Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Surat Gugatan


__ADS_3

Keysha meraba pipinya yang terasa panas dan berdenyut nyeri. Namun sakit akibat tamparan tadi tidak ada apa-apanya dibanding dengan luka hati yang suaminya buat. Hati Keysha sangat terluka, karena untuk pertama kali setelah lima tahun mereka menikah, baru kali ini Zayyan melakukan kekerasan fisik.


Keysha memandang Zayyan dengan tajam, ia lalu melayangkan tangannya dan balas menampar pipi suaminya dengan sangat kencang. Hingga membuat telapak tangannya panas.


"Dasar pria b*jingan! Istri pulang mencari rezeki untuk membantu suami bukannya berterima kasih, tapi malah menyakitiku secara fisik maupun batin!!" Hardik Keysha tak terima.


Zayyan menyesali apa yang ia lakukan barusan pada Istrinya. Namun hatinya merasa tidak terima melihat istrinya diantar oleh pria lain. Ia tidak ingin Keysha direbut pria manapun. Keysha hanya miliknya seorang dan ia tak pernah mau berbagi.


"Membantu mencari rezeki? Key, aku ini pria mapan dan kaya. Aku tidak butuh bantuanmu untuk mencari materi. Yang ku inginkan hanya kamu diam dan duduk manis di rumah! Namun kamu susah sekali diatur, dan aku sudah tahu alasannya mengapa kamu sangat betah di rumah sakit. Rupanya kamu ada main gila bersama teman sejawatmu itu?" Zayyan menunjuk Andra.


Sedangkan Andra tampak syok melihat Keysha ditampar di hadapan wajahnya. Emosinya tak bisa diredam lagi. Ia lalu berjalan keluar untuk berhadapan dengan Zayyan.


"Apa kau tidak diajari sopan santun oleh orang tuamu? Bagaimana bisa kau memperlakukan istrimu sendiri dengan begitu kasar?" Andra menengahi perdebatan suami istri itu dengan eskpresi tenang dan tak terbaca.


Zayyan berdecih sebal, ia memperhatikan Andra dari atas sampai bawah. "Apa yang sudah kamu dapatkan dari istriku? Apa istriku sudah memberikan tubuhnya padamu?"

__ADS_1


Kilatan amarah tergambar jelas di raut wajah Andra. Bibirnya mengatup dan matanya menatap Zayyan seperti hendak menerkam. Dengan sekali gerakan ia menarik kerah kemeja Zayyan dan mencengkramnya.


"Jaga bicaramu pak Zayyan yang terhormat! Jangan samakan aku denganmu yang suka bermain gila bersama wanita selain istrimu!! Aku bukanlah pria obralan seperti dirimu!!" Desis Andra memekakan telinga. Giginya bergemeletuk karena menahan amarah.


Zayyan tak mau kalah, ia melepaskan cengkraman tangan Andra di kerah kemejanya. Ia lalu memangkas jarak pada dokter muda itu.


"Hebat sekali! Bahkan kamu tahu apa yang terjadi pada rumah tangga kami! Sepertinya istri tercinta ku ini sering berbagi cerita padamu hm?" Zayyan tersenyum miring, ia lalu bertepuk tangan dengan ekspresi penuh ejekan.


Sementara Keysha memegangi lengan Andra dan memisahkan dua pria yang akan bersiap adu jotos tersebut. Keysha lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Setelah mendapatkan benda yang ia cari ia lalu menghampiri Zayyan dan melemparkan benda yang berupa kertas itu. Keysha langsung melemparkan kertas itu pada wajah suaminya.


Seketika mata Zayyan membola karena terkejut. Ia memegangi kertas itu dan membacanya dengan seksama. Gugatan cerai? Tiba-tiba jantungnya berdenyut nyeri. Ia tak menyangka akan digugat cerai oleh Keysha. Bahkan selama ini ia kecolongan karena sama sekali tidak tahu bahwa istrinya itu telah mendaftarkan perceraian mereka di pengadilan agama.


Namun Zayyan merasa gengsi jika harus memohon kepada Keysha di hadapan pria yang tak dikenalinya.


"Baiklah. Aku tunggu sidang perceraian kita," tantang Zayyan dengan senyum sinis.

__ADS_1


"Oh ya dan jangan lupakan surat perjanjian pra nikah kita. Bersiap-siaplah kau akan kehilangan semuanya karena bukti yang aku punya cukup kuat dan bisa diterima!!" Keysha tersenyum penuh ejekan melihat wajah suaminya yang pucat pasi seperti tidak dialiri darah sama sekali.


"Key, kita bisa bicarakan ini baik-baik! Maaf tadi aku emosi," Zayyan seketika melunak tatkala bayangannya yang jatuh miskin terlintas di pikirannya.


Keysha hanya mengangkat bahunya dengan acuh. "Dok, tolong antarkan saya ke rumah orang tua saya!"


Andra mengangguk, ia lalu membukakan pintu mobilnya untuk Keysha. Andra takut Zayyan menghadang langkah Keysha. Andra tersenyum mengejek pada Zayyan yang masih termenung, dan detik berikutnya ia masuk ke dalam mobilnya.


Zayyan mengetuk-ngetuk kaca mobil Andra, ia memperlihatkan wajah yang memohon " Key, turun! Kita bisa bicarakan ini baik-baik."


Namun suara Zayyan bak hilang ditengah bumi saat Andra melajukan mobilnya. Sepeninggal Andra dan Keysha, Zayyan menyugar rambutnya kasar. Ia menendangkan kakinya ke udara.


"S*al!" Nafasnya terengah-engah karena emosi memburu. Sekelibat suara Shella memenuhi pikirannya.


"Kamu yang giat bekerja ya, ini semua buat anak kita!" Pesan Shella saat Zayyan meninggalkan apartemen Shella.

__ADS_1


Ya, Zayyan kembali merajut hubungan bersama Shella saat pria jangkung itu mengetahui Shella hamil. Meskipun tanpa restu orang tuanya, namun Zayyan berniat akan membujuk orang tuanya dengan membawa Shella dan pamer tentang kehamilannya. Pasti orang tuanya langsung setuju karena mereka sangat menantikan cucu pertama mereka. Namun Zayyan juga enggan untuk menceraikan Keysha, ia masih sangat mencintai istrinya. Ia ingin keduanya.


__ADS_2