
Keysha hari ini menghabiskan waktunya di klinik kecantikan ternama yang ada di pusat kota. Kesibukan Keysha sebagai seorang dokter membuat Keysha kadang lupa untuk perawatan. Setelah mengetahui Zayyan berselingkuh, Keysha memutuskan untuk lebih rajin lagi merawat dirinya. Ia harus memperbaiki dirinya walaupun nanti ia akan menceraikan Zayyan. Keysha harus membuat suaminya menyesal sudah menduakannya.
Setelah selesai memanjakan dirinya di klinik, Keysha melajukan mobilnya menuju kediaman kedua orang tuanya. Rumah mewah dengan pagar besi menjulang tinggi sudah terlihat. Keysha lantas memarkirkan mobilnya setelah seorang satpam membukakan gerbang untuknya.
"Key?" Seorang pria paruh baya menuruni tangga, ia adalah Reynard ayah dari Keysha.
"Pa?" Keysha menyalami Reynard dan memeluknya erat.
"Tumben kami hari ini gak ke rumah sakit" Reynard menggandeng Keysha menuju sofa.
"Keysha sedang cuti, Pa. Mama ke mana?" Keysha celingak celinguk mencari keberadaan wanita yang sudah melahirkannya.
"Mama lagi di rumah sakit,. Jadi apa yang mau kamu ceritain, Key? Sepertinya kamu sedang ada masalah!" Reynard sangat mengerti raut wajah Keysha yang murung.
Keysha adalah sosok anak yang sangat terbuka kepada orang tuanya. Awalnya Keysha akan merahasiakan ini dari Reynard. Akan tetapi, masalah ini adalah masalah yang cukup rumit. Keysha harus meminta saran dari orang tuanya dan langkah apa yang harus ia ambil. Ia perlu pertimbangan orang yang sudah merasakan asam manisnya pernikahan.
"Zayyan selingkuh, Pa!" Lirih Keysha dengan sendu.
Mata Reynard membelalak karena kaget. Ia mendekatkan duduknya pada putri semata wayangnya itu.
"Apa kamu ada bukti, Key?" Tanya Reynard memastikan.
Keysha mengangguk pelan, ia membuka ponselnya dan menunjukan gambar yang temannya kirim kemarin. " Ini Shella, sekretaris pribadi Zayyan di perusahaan."
"Mereka sedang ada di Tokyo sekarang. Zayyan beralasan mereka sedang ada pekerjaan di sana," Keysha menambahkan.
"Siapa tahu mereka benar bekerja, Key," Reynard tampak menenangkan Keysha.
__ADS_1
"Apa sambil cium-cium pipi, Pa?" Keysha menatap wajah ayahnya yang terlihat serius.
"Ini bukti lainnya!" Keysha memperlihatkan foto Zayyan yang memangku Shella masuk ke dalam kamar hotel. Tentu saja ia mendapatkan foto itu dari Kinara yang sengaja menginap di hotel yang sama dengan Zayyan. Apalagi Kinara sedang cuti dari pekerjaannya untuk berlibur bersama keluarga kecilnya.
"Kurang ajar anak itu !" Tangan Reynard mengepal karena marah melihat foto tak lazim menantunya sendiri dengan wanita lain.
"Dia selalu menuntut waktu Keysha, Pa. Dia menginginkan Key untuk jadi ibu rumah tangga seutuhnya. Dia juga menuntut Key untuk segera memiliki anak," akhirnya air mata Keysha jatuh di hadapan cinta pertamanya.
Reynard segera memeluk putrinya itu, ia mengelus rambut Keysha dengan sayang.
"Ceraikan dia, Key! Tidak ada maaf untuk seorang penghianat!" Tegas Reynard.
"Tapi Pa, apa Keysha akan menceraikannya begitu saja? Setelah dia sukses, perempuan j*lang itu akan menikmati semua harta Zayyan. Key ingin memindahkan sebagian besar aset atas nama Key. Bukan Key serakah, tapi di dalamnya ada hasil jerih payah Key, Pa. Di mulai dari rumah dan tanah di perumahan diamond, villa, itu semua ada hasil kerja keras Key. Dan Key gak mau wanita itu menguasai semuanya. Key harus memastikan dulu semuanya atas nama Key," jelas Keysha dengan suara yang parau.
Reynard manggut-manggut, ia membenarkan kacamatanya. Memang permasalahan putrinya sangat rumit.
"Lupakan tentang harta, Key. Segera cerailah dari lelaki munafik itu!" Reynard tidak setuju dengan usulan anaknya.
Reynard menghela nafas, ia menatap raut wajah Keysha yang sendu. " Baiklah. Pertama pastikan semua harta yang dibangun oleh campur kerja kerasmu atas namamu semua Key. Dan yang kedua, perusahaan papa tidak akan memperpanjang kontrak bersama perusahaan suamimu itu!" Reynard akhirnya mengambil keputusan.
Selain mempunyai rumah sakit, Reynard juga memiliki sebuah pabrik masker. Dan perusahaan itu bekerja sama dengan perusahaan Zayyan. Setiap bulannya, Zayyan selalu mengorder ratusan ribu box masker dengan harga yang miring. Perusahaan Zayyan memang sangat butuh masker untuk orang-orang produksi, mengingat memproduksi Rubber sangatlah pekat dengan asap.
"Terima kasih, Pa. Izinkan Keysha bermain-main dengannya dulu sebentar," Keysha tersenyum menyeringai. Tekadnya sudah bulat. Shella tidak boleh mendapatkan secuil pun harta miliknya.
"Aku memang mencintaimu, Zayyan. Tapi sebuah pengkhianatan tidak akan pernah bisa aku maafkan.
****
__ADS_1
Siang ini Shella dan Zayyan sedang jalan-jalan di pusat kota Tokyo. Mereka berpegangan tangan begitu erat dan romantis.
Kini pasangan haram itu memasuki toko perhiasan. Shella berbinar melihat semua koleksi perhiasan yang cantik dan berkilau.
"Sayang, itu cantik sekali!" Shella menunjuk pada sebuah cincin yang memiliki permata berlian berwarna biru di tengahnya.
"Kamu suka?" Tanya Zayyan menatap Shella dengan penuh cinta.
Shella memang pandai sekali memikat hati Zayyan. Berhari-hari menghabiskan waktu bersama membuat Zayyan semakin tergila-gila pada Shella. Shella benar-benar mengerti dan memanjakan pria itu. Bahkan Shella selalu menyingkirkan seledri setiap kali Zayyan akan makan. Perhatian sekecil itu membuat Zayyan sangat tersentuh.
"Aku sangat ingin memiliki cincin yang ada berliannya. Seumur-umur aku belum pernah membelinya."
"Kalau begitu ambillah! Belilah apa yang kamu suka sepuasnya!"
"Benar sayang?" Shella tersenyum kegirangan.
Zayyan mengangguk, ia lalu mengecup kening Shella. Shella segera berlari memasuki toko perhiasan yang sangat antik dan mewah itu. Shella mengambil beberapa perhiasan yang harganya sangatlah mahal.
Setelah berpuas belanja dan berjalan-jalan, mereka kembali ke hotel. Di sana Shella membuka semua barang belanjaannya. Ada tas di*or, ponsel iPhone terbaru, perhiasan, baju-baju branded, dan barang mewah lainnya. Ia sangat beruntung, dengan memiliki Zayyan ia akan hidup dengan bergelimang harta. Shella kini tak akan pusing lagi untuk memikirkan Sewa apartemen.
"Zayyan ini tidaklah cukup untukku. Aku akan memilikimu seutuhnya. Aku akan merebut semuanya dari istrimu, hingga ia pergi tanpa membawa satu barangpun yang berharga. Shella berseringai licik.
Tatapan Shella pun mengarah kepada Zayyan yang baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Shella berdiri dan mendekati pria itu. Ia menarik handuk yang melekat pada tubuh Zayyan. Shella membimbing pria itu ke atas kasur. Tentu saja, ia harus terus memanjakan Zayyan dengan tub*hnya. Zayyan yang sudah berkabut gair*h tampak mengimbangi permainan Shella.
"Sayang?" Panggil Shella di tengah-tengah percintaan mereka.
"Hmmm?" Zayyan menatap Shella yang berada di bawahnya.
__ADS_1
"Aku ingin apartemen baru agar dekat dengan tempat kerja. Aku malas harus setiap hari terkena macet," Shella meminta dengan manja.
"Aku akan memberikannya," Zayyan menutup bibir Shella dengan ci*umannya.