
Andra baru saja pulang dari rumah sakit, ia melepas sepatunya dan masuk ke dalam rumahnya. Tatapannya terpaku pada sosok gadis yang sedang duduk bersama ibunya di sofa, gadis itu berparas cantik dengan penampilan anggun.
"Ndra, kamu sudah pulang? Sini duduk sama mama!" Sumringah Dewi ibu dari Andra saat melihat anaknya pulang.
"Andra mau istirahat dulu, Ma. Cape," Andra berkilah. Ia sangat tahu bahwa ibunya tengah mendekatkan dirinya lagi dengan seorang gadis.
Tak terhitung berapa kali Andra dijodohkan oleh ibunya. Namun hasilnya nihil. Pria itu sama sekali tidak tertarik dengan gadis yang dikenalkan ibunya.
"Kita lagi ada kedatangan tamu lho, Ndra! Di sapa dulu nih. Ini Ranti anak teman mama. Dia juga dokter juga lho! Dia dokter gigi. Iya kan, Ti?" Dewi memegang tangan Ranti dengan hangat.
" Iya, Tante," Ranti tersenyum. Sesekali ia melirik Andra. Ia sudah tertarik dengan dokter tampan itu, apalagi parasnya yang sangat rupawan. Dalam hatinya ia berharap Andra akan mau dijodohkan dengannya.
"Hai Ranti, saya Andra! Kalau begitu saya pamit dulu ke kamar," Andra tersenyum kecil, lalu menaiki tangga dengan cepat.
"Ndra, hish anak itu selalu saja begitu. Maafkan anak Tante ya, Ti?" Dewi merasa tidak enak dengan kelakuan anaknya. Sementara Ranti hanya mengangguk dengan raut wajah yang kecewa
"Kalau begitu Ranti pamit dulu ya, Tante? Ranti sudah terlalu lama di sini," pamit Ranti dengan perasaan canggung membuat Dewi semakin tidak enak hati saja.
"Buru-buru banget sih, Ti? Padahal kita baru aja ngobrol," Dewi menghela nafas dengan kecewa.
"Kan Ranti ada praktek, Tan. Lain waktu Ranti ke sini lagi ya?" Ranti tersenyum. Dokter gigi ini sangatlah cantik dan anggun, tapi Andra seolah tidak melihatnya sama sekali. Ranti pamit, ia lalu menyalami Dewi dengan takzim.
Setelah Dewi mengantar Ranti sampai pintu depan, Dewi segera menaiki tangga menuju kamar putranya. Ia melihat anaknya sedang fokus bermain game online.
Tanpa basa-basi, Dewi menjewer telinga Andra, yang membuat Andra terkejut dan meringis.
"Aduh sakit, Ma!" Keluh Andra memegangi lengan Dewi yang masih menjewer telinganya.
"Kebiasaan kamu ya! Selalu membuat mama malu sama anak-anak teman mama," sungut Dewi kesal. Ia lalu melepas jeweran tangannya di telinga Andra.
"Andra kan sudah bilang Ma, Andra gak mau dijodohkan. Mama sama papa aja yang selalu ribut ngedeketin Andra sama perempuan pilihan mama itu," Andra menyimpan ponselnya, ia lalu duduk dan menatap ibunya yang memasang wajah galak.
"Terus kapan dong Ndra kamu kenalin mama sama perempuan pilihan kamu? Mama tuh malu tiap ketemu temen mama, pasti mereka nanyain kamu udah nikah apa belum!" Cerocos Dewi, ia tak habis pikir dengan kelakuan anaknya itu.
"Udah saatnya nanti Andra kenalin ke mama, Mama tenang aja! Secepatnya Andra akan bawa perempuan pilihan Andra."
Wajah Dewi berbinar, ia lalu mendekati anak bungsunya itu. "Serius, Ndra? Siapa?"
"Ada deh, yang pasti jika sudah waktunya Andra akan kenalkan pada mama dan papa," Andra tersenyum saat mengingat wajah perempuan yang akhir-akhir ini selalu membuatnya tidak bisa tidur.
__ADS_1
****
Sebelum berangkat ke rumah sakit, Keysha membelokan mobilnya menuju kantor Zayyan. Hari ini ia berencana untuk bermain-main sebentar dengan suami dan selingkuhannya itu.
Keysha sudah sampai ke lobi, ia segera menaiki lift dan menyapa para karyawan suaminya. Para karyawan tersenyum ramah pada Keysha.
"Kasihan ya Bu Keysha? Istri secantik, sebaik dan sesukses itu masih aja diselingkuhi" Ucap Feli yang sudah tahu cerita perselingkuhan bosnya dan Shella. Tentu saja Ayu yang memberitahunya dan yang lain.
"Dasar emang si Shella pelakor gak tau diri!" Respon Ayu dengan berang.
"Sekali-kali kita kerjain nanti si pelakor itu, biar kapok!!" Usul Feli yang diiyakan Ayu dan teman-teman yang lain.
Keysha mengetuk pintu ketika sudah didepan pintu ruangan Zayyan.
"Masuk!" terdengar suara Zayyan dari dalam.
"Sayang?" Zayyan gelagapan melihat istrinya sedang tersenyum manis.
Mata Keysha menyapu seluruh ruangan Zayyan, dan ia menemukan wanita yang sedang ia cari. Shella sedang melihat dirinya dengan senyum yang dipaksakan.
"Sayang, kok sekretarismu ada di ruangan kamu?" Tanya Keysha yang menatap Shella dengan sinis.
"Oh begitu. Bukan alasan yang aneh-aneh kan?" Selidik Keysha berpura-pura bodoh.
"Tidak lah, sayang. Mana mungkin aku ada hubungan dengan pegawaiku. Ada-ada saja, Haha," Zayyan tertawa sumbang. Ia lalu menuntun Keysha menuju sofa. Sedangkan hati Shella terluka dengan perkataan Zayyan barusan. Shella merengut dan menatap Keysha dengan tatapan Benci.
"Sayang, aku haus. Heh kamu, bikinin aku air dong!" Perintah Keysha dengan nada kasar. Ia mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruangan suaminya. Keysha menyilangkan kakinya dengan angkuh.
Shella menunjuk dirinya sendiri "saya, Bu?"
"Iya kamu! Masa saya bicara sama setan! Cepet bikinin saya minum! Saya haus."
"Sayang, jangan gitu dong! Shella kan sekretaris aku. Kalau kamu mau minum aku telfon dulu pantry, biar OB anterin kamu minum," bujuk Zayyan lembut, namun dihatinya ia merasa tidak suka dengan perlakuan Keysha terhadap Shella. Zayyan merasa ikut terhina oleh Keyhsa.
"Suka-suka aku dong. Cepet kamu bikinin aku minum!" Perintah Keysha tak mau dibantah.
"Sayang?" Zayyan menaikan suaranya.
"Apa? Kamu bentak aku demi dia?" Keysha memolototkan matanya.
__ADS_1
"Bukan begitu," Zayyan merendahkan suaranya lagi. Ia tidak bisa terus membela Shella. Zayyan takut Keysha mengendus hubungannya dengan Shella jika ia terus membela wanita pelakor itu.
"Ya udah cepet kamu bikinin. Tenggorokan saya udah kering!" Keysha menatap tajam Shella.
"Baik, Bu. Akan saya buatkan," Shella mengalah.
Shella langsung menuju dapur yang ada di ruangan Zayyan. Shella membuka kulkas dan membuatkan jus jeruk untuk Keysha. Detik berikutnya, ia tersenyum licik. Matanya menatap kanan kiri. Setelah dirasa aman, Shella meludahi minuman untuk Keysha. Ia pun mengaduk minuman itu dengan jarinya.
"Minumlah, dasar wanita angkuh!" Caci Shella penuh dengan kebencian.
Setelah selesai, Shella meletakan jus jeruk itu di atas nampan. Wanita itu lalu menyimpannya di meja.
"Silahkan diminum, Bu! Ibu pasti haus," Shella tersenyum ramah, yang membuat Zayyan begitu kagum dengan attitude Shella. Zayyan seakan semakin mencintai wanita itu. Shella tetap tenang dan ramah walaupun Keysha menginjak harga dirinya.
Keysha menatap cincin yang melingkar manis di jari Shella, hatinya merasa sakit. Namun ia harus menguasai dirinya, Keysha tidak boleh lemah.
"Kamu beli cincin itu dari mana? Cincin itu mahal lho! Apa kamu jadi simpanan bos bos tua dan kaya raya?" Hina Keysha yang membuat Zayyan emosi.
"Sayang, siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu? Jangan berkata seperti itu! Aku tidak mengajarkanmu memiliki adab yang minim. Maafkan istriku ya, Shell" Zayyan cepat-cepat minta maaf. Ia merasa tak enak pada Shella.
"Kok kamu jadi yang sewot sih. Atau kamu yang membelikan cincin itu?" Tuduh Keysha skakmat, yang membuat Zayyan langsung gelagapan.
"Kamu ngaco! Dari mana aku membelinya? Jika aku membeli perhiasan, sudah pasti aku berikan pada kamu, sayang."
"Udah ah, cape aku. Hausku seketika hilang. Ya udah, Shell cepat kamu minum minumanku! Kayanya kamu haus," Keysha tersenyum menyeringai.
"Nggak, Bu. Saya sedang tidak haus. Saya kan buatkan untuk ibu," Shella terlihat salah tingkah. Raut wajahnya seketika pias.
"Kamu gak taruh sesuatu di minuman saya kan?" Keysha menyipitkan matanya
"Key, kamu apa-apain sih? Hari ini kamu keterlaluan!" Zayyan menengahi.
"Habisnya dia gak mau minum minumanku, sayang!" Keysha tersenyum smirk.
"Eng. Engga, Bu! Bukan begitu," jawab Shella terbata. Ia lalu memandang Zayyan yang tengah melihat ke arahnya
"Ya sudah kamu minum!" Ulang Keysha dengan tegas. Masih duduk dengan kaki menyilang, Keysha mengangkat gelas itu dan menyerahkannya ke arah Shella. Shella pun berjalan ke arah istri bosnya itu.
Dengan gemetar, wanita itu mengambil gelas berisi jus jeruk buatannya dan meminumnya dengan muka yang jijik. Sementara Keysha tersenyum penuh dengan kemenangan melihat ekspresi wajah Shella.
__ADS_1
Hallo para readers, jangan lupa juga mampir di novel baru author yang berjudul "Menikah Dengan Nona Kim". Itu Novel anaknya Alula dan Kai ya 🤗