Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Antara Ine dan Fira


__ADS_3

Ine bertemu dengan kekasihnya yang bernama Hadi di sebuah hotel bintang lima yang ada di pusat kota. Ine begitu kesal karena Shella datang ke apartemen dan mengambil barang-barang mewah milik putrinya itu. Ine tentu merasa sangat keberatan. Menurutnya semua barang yang sudah masuk ke dalam apartemennya adalah miliknya.


"Kenapa kamu kesal gitu, sayang?" Jawab Hadi yang tak lain adalah kekasih gelap ini.


Disebut kekasih gelap karena Hadi sudah memiliki istri yang bernama Fira. Fira tak lain dan tak bukan adalah teman sosialita Ine. Fira kerap kali arisan bersama Ine maupun Rena. Ine tentunya tahu Hadi adalah suami dari Fira. Tapi ia tidak mau ambil pusing dengan fakta itu. Ine tidak peduli dengan Fira. Masa bodoh dengan pertemanan, yang penting Hadi bisa memberikan kemewahan padanya. Hadi adalah pria yang bekerja di kapal pesiar milik Singapura. Hadi sendiri mempunyai jabatan teratas di deck departement itu sebagai Kapten Kapal. Tentu pundi-pundi rupiah yang dihasilkan Hadi tidaklah main-main. Hal itu yang membuat Hadi bisa memberikan kemewahan kepada Ine, kekasih gelapnya.


"Kesel sama anak aku," Ine mengerucutkan bibirnya.


"Jangan kesel-kesel dong! Aku bawain kamu oleh-oleh nih!" Hadi memberikan bingkisan kepada Ine. Wanita dua anak itu langsung menyergap tas belanjaan yang Hadi berikan.


"Sayang, ini tas LV asli kan?" Mata Ine berbinar.


"Asli dong. Masa aku beli tas KW!" Hadi memeluk Ine dari belakang.


Hadi menggendong Ine ke ranjang. Tentu saja untuk memuaskan ha-sratnya yang dahaga. Fira sebagai istrinya memang jarang me-muaskannya. Hadi sudah cukup bosan dengan wanita yang sudah memberikannya tiga orang anak itu. Hadi segera melakukan penyatuan dan bersama mereguk keni-kmatan yang haram itu. Hadi sama sekali tidak berpikir mengenai keluarganya. Jika bersama Ine, Hadi seolah lupa segalanya.


"Kamu emang terbaik!" Hadi mengelus wajah Ine lembut. Mereka baru saja selesai melakukan hal kotor itu.


"Aku bakal ceraikan Fira dan nikahin kamu," Hadi bertutur dengan lembut.


"Kenapa Mas mau ceraikan si Fira?" Ine bersandar di dada Hadi yang masih bertel-anjang dada.

__ADS_1


"Kamu selalu bisa pu-asin aku, sayang!" Hadi menci-um Ine dengan agresif.


"Mas!" Ine terkekeh ketika pria itu memulai kembali yang di inginkannya.


Sementara itu di luar hotel, Fira sedang menatap nyalang ke arah pintu di mana suami dan selingkuhannya tengah memadu kasih. Fira mengepalkan tangannya. Berusaha menekan agar emosinya tidak meledak saat ini. Fira ingin sekali membuat keributan dan menjambak Ine. Menjambak teman arisannya itu. Tapi Fira tahan, ia harus berpikir cerdik untuk menghancurkan Ine. Fira pun memilih untuk segera pergi dari sana.


Setelah melayani Hadi yang tidak ada lelahnya, Ine pun bersolek untuk datang ke acara arisan bersama teman-teman sosialitanya. Arisan seperti biasa diadakan di sebuah restoran mewah. Ine datang dengan tas LV yang baru saja diberikan oleh Hadi. Ia berjalan dengan penuh percaya diri. Ine seolah ingin semua mata memandang tas branded yang tengah ia pakai.


"Hallo semua!" Sapa Ine kepada semua teman-teman arisannya yang sedang mengobrol. Di sana juga terlihat ada Fira istri dari Hadi. Tak lupa Rena pun terlihat di perkumpulan ibu-ibu sosialita itu. Ine tersenyum sinis melihat ibu dari Zayyan itu.


"Eh ada Jeng Rena? Jeng, kenapa masih bisa ikut arisan? Bukannya anak situ udah jatuh miskin?" Ine tertawa menghina Rena yang kini tengah menyeruput teh hijau di tangannya dengan anggun.


"Jatuh miskin?" Rena mengernyitkan dahinya.


Mata Ine terbelalak. Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana bisa Rena membeli tas mahal senilai milyaran itu? Setahu Ine keluarga mereka sudah jatuh miskin. Tapi Ine lupa jika adik Rena yang mengendalikan perusahaan.


"KW kali ah, Jeng! Bagaimana bisa Jeng Rena mampu beli? Secara kan anaknya cuma jadi jongos sekarang di perusahaannya," Ine menampik tas yang dikenakan oleh Rena.


"Duh Jeng Ine, itu tas asli kok. Original banget. Jeng lupa kalau aku kerja jual beli tas branded?" Astrid membela Rena, karena tas yang Rena kenakan memanglah tas asli produk Hermes.


"Ya biasalah, Jeng. Mungkin Jeng Ine merasa kalah saing. Padahal aku gak ada lho niat buat menyaingi Jeng Ine," Rena berkata dengan anggun.

__ADS_1


"Duh Jeng Ine gak bolehlah begitu, Jeng Ine lupa kalau Jeng Rena yang udah bantuin anaknya? Jeng Rena sampai ngasih kerjaan ke Shella jadi asisten rumah tangga di rumahnya," timpal ibu-ibu yang lain.


"Jadi asisten rumah tangga gimana?" Ine menautkan alisnya penuh dengan amarah.


"Anakku model lho, Jeng! Shella anakku itu model papan atas. Jangan dibilang asisten rumah tangga! Aku sebagai ibunya gak terima dong!" Ine menjawab ngegas.


"Ini bukannya anak kamu ya?" Fira yang sedari tadi diam mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto ketika Shella membersihkan kaki temannya saat arisan di rumah Rena.


Mata Ine membola. Ia terkejut melihat foto yang menampilkan Shella tengah membersihkan kaki dari teman sosialitanya.


"Ini pasti editan!" Ine masih tak percaya.


"Ada kok Jeng videonya," Fira menggeser foto itu dan memperlihatkan video yang berisi Shella tengah membersihkan kaki salah satu temannya. Tentu saja Fira sengaja merekam karena tahu jika Shella adalah anak dari Ine.


"Ini gak seperti yang kalian lihat! Kurang ajar banget kamu Rena perlakuin anak aku kaya gitu. Jahat banget kamu sebagai mertua!!" Emosi Ine meluap-luap sambil melihat wajah Rena dengan garang.


"Mertua? Duh Jeng Ine jangan ngawur ah! Siapa yang punya menantu kaya Shella? Aku kasih dia pekerjaan di rumahku karena kasian aja sama anak Jeng," Rena masih membalas dengan anggun. Rena mengambil kue lalu memakannya dengan anggun. Tak lupa Rena langsung mengelap bibirnya dengan tisu.


"Jeng-jeng jangan percaya wanita ini deh! Dia itu bener-bener besan aku alias mertuanya si Shella," Ine masih berusaha meyakinkan teman-temannya.


"Gini deh Jeng, Jeng ada bukti gak kalau Shella tuh nikah sama anaknya Jeng Rena? Bukti video atau foto pas mereka nikahan gitu, atau foto surat nikahnya!" Tantang Astrid yang membuat wajah Ine semakin kesal saja.

__ADS_1


Tentunya Ine tidak mempunyai semua bukti itu karena pernikahan Shella dan Zayyan tidak diketahui olehnya. Pernikahan mereka pun tidak sah secara agama maupun hukum. Jadi, apa yang akan Ine tunjukan? Sementara itu Fira yang sedari tadi diam mendapatkan sebuah ide bagaimana ia menghancurkan Ine yang sudah berani masuk ke dalam bahtera rumah tangganya. Fira pun tersenyum licik sambil menatap wajah Ine yang kesal.


__ADS_2