Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Dipertemukan Kembali


__ADS_3

Keysha pergi berbelanja ke supermarket. Ia melihat kulkas di rumah orang tuanya kosong. Maka setelah pulang dari rumah sakit, ia berinisiatif untuk pergi berbelanja.


Keysha mendorong trollinya. Ia memasukan sayuran dan buah yang sangat segar. Tiba-tiba saja moodnya lebih baik ketika melihat makanan menyehatkan itu. Setelahnya Keysha berjalan menuju etalase minuman segar yang terjejer di ruangan berudara dingin. Dengan cekatan, Keysha mengambil beberapa merek yoghurt.


Matanya menelisik ke setiap pajangan rak, berhadap ada makanan yang enak dan sehat yang bisa ia beli. Wajahnya membingkai senyuman saat melihat rumput laut. Ya dia memang sangat suka dengan rumput laut.


Saat akan mengambil snack incarannya, Keysha merasa kesulitan saat akan menggapai makanan itu. Rak itu terlalu tinggi, Keysha sudah berusaha berjinjit. Namun tangannya tak bisa menggapainya.


Akhirnya ada tangan lain yang mengambil rumput laut itu. Keysha segera menoleh dan lagi-lagi ia merasa terkejut melihat dokter Andra berada di belakangnya. Dengan cekatan, Andra mengambil barang incaran Keysha dan segera memasukannya ke trolley milik dokter cantik itu.


"Dokter Andra" Gumam Keysha, lagi-lagi ia merasa aneh. Mengapa ia selalu saja bertemu dengan Andra? Apakah dokter tampan itu mengikutinya?


"Saya ke sini untuk berbelanja, Key. Maaf ya jika kamu tak nyaman terus bertemu dengan saya," ucap Andra. Seolah tahu apa yang Keysha pikirkan. Namun alasan itu hanyalah dusta semata, sebenarnya Nita sahabat Keysha yang memberitahu kepadanya ke mana saja Keysha akan pergi.


Andra tak mau menjadi penguntit. Tapi rasanya ia selalu penasaran ke mana Keysha akan pergi. Sehingga dokter tampan itu memutuskan mengikutinya juga. Andra sudah bertekad untuk mendapatkan hati Keysha. Ia adalah pria sejati. Maka ia pun harus memperjuangkan perasaannya. Sudah cukup selama ini Andra terpuruk karena kehilangan Nadine.


"Tidak apa-apa, Dok. Ini tempat umum. Bukan kuasa saya juga untuk menentukan saya bertemu dengan siapa hari ini. Semuanya tak bisa di prediksi," Keysha tersenyum menenangkan.


Akhirnya mereka berjalan beriringan seraya mendorong trolley masing-masing.


"Key, lihat ini dodol Cina!" Andra mengambil dodol itu dari pajangan etalase, dan mencium baunya.

__ADS_1


"Dokter suka?" Keysha mengernyitkan dahinya.


Andra mengangguk. Setelah mencium dodol it,. ia langsung memasukannya ke trolley miliknya. "Ya, rasanya enak. Walaupun lebih enak dodol Garut," kekehnya pelan.


"Kalau saya kurang suka manis, Dok. Saya lebih suka rasa pedas," Keysha tersenyum yang sukses membuat jantung Andra berdebar lebih cepat dari biasanya.


"Kalau ubi Cilembu sudah pernah coba?" Tanya Andra seolah terus saja mencari topik pembicaraan.


"Pernah. Waktu saya lewat jalan cadas pangeran. Rasanya manis sekali, tapi saya suka."


Saat mereka asyik berbincang, tiba-tiba saja Keysha menghentikan trolley miliknya. Ia melihat Zayyan dan Shella sedang berbelanja. Mereka saling berhadapan hingga trolley bagian depan mereka bersentuhan.


Kebetulan Shella dan Zayyan diperintah oleh Rena untuk berbelanja bahan pokok untuk memasak. Shella sempat senang, karena setidaknya ia bisa cuci mata. Namun pertemuannya dengan Keysha membuat moodnya sangat buruk.


Wanita tidak tahu malu itu memelototkan matanya melihat Keysha. Menurutnya Keysha adalah sumber penderitaannya. Andai dokter itu tak mengambil aset dan harta Zayyan, dia tak akan hidup menderita seperti ini.


Sementara Zayyan termenung, ia melihat mantan istrinya dan Andra berjalan bersebelahan. Rasanya ada yang mengiris hatinya. Rasanya tidak rela ada seorang pria dekat dengan mantan istrinya. Cemburu? Ya, mungkin rasa itu masih ada. Namun Zayyan tak menggubrisnya. Ia masih saja membantah bahwa dirinya merindukan Keysha.


"Mundur, pelakor! Trolley mu menghalangi trolleyku!" Sewot Keysha dengan wajah yang sangar.


"Kamu yang harus minggir! Kamu yang duluan menghalangi jalanku!" Shella tak kalah sewot dan ketus hingga terjadi dorong mendorong trolley.

__ADS_1


"Sudah. Sudah Key! Ayo kita mundurkan trolley nya! Kita lewat lorong yang lain," akhirnya Andra menengahi perdebatan wanita yang saling membenci itu.


"Gak bisa! Kita harus lewat sini jangan kita kalah sama mereka!" Cebik Keysha kesal.


"Ayo kita lewat lorong lain!" Zayyan merangkul bahu Shella. Namun Shella menepisnya. Ia kekeuh ingin melewati lorong itu. Lebih tepatnya mendorong trolley Keysha.


Andra menggenggam lengan Keysha. Berharap wanita itu luluh. Mereka saling memandang satu sama lain hingga Keysha mengakhiri tatapan itu. Keysha menghela nafas, akhirnya ia memundurkan trolley nya dan memutar tubuhnya membelakangi Zayyan dan Shella. Andra tersenyum, ia pun mengikuti Keysha tepat di samping wanita itu.


"Apa bedanya kamu denganku? Belum tiga bulan, tapi kamu sudah menggandeng pria lain! Dasar wanita munafik!" Maki Shella yang sukses menghentikan langkah Keysha, hingga membuat dokter cantik itu membalikan badannya.


"Bedanya denganmu? Tentu saja aku dan kamu berbeda! Aku tidak merayu pria beristri dan aku tidak menjual tubuhku untuk mendapatkan uang dan fasilitas mewah. Aku tidak pernah melakukan dosa besar dengan berzina! Tentu aku lebih baik dari pada kamu kan?" Keysha tersenyum menyeringai, seakan menghina Shella sedalam-dalamnya.


"Sadarlah wahai wanita munafik! Kamu pun sama denganku. Belum lama menjanda, kamu sudah menggandeng pria lain. Bahkan dengan rakusnya kamu mengambil semua harta milik suamiku! Dasar wanita tidak tahu malu!!" Teriak Shella arogan yang sukses membuat karyawan di supermarket itu berbisik-bisik sebelum akhirnya memutuskan memanggil pihak keamanan sebelum terjadinya baku hantam di antara mereka.


"Oh ya? Ingin sekali rupanya disamakan denganku ya? Kasihan sekali. Bahkan level kita pun berbeda! Kamu suka pria beristri dan aku suka pria yang single, tampan, dan mapan seperti pria yang ada di sampingku ini! Jelas selera kita berbeda. Kalau aku masih laku dan bisa mendapatkan laki-laki yang single bukan pria beristri sepertimu! Lihatlah aku mendapatkan pria lajang, baik, kaya raya dan tampan!" Keysha tersenyum miring, seakan senang sekali menikmati raut wajah Shella yang muram.


Andra tipis saat mendengar jawaban dari Keysha. Baru Andra tahu bahwa Keysha pintar bermain kata-kata. Ia juga tidak menunjukkan dirinya lemah dihadapan musuhnya.


"Sudahlah, Key! Jangan ladeni mereka! Ayo kita pergi! Waktu kita lebih berharga dibanding berbicara dengan mereka," Andra kini bersuara, seraya memapah Keysha menjauhi mereka. Kata-kata Andra menusuk hati Zayyan. Zayyan mengepalkan tangannya geram.


"Istriku lebih baik dari kamu Keysha! Dia bisa hamil sedangkan kamu tidak!" Kata-kata Zayyan sukses membuat Keysha dan Andra menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


Keysha berbalik badan dan menatap Zayyan dengan bengis.


"Benarkah? Apa kamu tidak mau memastikan jika anak yang dikandung pelakor ini benar anakmu? Jangan-jangan bukan hanya kamu yang tidur dengan wanita j*lang ini! Zayyan, jika aku jadi kau, aku pasti akan melakukan tes DNA saat ini juga mengingat betapa murahannya wanita ini! Keysha tersenyum licik. Tentu saja ia berkata demikian karena tahu akan suatu hal.


__ADS_2