Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Pesta Ulang Tahun Andra


__ADS_3

Andra melempar senyum ke arah Keysha. Namun detik berikutnya, senyum itu pudar. Andra melihat seorang pria berdiri di samping Keysha tengah menatap wanita itu penuh kekaguman.


Pesta baru saja dimulai. Semua berkumpul di ruangan yang sangat luas. Sekumpulan anak panti asuhan berkumpul karena diundang oleh Andra dan keluarga. Mereka berdoa untuk Andra. Andra pun memberikan mereka hadiah berupa amplop berisi uang dan snack satu persatu membuat anak-anak panti itu tersenyum senang.


Setelah acara doa dan tiup lilin, MC menyuruh Andra untuk memberikan potongan kue ulang tahunnya. Andra berjalan ke arah Dewi dan Sagara. Lalu memberikan mereka masing-masing potongan kue.


"Terima kasih karena telah membesarkan dan mendidik Andra dengan sangat baik!" Lirih Andra haru. Dewi tak kuasa membendung air matanya. Sagara pun terisak kecil karena terharu putra kecil mereka kini telah beranjak semakin dewasa. Semua tamu yang menatap keharmonisan keluarga yang berprofesi dokter itu ikut terharu, tak terkecuali dengan Keysha.


"Mama berdoa supaya kamu segera mendapatkan pendamping ya, Ndra?" Harap Dewi dengan mata berkaca-kaca.


"Tak usah dirisaukan, Ma! Nanti juga sudah waktunya Andra akan menikah," Andra tersenyum menenangkan.


Sedangkan Sagara tersenyum simpul. Ia menepuk pelan bahu Andra. Ia juga berdoa semoga putra bungsunya segera menikah dan melanjutkan menjadi pimpinan rumah sakit miliknya.


Setelah acara penyerahan kue, semua lampu diruangan itu dimatikan. MC memberitahukan bahwa ada sesi hiburan yaitu berdansa bersama pasangannya. Andra hanya mendecakan lidah, pasti ini semua rencana orang tuanya.


"Key, maukah kau berdansa denganku?" Ricky tiba-tiba muncul di hadapan Keysha, dan mengajaknya untuk berdansa.


"Tidak, terima kasih Ricky. Aku akan berdansa dengan papa," Keysha spontan melingkarkan tangannya di lengan kekar Reynard yang sejak tadi berada di sampingnya.


Melihat penolakan dari Keysha, Kania tersenyum simpul. Ia begitu senang karena Keysha menolak tawaran Ricky. Sejujurnya Kania tak mau lagi mempunyai menantu seorang pengusaha, ia sudah cukup trauma dengan mantan menantunya, Zayyan.


"Ya sudah kalian berdansa sana! Mama akan menonton. Kebetulan mama sedang malas untuk berdansa!" Sahut Kania dengan senyum yang merekah.


Sementara Ricky hanya mengembuskan nafasnya kasar. Penolakan dari Keysha membuatnya semakin dibuat penasaran dengan dokter cantik itu. Ia bertekad untuk meluluhkan hati Keysha.


"Ayo sayang!" Ajak Reynard, ia menuntun Keysha menuju lantai dansa dengan lampu yang sudah dimatikan.


Suara musik slow terdengar mengalun dengan romantis. Andra begitu bosan saat sesi ini. Dia hanya menyandarkan tubuhnya di dinding seraya menenteng gelas yang berisi jus jeruk dengan beberapa potongan es yang membentuk kotak kecil.

__ADS_1


"Ayo dong, Ndra! Ajak wanita yang kamu sukai untuk berdansa!" Titah Sagara tiba-tiba saat melihat tamu berpasangan menaiki lantai dansa.


"Andra tidak berminat," Andra meneguk minumannya, tadi ia melihat Keysha dan ayahnya berjalan menuju lantai dansa. Namun Andra kehilangan jejak Keysha karena suasana di sana yang gelap.


Sagara mendecakan lidahnya dengan kesal. Ia lalu menyikut lengan Dewi pelan. Dewi pun sama kesalnya dengan Sagara.


"Ya sudah ayo kita berdansa, sayang!" Dewi memegang lengan putra bungsunya itu dan menariknya ke lantai dansa.


Mereka mulai berdansa. Dewi mengalungkan tangannya di leher Andra. Sementara Andra menyimpan tangannya di pinggang Dewi yang ramping.


"Mama kaya ABG tahu gak?" Sewot Andra kesal.


Dewi terkekeh, ia lalu bergerak pelan mengikuti irama lagu. Begitu pun dengan Keysha dan Reynard. Mereka berdansa pelan seraya terlibat obrolan ringan antara ayah dan anak. Suasana di ruangan itu sangat minim dengan cahaya, sehingga tidak bisa melihat wajah partner dansa dengan jelas.


Musik mellow terus berputar, baju Keysha tertabrak pasangan lain yang berdansa. Spontan wanita cantik itu mengaduh kala seseorang menginjak kakinya. Refleks ia melepaskan pegangannya pada leher sang ayah.


"Papa di mana?" Tanya Keysha saat ia merasa terlepas dari Reynard. Ia berjalan pelan, mencari Reynard. Namun nihil, ruangan itu sangat minim cahaya, sehingga Keysha tak bisa melihat orang-orang yang ada di sekitarnya.


Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang menarik lengan Keysha. Tangan itu menggenggam Keysha dengan sangat erat.


"Pa?" Keysha memegang dada pria tadi. Namun ia segera melepaskan pegangannya, ia takut pria tadi bukan Reynard.


"Keysha?" Suara seseorang yang sangat Keysha kenal tak kalah syoknya.


"Andra, ini dokter Andra?" Tanya Keysha memastikan.


"Iya, ini saya! Saya terlepas dari mama saya. Sulit sekali mencarinya saat ruangan gelap seperti ini," Andra menggerutu tak jelas.


"Saya pun, mencari papa saya."

__ADS_1


"Ruangan ini sangat minim cahaya, sepertinya kita harus menemukan jalan untuk keluar dari sini," Andra mundur selangkah dan hendak pergi meninggalkan ruangan itu. Ia juga mengajak Keysha dan meminta Keysha untuk mengekorinya dari belakang. Namun saat mereka berjalan, seseorang menabrak Keysha, hingga Keysha terdorong ke depan dan menabrak punggung Andra.


"Kamu gak apa-apa, Key?" Tanya Andra cemas, ia lalu membalikan badannya dan menggenggam lengan Keysha.


"Tidak apa-apa, Aww!" Rintih Keysha lagi saat seseorang yang tak dikenalinya mendorong tubuhnya lagi hingga ia terjerembab ke dada bidang Andra.


Tiba-tiba saja jantung keduanya berdebar tak karuan. Apalagi pipi Keysha yang sudah merona dari tadi. Andra tersenyum tipis saat menghirup rambut Keysha yang sangat wangi.


Mereka terjebak di kerumunan orang-orang yang sedang asyik berdansa, Andra dan Keysha tak bergerak sedikitpun . Mereka takut terjatuh, hingga tak sengaja Andra memegang pinggang Keysha karena tertabrak oleh pasangan lain.


"Maaf ini bukan kemauan saya!" Andra masih saja gengsi, padahal hatinya sudah berdebar tak karuan. Wajar saja, Andra adalah pria normal.


"Sepertinya posisi kita akan terus seperti ini sampai acara dansa selesai," keluh Keysha yang sudah meringis merasakan nyeri di kakinya karena sering terinjak oleh pasangan lain.


"Ya sudah kalau begitu kita bergerak! Kita berdansa saja biar kita tidak tertabrak lagi," usul Andra yang terpaksa disetujui Keysha, karena memang benar, jika mereka diam saja resiko tertabrak dan terinjak semakin besar.


"Bagaimana kita memulai dansanya?" Tanya Andra kikuk, sejujurnya ia bingung harus memulai dari mana, karena sikap Andra yang sangat serius dan pasif, ia merasa tidak sopan jika sampai menyentuh pinggang ramping Keysha.


Keysha pun sama bingungnya, namun lagi-lagi tabrakan pada bahu Andra membuatnya menempel pada Keysha. Dokter cantik itu merasakan hembusan nafas Andra di wajahnya karena posisi mereka yang sangat dekat.


Akhirnya Andra menyimpan kedua tangannya di pinggang Keysha. Keysha pun mengalungkan lengannya pada leher Andra. Pipi mereka merona karena menahan malu. Namun detik berikutnya tubuh mereka bergerak mengikuti irama. Rasa hangat dan bahagia menghinggapi hati Andra. Ia merasa begitu senang saat Keysha sedekat ini dengannya. Apa benar Andra sudah sungguh-sungguh jatuh cinta pada janda cantik ini?


Seseorang masih saja mendorong punggung Keysha, hingga tubuhnya merapat pada Andra. Andra menahan geraman saat tubuh Keysha mengenai miliknya yang sensitif.


"Keysha, perhatikan gerakanmu! Kamu terlalu dekat" Andra sedikit memundurkan tubuhnya.


"Bukan kemauan saya, Dok. Saya terdorong."


Andra mendecakan lidahnya dengan kesal, memang ia senang berdekatan dengan Keysha, tapi jika terlalu dekat Andra parno juga.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian lampu menyala. Ruangan besar itu kembali terang. Andra melihat wajah Keysha yang sangat dekat dengan wajahnya. Wajah cantik itu terlihat gugup, Andra langsung melepaskan tangannya di pinggang Keysha.


"Saya kesana dulu, Dok!" Pamit Keysha, ia segera menarik dirinya dan berjalan menjauh. Andra menatap punggung Keysha dengan senyum tipis. Malam ini adalah hari bahagianya setelah ia beberapa tahun tak menemukan kebahagiaannya karena ditinggal pergi Nadien.


__ADS_2