
Malam ini Rena bersama Hanan dan keluarga besarnya menyambangi rumah keluarga Keysha. Mereka disambut dengan sambutan hangat oleh Sagara dan Kania selaku orang tua Keysha. Sedangkan Keysha, ia baru saja pulang, dan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menyambut keluarga calon mantan suaminya itu.
"Ayo silahkan di minum tehnya!" Kania mempersilahkan dengan ramah.
Seorang asisten rumah tangga d irumah Keysha pun menghidangkan beberapa camilan untuk keluarga Zayyan.
"Iya, Jeng Kania. Terima kasih," jawab Rena dengan tak kalah hangat.
Keysha segera datang dengan setelan baju piyamanya. Ia menyalami keluarga Rena dengan takjim serta memeluk Fikri dan Raika dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa, Ma? Tumben malam-malam ke sini?" Tanya Keysha dengan senyum manisnya.
"Em, kami ke sini untuk meminta maaf pada Bu Kania dan pak Sagara. Meminta maaf atas prahara rumah tangga anak-anak kita. Maafkan kebodohan anak kami pada putri kalian," kali ini Hanan yang bersuara. Sebagai kepala keluarga, memang ia harus meminta maaf perihal kelakuan Zayyan.
Suasana berubah hening, Kania dan Sagara saling menatap satu sama lain. Seolah terkejut dengan maksud kedatangan keluarga Zayyan.
"Ini bukan salah Pak Hanan atau pun Bu Rena. Saya yakin kalian sudah mendidik Zayyan dengan benar. Akan tetapi, terkadang sifat manusia itu gampang sekali tergoda oleh kesenangan sesaat, dan saya menilai Zayyan sedang berada di posisi itu," jawab Sagara bijak, ia kemudian membetulkan letak kaca matanya.
"Saya juga tidak menyesali telah memberikan putri saya pada Zayyan, itu adalah murni pilihan Keysha. Namun untuk semua yang telah terjadi, saya sering menasihati anak saya bahwa ini adalah cobaan dan ujian yang harus dilalui dengan kesabaran. Memang saya sangat marah dengan Zayyan. Akan tetapi, saya mencoba bijak dengan tidak mencampuri urusan rumah tangga mereka hingga mereka sah bercerai," lanjut Sagara lagi dengan penuh kewibawaan.
__ADS_1
"Terima kasih karena tidak melibatkan kami, pak Sagara. Saya sangat beruntung mempunyai besan sebijak anda. Saya juga bingung mengapa Zayyan sebodoh itu. Apalagi dia berselingkuh dengan seorang model yang pernah menjadi model majalah dewasa," Hanan merasa frustasi dengan perilaku anak sulungnya. Ia tak habis pikir mengapa Zayyan bisa sejauh itu memiliki hubungan dengan Shella. Hanan merasa tidak mengerti dengan pikiran putranya.
"Kami harap setelah ini, jangan sampai tali persaudaraan kita terputus ya, jeng Kania?" Sela Rena dengan tatapan sedihnya.
"Tidak akan. Jeng Rena bisa ke sini sesuka hati Jeng. Kita bisa belanja bareng seperti dulu. Jangan khawatir! Tak akan ada yang berubah di antara kita," Kania menggenggam lengan Rena menenangkan.
"Oh ya, Pa, Ma. Tadi Shella dan Zayyan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit tempat Keysha bekerja. Keysha juga yang memeriksa Shella, kalian akan segera mempunyai cucu," ucap Keysha dengan wajah sendu.
Keluarga Zayyan terbelalak kaget mendengar ucapan Keysha. Apalagi Hanan, ia mengepalkan tangannya mencoba menahan emosi yang tiba-tiba memenuhi dadanya. Sedangkan Fikri mengelus tangan Hanan seolah menenangkan. Apalagi Hanan baru saja sembuh dari pemyakit stroke nya.
"Sampai matipun aku tidak akan merestui mereka! Aku juga tidak akan pernah menerima anak haram mereka menjadu bagian keluargaku!" Geram Rena terdengar oleh Keysha.
"Kak Zayyan, memang tidak tah malu" Lirih Raika dengan mata berkaca-kaca. Raika tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia berada di posisi Keysha. Sementara Sagara dan Kania saling beradu pandang. Merasa terkejut dengan perilaku Zayyan yang semakin menjadi-jadi.
"Jahat sekali mereka memeriksakan kehamilan kepada kak Keysha. Terbuat dari apa hati mereka?" Fikri ikut geram mendengar kelakuan kakak sulungnya itu.
"Ma, pa, kalian ingat waktu kami akan menikah? Kami membuat surat perjanjian pernikahan. Isinya adalah di mana jika seseorang di antara kami berkhianat, maka orang itu tak akan membawa sepeserpun dari harta yang telah kami kumpulan selama menikah. Bolehkah Keysha memakai surat itu, Ma? Keysha bukan tamak dan ingin menguasai harta Zayyan. Namun tak adil rasanya jika selingkuhannya itu ikut merasakan harta yang telah kami kumpulkan. Keysha sangat yakin jika Shella mendekati Zayyan karena harta. Apalagi selama lima tahun ini uang nafkah dari Zayyan, Keysha tabung dan tidak semua dibelanjakan. Gaji Keysha pun seluruhnya ditabung untuk dibelikan berupa aset. Akan tetapi, sekarang Zayyan memakainya untuk memanjakan selingkuhannya itu. Ia juga memberikan wanita itu kartu kredit tanpa batas," jelas Keysha serius.
"Mama sangat tahu wanita itu, Key. Dia mendampingi Zayyan karena mengincar hartanya. Maka dari itu kami tidak masalah jika kamu mengambilnya," tukas Rena.
__ADS_1
Walaupun Rena sedikit keberatan, mengingat hidup mereka bergantung dari perusahaan Zayyan. Setiap bulan memang Zayyan memberikan jatah bulanan untuk keluarganya dan itu sangatlah besar, sehingga Rena dan keluarganya bisa hidup berkecukupan bahkan bisa berlibur keluar negeri.
"Semua aset yang dibangun bersama Kesyha akan Keysha ambil, Ma. Namun untuk perusahaan, Keysha tahu itu adalah murni hasil kerja keras Zayyan. Bagaimana jika Keysha berpura-pura mengambilnya? Setelah itu Keysha berikan pada kalian. Dari pada perusahaan itu jatuh kepada tangan Shella," Keysha seolah tahu dengan wajah Rena yang sedikit keberatan.
Wajah Rena kembali berbinar. Wanita paruh baya itu tersenyum senang. "Kalau begitu mama setuju, Key. Biarlah Zayyan dan Shella memulai hidupnya dari nol."
Mereka setuju dengan usulan Keysha, menemukan sebuah solusi untuk membuat Zayyan dan Shella jera. Lagi pula, Rena pun tidak sudi Shella menikmati kekayaan anaknya. Apalagi Shella adalah anak dari wanita yang Rena benci.
****
Hari ini adalah sidang kedua. Keysha dan Zayyan sepakat menghadiri sidang hari ini. Mereka bertemu di tempat parkir. Zayyan sama sekali tak melewatkan menatap Keysha begitu saja. Ia memandangi Keysha dengan sangat lama seolah mereka tak akan bertemu lagi. Namun Keysha bersikap dingin dan tak peduli. Keysha berjalan santai dengan tampilan modisnya.
Zayyan mengekori Keysha menuju ruang sidang. Di depan hakim, Keysha menjelaskan semua alasan yang membuat ia mantap untuk bercerai. Semua Keysha katakan tanpa ada yang ditutupi. Ia sangat percaya diri karena merasa di pihak yang benar.
Sementara Zayyan, ia dan pengacaranya begitu kekeuh menolak perceraian ini. Zayyan pun mengaku sudah menikah siri. Jadi tindakan mereka bisa dilegalkan dan tidak termasuk ke dalam unsur perzinahan. Lagi-lagi Keysha terkejut mendengarnya. Keysha baru saja mengetahui Zayyan sudah menikahi Shella. Hatinya semakin bergemuruh hebat.
Suasana sidang berlangsung dengan alot, karena Keysha kekeuh untuk bercerai. Sedangkan Zayyan bersikeras ingin melanjutkan pernikahan dan berjanji akan memperbaikinya. Mereka pun membahas tentang perihal surat perjanjian pernikahan yang pernah ditanda tangani oleh Zayyan.
Melihat surat perjanjian itu dikeluarkan oleh pengacara Keysha, Zayyan meneguk salivanya. Ia tak menyangka jika Keysha akan menjadikan surat pra nikah itu sebagai senjata. Sehingga suasana sidang semakin memanas, dan pengacara Zayyan semakin mengotot kepada hakim untuk membatalkan gugatan cerai itu. Kedua belah pihak tidak ada mau yang mengalah, hingga akhirnya hakim mengetuk palu untuk menunda sidang kedua karena suasana yang semakin tidak kondusif.
__ADS_1