Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Kedatangan Reynard


__ADS_3

Hubungan Andra dan Keysha semakin hari semakin harmonis. Walaupun mereka belum ada niat untuk pergi berbulan madu, namun tidak menyurutkan kemesraan mereka setiap hari. Andra selalu memperlakukan Keysha bak ratu. Pria itu benar-benar memanjakan Keysha.


Seperti sore ini, Andra tengah menyisir rambut panjang Keysha. Mereka baru saja pulang dari rumah sakit milik Sagara, ayahnya Andra. Sepulang kerja, mereka memilih menghabiskan waktu mereka di rumah.


"Sayang, apa kamu tidak lelah bekerja?" Tanya Andra seraya menyisir rambut panjang Keysha. Sesekali Andra mencium aroma rambut istrinya yang menurutnya menjadi candu.


"Tidak, memangnya kenapa?" Keysha berbalik bertanya, ia tengah asyik duduk di pangkuan Andra.


"Aku takut kamu hamil! Mengingat setiap malam kita melakukannya!" Goda Andra yang membuat pipi Keysha bersemu merah.


"Jika aku hamil, apakah aku boleh bekerja?" Tanya Keysha dengan harap-harap cemas. Ia takut Andra akan melarangnya untuk bekerja. Baginya pekerjaannya adalah hal yang sangat Keysha sukai. Keysha sangat menikmati profesi nya sebagai dokter kandungan.


"Boleh saja, tapi jangan memaksakan! Jika nanti kamu mual, mood swing, tidak usah bekerja. Biar aku saja yang bekerja," Andra merapikan anak rambut Keysha, ia lalu membelai pucuk kepala sang istri dengan lembut.


"Jika aku tidak bisa punya anak bagaimana?" Raut cemas Keysha tak bisa ia sembunyikan. Sejujurnya ia pun takut tak bisa memberikan Andra keturunan. Keysha takut Andra akan meninggalkannya atau berpaling darinya.


Andra menggeleng, ia lalu memangku Keysha dan menghadapkannya di hadapannya. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Ada atau tidak ada anak, tidak mengurangi perasaanku. Aku akan tetap mencintaimu seumur hidupku," Andra menyentuh dagu Keysha, menatap mata cokelat yang sedang dipenuhi dengan kecemasan itu.


Mata Keysha berkaca-kaca. Ia begitu terharu mendengar penuturan pria yang sedang memangkunya. Rasa khawatir yang selalu Keysha cemaskan menguap begitu saja. Keysha benar-benar merasa beruntung karena memiliki Andra dalam hidupnya. Andra lalu memegang tengkuk Keysha. Ia mencium bibir istrinya dengan lembut. Satu tangannya lagi m*r*mas pinggang sang istri hingga Keysha terdengar sedikit melenguh.


"Sayang, ini masih sore!" Keysha menahan dada Andra yang akan menidurkannya di sofa.


"Sekali saja!" Rajuknya, dan akhirnya Keysha hanya bisa pasrah. Mereka pun melakukannya lagi.

__ADS_1


****


Reynard dan juga Kania mengunjungi Andra Dan Keysha malam hari. Kedatangannya disambut antusias oleh Keysha dan Andra. Malam itu Keysha memasak dengan menu yang spesial dibantu oleh Andra. Reynard dan Kania menghampiri pasangan suami istri yang sibuk dengan masakannya. Dalam hati, mereka bersyukur melihat kebahagiaan putrinya. Reynard tak menyangka akan berbesan dengan Sagara.


"Biar mama bantu ya?" Kania merasa tak enak saat melihat Keysha dan Andra menjadi repot karena kedatangan dirinya dan suaminya.


"Mama duduk saja! Biar kami yang memasak!" Andra memapah Kania lembut menuju sofa ruang tamu.


"Duh mama gak enak nih! Kedatangan mama sama papa malah merepotkan kalian!" Kania merasa tidak enak saat melihat kerepotan putri dan menantunya itu.


"Tidak kok, Ma. Kami malah senang papa dan mama ke sini. Ayo silahkan duduk dulu, Ma! Andra pamit ke dapur lagi ya, Ma? Mau bantu Keysha," Andra tersenyum simpul, setelahnya ia berpamitan untuk kembali ke dapur membantu sang istri yang sedang berjibaku di dapur.


Kania merasa takjub saat melihat perlakuan Andra yang memperlakukan dirinya seperti ibu kandungnya sendiri. Kania tak henti mengucapkan syukur dalam hatinya. Andra sangat berbeda dengan Zayyan, dulu Zayyan tak pernah sampai membantu Keysha memasak. Meski begitu, Zayyan pun sama baiknya saat menyambut kedatangan Kania dan suaminya. Akhirnya Kania dan Reynard memilih duduk di sofa ruang tamu. Mereka enunggu pasangan suami istri yang baru menikah itu menyelesaikan masaknya.


"Bagaimana, Ma? Apa enak?" Tanya Keysha dengan tak sabar. Ia memperhatikan ekspresi wajah wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya itu.


"Enak sekali! Putri mama memang pandai memasak!" Jawab Kania dengan jujur saat ia mencicipi masakan dari putrinya.


"Kalau papa?" Keysha bertanya pada Reynard dengan antusias. Tak lupa matanya menilik ekspresi wajah ayahnya.


"Masakan putri papa selalu enak!" Puji Reynard dengan mata berbinar. Ia sangat bahagia melihat kebahagiaan Keysha sekarang.


"Aku kan membantu Keysha, Pa. Kok Keysha saja yang dipuji?" Andra pura-pura merajuk, membuat Keysha refleks mencubit pipi suaminya dengan gemas.

__ADS_1


"Jika kamu merajuk seperti itu, aku tak sabar untuk mempunyai anak!" Keysha tersenyum ceria.


"Mama doakan semoga kalian segera punya momongan ya!" Timpal Kania dengan penuh harap.


"Aamiin, Ma," Andra mengamini doa yang dipanjatkan ibu mertuanya.


"Kalau begitu, ayo kita makan!" Keysha mengambil tempat nasi, ia lalu membantu menyimpan nasi itu di piring suaminya, dan juga kedua orang tuanya.


"Terima kasih, sayang!" Andra berkata dengan lembut, sesekali ia pun menyuapi Keysha, seolah tak malu mempertontonkan kemesraannya di hadapan kedua mertuanya.


Detik kemudian mereka menikmati makan malam dengan suasana yang ceria dan harmonis, obrolan ringan mengalir begitu saja. Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu. Reynard ingin memberitahukan maksud kedatangannya malam ini.


"Key, Ndra, Duduklah! Papa ingin menyampaikan sesuatu yang penting!" Reynard mengawali pembicaraannya.


"Baik, Pa," Keysha dan Andra duduk berdampingan, mereka merasa penasaran apa yang akan disampaikan oleh Reynard.


"Jadi begini, akhir-akhir ini kesehatan papa semakin menurun. Sepertinya papa sudah tak sanggup menjabat sebagai direktur di rumah sakit. Papa meminta tolong pada Keysha, apa dia bersedia menggantikan papa? Papa pun sudah menggelar rapat dengan para pemegang saham, dan mereka pun setuju dengan usulan papa," Pertanyaan Reynard seketika membuat suasana di ruangan itu hening.


Keysha diam, ia bingung harus menjawab apa. Mengingat jam prakteknya saja sudah sibuk, ia pun sepertinya belum siap menjadi seorang direktur rumah sakit milik ayahnya itu. Tentunya akan berimbas juga pada waktu bersamanya dengan Andra. Pasti mereka akan semakin sibuk dengan kegiatan masing-masing. Keysha tak mau lagi terlalu sibuk. Pengalamannya dengan Zayyan membuatnya berpikir ulang tentang pekerjaannya hingga Keysha tak ada waktu dengan suami. Keysha tak mau mengulanginya lagi. Keysha tidak ingin rumah tangganya kembali karam diterpa ombak yang datang.


"Pa, ini terlalu mendadak!" Ucap Keysha masih dengan keterjutannya.


"Bagaimana, Ndra? Apa kamu mengizinkan? Atau kamu saja yang membantu Keysha mengelola rumah sakit milik papa?" Reynard menatap Andra yang terlihat ikut kebingungan.

__ADS_1


Andra pun bingung, karena dengan waktu yang sama, Sagara telah menyuruhnya untuk mengambil alih rumah sakit milik keluarganya.


__ADS_2