena sudah sampai di rumahnya. Ia diantarkan oleh Keysha. Sesekali Rena mengusap air matanya yang terjatuh begitu saja.
"Mama kenapa? Kok udah pulang?" Tanya Fikri, adik laki-laki Zayyan.
Rena tidak menjawab. Ia hanya terus menangis membuat Fikri dan Raika anak bungsu Rena panik.
"Mama kenapa sih? Ada apa?" Tanya Raika dengan tegang.
Tangisan Rena terdengar sampai kamar suaminya, Hanan. Pria itu segera memutar kursi rodanya dan melajukannya menuju ruang keluarga. Ia melihat Rena duduk sambil menangis.
"Zayyan, dia selingkuh di belakang Keysha, Pa! Bahkan mama lihat mereka sedang berzina. Dan lebih mengejutkan lagi, perempuan itu adalah anak dari Ine, musuh mama," Rena langsung to the point menceritakan apa yang dilihatnya pada suaminya yang memandangnya dengan wajah penasaran.
Raika menutup mulut dengan tangannya, ia merasa syok mendengar perilaku kakaknya yang selama ini ia banggakan.
Rahang Hanan mengeras mendengar penuturan Rena. Meskipun belum bisa berbicara dengan lancar, namun gurat wajah marah dan kecewa tergambar jelas di wajah pria paruh baya itu. Ia sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan Zayyan. Keluarga Zayyan berasal dari keluarga yang berpendidikan. Sebelum mengalami stroke, Hanan berprofesi sebagai guru SD. Dia begitu baik mendidik anaknya untuk menjadi manusia yang beradab dan beretika. Namun ucapan Rena tadi membuatnya berkecil hati, ia sudah gagal mendidik Zayyan.
"Lalu, bagaimana? Apa yang akan kita lakukan Ma?" Fikri kali ini yang bersuara.
"Mama tidak tahu, Fik. Apalagi kakakmu itu mempunyai surat perjanjian pra nikah bersama kakakmu Keysha. Kalau Keysha menggugatnya, kakakmu akan kehilangan semua harta dan aset yang selama ini ia kumpulkan," Rena memijit pelipisnya. Merasa pusing dengan masalah yang pelik ini.
"Rumah ini, kendaraan kak Fikri dan Raika juga masih atas nama kak Zayyan, Ma. Apa kak Keysha akan menggugatnya? " Raut wajah cemas tergambar jelas dari wajah Raika. Ia tak sanggup membayangkan bila Keysha mengambil semuanya dan mereka jatuh miskin seketika.
__ADS_1
"Mama yakin Keysha tidak akan mengambil rumah ini. Jika aset dan perusahaan kakakmu pasti akan Keysha ambil. Biarlah mama tidak peduli, biarkan dia tidur dengan wanita itu di kolong jembatan," seloroh Rena masih tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Hanan hanya menghela nafas, ia tak menyangka cobaan besar ini hinggap di keluarganya yang begitu tentram dan damai. Apalagi anak yang selalu ia banggakan seperti melempar kotoran ke wajahnya.