Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Kesyha Sakit


__ADS_3

Malam hari Keysha terlihat tertidur lebih awal. Andra cukup heran karena Keysha biasanya tidak tidur di awal malam. Andra menyentuh kening Keysha, akan tetapi suhunya normal. Andra pun tersenyum. Semoga saja harapannya sesuai dengan kenyataan. Dengan kata lain, semoga Keysha benar-benar mengandung darah dagingnya.


Andra menyelimuti tubuh Keysha dengan selimut yang hangat. Andra mencium kening Keysha dengan penuh kasih sayang. Andra selalu berdoa semoga Keysha adalah satu satunya wanita yang ia nikahi. Wanita yang akan membersamainya sampai maut memisahkan.


Pagi harinya Keysha terbangun. Ia melihat Andra tidak ada di sampingnya. Keysha mengambil ponselnya. Ia mengecek apakah ada pesan yang ditinggalkan Andra untuknya. Dan benar saja. Pria tampan itu mengirimkan pesan jika ia berangkat pagi pagi sekali ke rumah sakit. Selain itu Andra sudah menyiapkan sarapan untuk istri tercintanya.


"Kamu memang selalu buat aku jatuh cinta!" Keysha tersenyum membaca pesan dari suaminya.


Keysha bangun dari kasurnya. Ia berjalan menuju meja makan. Saat Keysha berdiri di depan meja makan, tiba-tiba perutnya seakan diaduk. Keysha merasakan mual yang sangat parah.


"Bau sekali!" Keysha berlari kecil menuju kamar mandi. Ia memuntahkan isi perutnya di wastafel. Keysha menatap wajahnya di cermin. Wajahnya terlihat sedikit pias.


"Apakah aku sedang sakit?" Keysha berkata pada pantulan dirinya sendiri.


"Aku izin sakit saja!" Keysha berjalan kembali ke dalam kamar. Ia meminta izin agar hari ini dirinya tidak praktek. Sementara Keysha tidak mengabari Andra. Ia takut suaminya akan khawatir dan bersikap berlebihan.


Rupanya kekhawatiran Keysha benar-benar terwujud. Malam harinya, sepulang bekerja Andra langsung berlari menuju kamar. Andra baru mengetahui Keysha tidak praktek dari perawat yang selalu menjadi asisten kala Keysha membuka poliklinik.


"Sayang?" Andra berteriak saat tidak menemukan istrinya ada di dalam kamar.


"Sayang, kamu di mana?" Terlihat kepanikan di raut wajah Andra.


"Aku di kamar mandi!" Keysha sedikit berteriak.


Andra langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar. Ia mendapati istrinya baru saja muntah-muntah. Lekas Andra memeluk Keysha. Ia amat khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Sayang, mana yang sakit?" Andra meneliti tubuh Keysha.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Hanya pusing dan mual seperti mengalami mabuk kendaraan," Keysha terkekeh melihat tingkah posesif suaminya. Baginya itu terlihat sangat menggemaskan.


"Sayang, mengapa kamu tidak mengabari jika sedang sakit?" Andra masih saja terlihat khawatir.


"Aku hanya tidak ingin mengganggu pekerjaanmu. Ingat! Pasien adalah yang paling utama!" Keysha mengacungkan jari telunjuknya.


"Kita periksakan diri kamu ke dokter ya?" Andra tampak masih khawatir.


"Besok juga sembuh kok, sayang," Keysha menenangkan.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kamu tespack besok?" Andra menyampaikan kecurigaannya.


"Aku belum membeli tespacknya, Sayang," Keysha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku sudah membelinya. Ayo!" Andra menuntun lengan Keysha. Andra kemudian mengeluarkan alat pengetes kehamilan dari tasnya. Mata Keysha membola karena melihat banyaknya alat tespack yang ada di dalam tas suaminya.


"Sayang, ini banyak sekali!" Seru Keysha saat ia melihat berbagai merk tespack yang Andra beli.


"Baiklah. Kalau begitu ayo kita makan! Aku belum makan karena menunggu kamu pulang!" Ucap Keysha dengan manja. Andra tersenyum mendengar ucapan Keysha. Andra merasa Keysha saat ini lebih manja padanya.


"Ayo kita makan! Aku ganti baju dulu!" Andra segera mengganti bajunya dengan piyama. Sementara Keysha keluar dari kamar terlebih dahulu untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Indera penciuman Keysha amat terganggu dengan bau makanan yang ada di atas meja. Tapi sebisa mungkin Keysha tahan untuk suaminya. Bagaimana pun kondisinya, Keysha harus menemani Andra untuk makan malam. Keysha menata makakan yang ia beli via go food. Keysha benar-benar tidak sanggup memasak hari ini.


Tak berselang lama Andra turun dengan setelan piyamanya. Pria itu duduk di sebelah istrinya. Keysha dengan sigap langsung mengambilkan Andra nasi berserta dengan lauk pauknya.


"Makanlah yang banyak!" Titah Keysha dengan lembut.

__ADS_1


"Terima kasih, sayang," Andra pun memakan makanan di piring dengan lahap.


Keysha ikut makan bersama Andra. Walaupun dirinya merasa mual, akan tetapi Keysha menahannya sekuat tenaga. Keysha tidak boleh menghancurkan mood makan suaminya. Andra bisa kehilangan selera makan jika Keysha mual mual di depannya.


"Sudah selesai?" Tanya Andra saat Keysha selesai dengan ritual makan malamnya.


"Sudah. Aku sudah kenyang," Keysha mengelus perut datarnya.


"Suapi aku kalau begitu, sayang!" Andra merajuk dengan manja.


Keysha kemudian mengambil sendok milik Andra. Dengan telaten dokter cantik itu menyuapi suaminya. Andra terlihat lebih lahap disuapi oleh istri tercintanya itu.


"Minum yang banyak!" Keysha memberikan satu gelas air saat Andra sudah menghabiskan makanannya di piring.


Keysha hendak berdiri dari duduknya untuk membereskan piring dan gelas kotor, akan tetapi Andra menahan wanita itu.


"Duduklah! Biar aku yang membereskan semuanya!" Andra berkata dengan lembut.


Andra segera membawa semua piring, sendok dan gelas ke dalam wastafel. Andra pun langsung mencuci semuanya. Sementara Keysha hanya menatap punggung Andra yang sedang mencuci piring. Dalam hatinya ia amat bersyukur memiliki suami seperti Andra. Semoga cinta Andra hanya untuknya. Kadang Keysha takut pengkhianatan yang pernah di alaminya akan terulang. Akan tetapi, hati kecilnya selalu meyakinkan jika Andra tidak akan melakukan kesalahan seperti yang pernah Zayyan lakukan.


"Selesai!" Andra berjalan mendekat ke arah Keysha.


"Ayo kita tidur!" Ajak Kesyha.


"Aku belum mendapatkan makanan penutupnya!" Andra tersenyum mendamba.


"Aku tidak membeli makanan penutup!" Keysha menatap wajah Andra.

__ADS_1


"Maksudku, kamu makanan penutupnya, Sayang!" Bisik Andra penuh maksud.


Andra langsung mendudukan Keysha di meja makan. Sehingga pada akhirnya hanya terdengar suara decitan meja dan suara leguhan kedua insan yang tengah dimabuk asmara yang terdengar di keheningan malam.


__ADS_2