Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Mengunjungi Rumah Rena


__ADS_3

Zayyan teringat dulu, ia pernah memberikan Keysha surat kuasa untuk mengurus buku tabungan, debet, dan juga kartu kredit miliknya, karena memang Zayyan sedang berada di luar negeri. Saat itu Zayyan tak bisa pergi ke bank untuk menangani masalah perbankan. Apalagi Zayyan memberikan sepenuhnya masalah keuangan pada Keysha ketika mereka masih berumah tangga.


Mendadak Zayyan merasa gusar, ia takut Keysha mengambil semuanya. Apalagi sekarang Keysha sedang merasa di atas angin karena adanya surat perjanjian pernikahan itu.


"Ah, si*al!" Ingin rasanya Zayyan membanting semua barang yang ada di atas meja.


Akhirnya Zayyan mencoba melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda. Ia sedang dalam masa pengawasan sekarang. Zayyan tak mau membuat masalah lagi. Perut Zayyan terasa keroncongan. Pagi hari ia hanya makan dengan roti dan keju saja. Makan siang pun, Zayyan lewatkan karena banyaknya deadline pekerjaan yang menumpuk. Tidak ada chat dari Shella yang menanyakan dirinya sudah makan atau belum. Ah lagi-lagi dia ingat Keysha, karena sesibuk apapun pekerjaanannya, dokter cantik itu selalu menyempatkan masak dan memberinya bekal makanan rumahan yang sangat enak.


Tepat pukul lima sore, Zayyan sudah selesai dengan pekerjaannya. Pria itu lantas mematikan komputernya dan meraih tas kerjanya untuk bersiap-siap pulang. Saat Zayyan berjalan menuju lift, semua mata memandangnya dengan tatapan aneh. Zayyan hanya menghela nafas berat, karena sejak tadi pagi kedatangannya membuat semua orang memperhatikan dengan tatapan berbeda. Zayyan sudah tahu alasannya. Ya, karena bajunya yang super kusut menjadikannya sebagai pusat perhatian.


Zayyan mencoba untuk abai, walaupun di hatinya ia merasa sangat malu. Zayyan berjalan menuju parkiran, ia akan pulang ke rumah Rena. Zayyan harus meminta penjelasan kepada Rena mengenai jabatannya yang diturunkan. Zayyan mengemudikan mobilnya dengan lumayan ngebut. Ia tak sabar ingin memberondong Rena dengan banyak pertanyaan. Zayyan mengklakson mobilnya begitu mobilnya sampai di depan gerbang rumah Rena yang sangat mewah.


"Tuan Zayyan?" Sapa seorang satpam seraya membukakan gerbang ketika melihat yang di dalam mobil adalah putra dari majikannya.


"Mama ada, Mang?" Tanya Zayyan pada mang Dikdik, seorang satpam paruh baya di rumahnya. Mang Dikdik sudah bekerja puluhan tahun di keluarga Rena.


"Ada, tuan Zayyan. Bu Rena dan Pak Hanan sedang pada makan. Silahkan masuk!" Mang Dikdik tersenyum. Zayyan mengangguk, ia lalu membuka pintu tanpa permisi.

__ADS_1


Zayyan memasuki rumah Rena yang luas. Matanya menatap semua isi rumah. Sepi, kini Zayyan menuju ruang makan. Terdengar suara orang mengobrol diselilingi dengan candaan dan tawa. Diam-diam hati Zayyan merasa sedih, ia begitu rindu bercanda bersama keluarganya. Setelah berselingkuh dengan Shella, Zayyan seperti tidak memiliki keluarga. Rena dan keluarganya menutup komunikasi dengan dirinya.


"Ma?" Panggil Zayyan saat melihat Rena duduk di meja makan.


Seketika semua hening dan sedikit terkejut melihat Zayyan yang datang tiba-tiba. Senyum dari wajah mereka pun menghilang seketika, wajah-wajah itu berganti dengan wajah yang menunjukan muak, marah dan kesal.


"Kak Zayyan, kenapa ada di sini?" Tanya Raika dengan ketus. Ia menyimpan garpu dan sendok nya dengan pelan. Raika langsung menghentikan aktivitas makannya ketika melihat kakak sulungnya yang tak diundang itu.


"Ini kan rumah mama. Kakak berhak datang kapan saja ke sini," Zayyan menjawab pertanyaan Raika dengan ketus.


Raika hanya memutar bola matanya. Gadis itu mengambil gelas yang ada di sampingnya, meminumnya hingga tandas. Lalu tangannya mengambil tisu dan mengelap mulutnya dengan anggun. Selera makannya lenyaplah sudah kala melihat kakak sulungnya itu.


"Kalian berdua tidak ada sopan-sopannya pada kakak sendiri! Kakak kandung datang bukannya disambut, malah diperlakukan dengan tidak sopan," Zayyan berkacak pinggang mendebat kedua adiknya.


"Sudah sudah, jangan berdebat! Zayyan ada apa kamu ke sini?" Hanan menengahi perdebatan anak-anaknya.


Zayyan hanya diam saja. Ia melihat meja makan penuh dengan makanan yang enak. Perutnya terasa sangat keroncongan. Apalagi saat ia melihat kepala kakap gulai kuning, makanan kesukaannya. Tak terasa pria itu meneguk Salivanya.

__ADS_1


"Kamu mau makan, Zayyan?" Tanya Rena yang memperhatikan raut wajah anak sulungnya. Walaupun ia sangat marah dengan Zayyan, namun naluri keibuannya masih bekerja dengan sangat normal. Ia sangat tahu Zayyan tengah menahan lapar.


"Nggak, aku tidak lapar," Zayyan membantah. Zayyan tak mau dikasihani Rena. Apalagi jika Rena tahu Shella tak memberinya makan. Sudah dipastikan kemarahannya berkali-kali lipat. Tentu saja nanti Zayyan yang kena amukan Rena, karena sudah salah dalam memilih pasangan.


Rena hanya tersenyum kecil. Ia sangat tahu Zayyan berbohong. Namun Rena tak mau memaksa, biarlah Zayyan bertanggung jawab dengan pilihannya. Akhirnya mereka menyelesaikan makannya. Lagi-lagi Zayyan hanya meneguk saliva nya ketika melihat sisa makanan yang sangat banyak di meja makan.


"Jadi, apa yang akan kamu bicarakan?" Hanan memulai pembicaraan selaku kepala keluarga. Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Pa, Zayyan mau tanya, apa mama dan papa terlibat dengan perlengseran Zayyan di kantor?" Zayyan memandang kedua orang tuanya dengan bergantian. Ia sekarang benar-benar seperti orang asing di tengah-tengah keluarganya.


"Tidak ada yang melengserkanmu dari jabatan. Ini semua murni keinginan para pemegang saham. Apalagi video skandalmu itu sudah viral ke mana-mana. Kepercayaan mereka sudah habis. Sudah untung kamu tidak dipecat dari sana. Kamu udah bikin nama baik perusahaan tercemar," jawab Rena menohok yang membuat hati Zayyan sakit. Rupanya Rena masih marah kepadanya.


"Dipecat? Itukan perusahaan milikku, Ma!" Bela Zayyan dengan intonasi yang mulai meninggi.


"Perusahaanmu? Kamu lupa ketika sidang ke tiga? Hakim mengabulkan permintaan Keysha. Notaris dan pengacara keluarga kita pun sudah mengakui semua aset harus jatuh ke tangan Keysha tanpa terkecuali. Kamu itu masih muda kok pikun?" Geram Hanan. Zayyan seolah hilang kepintarannya setelah berselingkuh dengan Shella.


"Bahkan semua aset-asetmu itu sudah di resmikan oleh lembaga hukum untuk diserahkan kepada mantan istrimu!" Lanjut Rena yang membuat Zayyan tak berdaya.

__ADS_1


Sebenarnya Rena berbohong. Tak semua aset Zayyan jatuh pada Keysha. Rumah, mobil, perkebunan sawit, dan perusahaan Zayyan, Keysha serahkan pada Rena. Keysha hanya meminta haknya saja yang dibangun oleh campur keringat kerja kerasnya seperti vila, sejumlah mobil, rumah mereka yang mereka tempati, apartemen, serta kafe es krim di dekat Braga Bandung. Termasuk tabungan rekening mereka berdua.


Zayyan hanya merenungi kata-kata Rena, entah apa yang akan Zayyan sampaikan pada Shella nanti. Kini yang ia punya hanya Villa itu. Zayyan sangat berharap Keysha lupa akan Villa itu. Jika Keysha sampai ingat, ke mana lagi Zayyan harus membawa Shella? Sementara kini tabungannya sudah sangat menipis, karena Keysha sudah mengambil semua saldonya. Kepala Zayyan benar-benar pusing. Zayyan tak menyangka, kesulitan hidup ia rasakan setelah bercerai dari Keysha. Apakah pepatah tempo hari itu benar? Mengenai beda istri beda rejeki?


__ADS_2