Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Membuat Keysha Menangis


__ADS_3

"Apa kamu suka?" Tanya Andra yang membuat tubuh Keysha seketika meremang.


Keysha mengatasi kegugupannya, ia mencoba rileks dengan menyandarkan tubuhnya di dada bidang Andra. Mereka menikmati pemandangan yang memanjakan mata. Sementara Andra masih melingkarkan tangannya di pinggang ramping Keysha.


🎵Ku ingin selamanya Mencintai dirimu,


sampai saat ku akan menutup mata dan hidupku


Ku ingin selamanya ada disampingmu,


menyayangi dirimu sampai waktu kan memanggilku. 🎵


Andra menyanyikan lagu lawas kesukaannya. Sejenak Keysha terpaku. Ia memuji suara Andra yang sangat merdu. Kemudian Andra melanjutkan nyanyiannya lagi, Keysha hanya diam mendengarkan.


Beberapa menit kemudian Andra melepaskan pelukannya. Pria itu berjalan menuju meja yang di atasnya ada aquarium besar yang penuh dengan ikan hias. Kemudian Andra membuka laci meja itu, ia mengambil sesuatu dari dalam laci itu.


"Kamu bawa apa?" Tanya Keysha penasaran.


"Ish! Panggil aku sayang!" Andra mencebik, ia lalu menggandeng lengan Keysha menuju meja hias.


Kemudian Andra membuka kotak yang berwarna biru. Isinya adalah kalung yang mempunyai mata berlian. Kalung itu adalah merk C*rtier dengan edisi terbaru dan terbatas.


"Ya ampun cantiknya!" Keysha tersenyum, terpana dengan kecantikan kalung yang sederhana namun bernilai fantastis itu.


"Ini untuk istriku yang sangat aku cintai!" Sahut Andra, ia lalu memakaikan kalung itu di leher jenjang Keysha.


Kemudian pria tampan itu memeluk lagi Keysha dari belakang. Menghirup ceruk leher Keysha sangat dalam. Andra membalikan tubuh Keysha, mereka kini saling berhadapan.


"Istriku cantik sekali!" Andra membelai wajah Keysha, membuat wanita cantik itu tersipu.


"Gombal terus dari tadi!" Keysha memukul pelan dada bidang Andra, membuat Andra tertawa kecil.


Mereka saling berpandangan, namun dering ponsel Andra membuyarkan pasangan yang sedang di mabuk asmara itu.


"Angkatlah dulu!" Titah Keysha, Andra mendecakan lidahnya dengan kesal karena merasa terganggu.

__ADS_1


Andra berjalan ke dekat nakas, tempat ponsel nya diletakan. Selagi menunggu Andra mengangkat telepon, Keysha mengamati interior yang ada di kamar barunya. Ia kemudian mengamati aquarium yang penuh dengan ikan hias yang indah. Ia mengernyitkan dahinya saat melihat foto wanita yang berada di dalam rumah ikan. Foto itu sangat jelas, sekilas mirip dirinya.


"Siapa dia?" Keysha berbicara sendiri. Hatinya merasa terluka saat melihat wanita itu. Apa wanita itu Nadien? Yang dibicarakan oleh Sagara saat waktu itu Keysha tak sengaja mendengar perdebatan antara Sagara dan Andra? Keysha sibuk menerka-nerka dengan asumsi negatif di pikirannya.


Lalu mengapa masih ada foto Nadien di dalam rumah ini? Atau memang Andra menikahi Keysha karena dia belum bisa melupakan Nadien? Ya Tuhan, cobaan apalagi ini? Keysha ingin sekali menangis.


"Sayang, aku sudah mengangkat teleponnya," Ucap Andra yang berdiri di belakang Keysha. Namun tak ada jawaban dari wanita yang baru saja menyandang status sebagai istrinya itu.


"Sayang?" Panggil Andra lagi saat melihat bahu Keysha berguncang pelan.


"Sayang, kamu menangis?" Andra panik, ia lalu membalikan tubuh Keysha. Ditatapnya mata Keysha yang sudah basah oleh air mata.


"Jangan sentuh aku!" Lirih Keysha, ia berjalan mundur mencoba menjauhi suaminya yang berusaha menjangkaunya.


"Mengapa ada foto wanita lain di kamar kita? Apa karena wanita itu kamu menikahiku? Apa karena wajahku dengan dia mirip?" Tanya Keysha, tangannya menunjuk ke arah foto yang terpampang dengan epik di dalam rumah ikan hias.


Foto itu dihias dengan bingkai anti air. Maka tak heran foto itu bisa terpampang dengan cantik di dalam aquarium. Dengan raut wajah yang sendu, Keysha menjaga jarak dari suaminya . Ia tak membiarkan Andra untuk menjelaskan semuanya. Keysha masih saja menjauh saat Andra akan mendekatinya.


"Key! Dia adalah mantan kekasihku yang sudah tiada. Namanya Nadien. Maafkan aku, Key! Aku lupa tidak menyingkirkan foto di dalam aquarium itu. Sepertinya pekerja yang mengerjakannya tidak menyadari ada foto di sana. Aku tahu wajah kalian sekilas mirip, tapi aku mencintai kamu bukan kamu mirip Nadien, Key! Sejak mengenal kamu, aku sudah mengikhlaskan Nadien selamanya. Aku hanya mencintai kamu sebagai Keysha bukan Nadien. Tolong percaya padaku!" Jelas Andra, berharap Keysha percaya. Andra sangat merasa bersalah atas keteledorannya.


"Bohong!!" Keysha berseru, Andra semakin panik saja saat tahu Keysha masih tak percaya pada penjelasannya.


"Sayang, dengarkan aku! Aku mencintai kamu karena kamu wanita tangguh, Key! Aku mencintaimu karena sifat sabarmu. Aku menganggap kamu dan Nadien adalah dua orang yang berbeda. Aku mohon kamu percaya! Nadien sudah pergi. Aku pun melanjutkan hidupku dengan kamu sebagai istriku. aku sudah mengubur kenangan kelam ku bersama Nadien, tolong kamu percaya!" Ratap Andra dengan sorot mata penuh dengan permohonan.


Keysha menggeleng, ia akan meninggalkan kamar namun dengan sigap Andra menahannya.


"Jangan pergi meninggalkan kamar ini, Key! Biar aku saja yang pergi. Kamu bisa merenungkan semuanya. Tapi kamu harus tahu, aku sudah melupakan Nadien. Awalnya memang aku melihatmu sekilas mirip dia. Akan tetapi, saat kita bersama aku mencintaimu sebagai Keysha bukan Nadien. Dia sudah tenang di sana, Key. Aku pun ingin bahagia bersama kamu di sini!" Jelas Andra. Matanya memerah. Ia merasa gagal menjadi suami. Di malam pertamanya, ia membuat wanita yang sangat dicintainya menangis.


Keysha tak bergeming, ia diam seribu bahasa. Sudut hati terdalamnya percaya dengan perkataan dokter tampan itu, karena Andra bukan tipekal pria yang suka berdusta. Keysha begitu mengenali sifat Andra karena mereka sudah bekerja lama di rumah sakit milik Sagara. Namun Keysha gengsi jika harus menahan Andra untuk pergi.


"Aku sementara akan diam di luar! Sampai kamu percaya padaku! Aku berikan waktu untukmu merenungkan semuanya, Key!" Andra tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan.


Andra berjalan menuju aquarium yang besar itu. Ia lalu mematikan aquarium itu hingga aquarium itu terlihat gelap. Andra tak mau Keysha terus memperhatikan foto mantan kekasihnya yang telah tiada. Rencananya besok Andra akan menyingkirkan aquarium itu di dalam kamarnya. Ia tak mau kenyamanan Keysha terusik. Kemudian Andra keluar dari dalam kamar itu, Keysha menghembuskan nafasnya gusar. Dia jadi merasa bersalah pada suaminya.


"Ya Tuhan, aku harus bagaimana?" Keysha berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Keysha berjalan menuju tempat tidur, ia duduk di atas kasurnya yang empuk. Pikirannya sangat kacau. Keysha merasa tadi begitu keterlaluan pada Andra. Seharusnya Keysha mendengarkan terlebih dahulu penjelasan Andra. Keysha kini menyesali kejadian tadi, namun ia masih saja mempertahankan harga dirinya. Keysha tak mau mendatangi Andra.


Keysha mengayunkan kakinya, tak sengaja kakinya menyenggol kotak yang dibungkus dengan kain kado bergambar menara Eiffel dan gambar hati. Tertulis di sana untuk istriku Keysha. Keysha pasti bisa menebak bahwa itu adalah kado yang diberikan Andra padanya. Rasa bersalah kian menyeruak di dalam dadanya. Keysha mengambil kotak itu, ia lalu membukanya. Mata Keysha melebar saat melihat sebuat lingerie berwarna merah transparan berukuran mini dan kurang bahan.


"Ya ampun!" Keysha tiba-tiba saja menjadi gugup, ditariknya kertas yang ada di dalam kotak itu.


Sayang, aku harap kamu memakai ini di malam pertama kita. Pasti kamu akan terlihat lebih cantik.


Keysha tersenyum saat membaca kertas itu, jujur saja Keysha sebelumnya tak pernah memakai baju dinas seperti itu. Namun Keysha tidak mau mengecewakan Andra, ia berdiri dari duduknya. Keysha berjalan ke arah kamar mandi yang ada di kamar itu, ia lalu mencobanya.


Keysha mengamati dirinya di kaca westafel yang sangat besar, ia memutar-mutar tubuhnya. ia melihat tubuhnya yang terekspose dengan sempurna. Juga bagian tubuh bawahnya pun hanya ditutupi kain segitiga yang mini.


"Ya ampun, aku seperti seorang penggoda!" Keysha berbicara pada dirinya sendiri. Namun ia mengingat perselingkuhan Zayyan, Keysha tak mau terulang lagi. Ia harus bisa melayani Andra dengan baik. Ia juga harus belajar agresif, toh agresif pada suami sendiri.


"Kamu harus berani, Key!" Keysha menyemangati dirinya sendiri, mengapa dia yang berbalik menggoda Andra? Keysha menganggap ini adalah permintaan maafnya atas kejadian tadi.


"Ya Tuhan, ini sangat memalukan!" Keysha berbicara sendiri, namun ia menyisir rambut panjangnya dengan jarinya. Keysha menggerai rambut panjangnya yang baru saja ia Curly.


Keysha menghembuskan nafasnya pelan. Ia berjalan keluar dari kamar mandi. Ditatapnya ruangan kamar, Andra masih berada di luar. Keysha membuka pintu kamar, namun ia tak berani keluar. Walaupun hanya mereka berdua, Keysha takut ada orang selain Andra melihatnya memakai pakaian seperti itu. Keysha menemukan Andra sedang duduk di sofa yang berada di depan kamar mereka. Andra pun menatap Keysha yang hanya terlihat wajahnya saja karena ia menyembunyikan tubuhnya dibalik pintu.


"Kamu kenapa, Key?" Andra bertanya dengan raut wajah khawatir ketika pertanyaannya tidak kunjung dijawab oleh Keysha.


Merasa tak ada jawaban, Andra memasuki kamar itu. Andra syok saat melihat Keysha memakai baju yang khusus ia beli itu. Ia menelan Salivanya, menahan hasrat yang tiba-tiba saja bergelora.


"Bagaimana? Bagus tidak?" Tanya Keysha dengan nada sensual, ia lalu memegang dada Andra lembut. Sebenarnya Keysha sangat malu, tapi ia sadar ia tidak bisa mundur lagi.


"Maafkan sikapku tadi! Aku percaya dengan apa yang kamu ucapkan!" Sesal Keysha.


Andra menyelipkan rambut Kesyha di belakang telinga. Ia tersenyum kecil saat melihat Keysha yang lain. Keysha yang menggemaskan dan menggoda.


"Tidak, aku yang minta maaf. Aku salah, seharusnya aku tidak lengah. Sampai aku tidak menyadari ada foto wanita lain di kamar kita. Maafkan aku!" Sesal Andra dengan wajah yang menyiratkan penyesalan.


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Manusia tempatnya lupa," Keysha tersenyum ia lalu melingkarkan tangannya di leher Andra. Membuat tubuh pria tampan itu seketika menegang. Keysha menanggalkan rasa malunya, ia hanya ingin membuat Andra senang malam ini.


Andra memegang pinggang Keysha yang ramping, membuat darah dokter cantik itu berdesir. Andra mencium bibir Keysha dengan dalam, Keysha membalasnya. Ciuman itu berubah menjadi ciuman kasar yang penuh dengan hasrat. Nafas Andra tersenggal, menandakan hasrat pria itu sudah berada di puncaknya. Dengan perlahan Andra membaringkan Keysha di tempat tidur, memberikan sentuhan yang memabukkan. Apalagi di luar hujan deras, kaca di kamar mereka pun terlihat beruap karena air kolam yang mengembun karena hujan.

__ADS_1


"Kamu milik aku, Key!" Suara Andra terdengar berat dan berhasrat.


Akhirnya mereka melakukan penyatuan diri. Keysha terus saja mengeluarkan suara-suara sensual yang membuat Andra semakin bersemangat mendaki ke puncak cinta bersama. Mereka menikmati malam panjang dengan penuh cinta. Suara hujan pun menjadi suara yang syahdu untuk kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu.


__ADS_2