Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Menyampaikan Niat


__ADS_3

Zayyan pulang ke apartemen Shella dengan wajah yang lesu. Pria itu menekan bel apartemen. Beberapa detik kemudian, Shella membuka pintu dengan lingerie miliknya. Perlu diketahui bahwa Zayyan sudah menikahi Shella secara siri tanpa sepengetahuan keluarganya dan juga Keysha. Bagaimana pun ia harus bertanggung jawab pada kehamilan Shella.


"Sayang, kau sudah pulang?" Shella bergelayut manja di lengan lekar Zayyan.


"Hm," Zayyan hanya bergumam. Ia pun tak memperdulikan Shella yang memakai baju haram di depannya. Zayyan berjalan menuju sofa. Ia lalu mendudukan dirinya di atas sofa itu.


"Sayang, ada apa? Mengapa kau murung sekali?" Shella menatap raut wajah Zayyan yang lesu dan tak bersemangat.


"Aku tadi melihat Keysha diantarkan seorang pria, Shell. Sepertinya dia satu profesi dengan Keysha," Zayyan mulai bercerita.


Shella berpura-pura terkejut, ia lalu tersenyum samar.


"Sudah aku duga. Dia memang wanita ular ! Ternyata kesibukannya di rumah sakit itu hanyalah sebuah kamuflase. Ternyata dia main gila dengan rekannya sesama dokter"


"Aku juga tidak menyangka ternyata dia tidak ada bedanya denganku!" Amarah Zayyan yang meluap kini muncul lagi.


Shella mengambil air minum yang ada di lemari es. Wanita tidak tahu diri itu lalu memberikannya pada Zayyan. Pria itu langsung meneguknya sampai tandas hingga membuat mata Shella menyipit.


"Jangan katakan kamu cemburu, sayang!" Sindir Shella dengan nada sebal.


Zayyan menengadahkan kepalanya di sandaran sofa. Pelipisnya begitu berdenyut saat mendengar Keysha akan melayangkan gugatan cerai. Selain takut semua asetnya jatuh ke tangan Keysha, ia juga belum siap untuk kehilangan wanita itu. Bagaimana pun Keysha sudah menemaninya di suka maupun duka.


"Sayang? Apa kamu cemburu?" Ulang Shella dengan nada kesal.


"Tadi Keysha sudah mendaftarkan perceraian kami ke pengadilan agama. Aku kecolongan, Shell," lirihnya tak bertenaga.


Shella tersenyum samar, tatapannya berubah menjadi gelap dan penuh kebencian. Ia mendekati Zayyan dan duduk di sampingnya. Tangannya pun mulai bergerilya mengusap-ngusap bahu kekar pria yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Apa kamu menyesal telah menerimaku kembali? Dan apa kamu menyesal akan bercerai dengan Keysha?" Shella menunjukkan wajah sedihnya.


Zayyan menggeleng "bukan itu. Hanya saja Keysha mempunyai bukti perselingkuhan kita. Dan dia juga memegang surat perjanjian pra nikah kami. Aku takut Keysha mengambil semua aset dan meminta harta gono-gini"


Shella terbelalak mendengar jawaban Zayyan. Ia menelan saliva membasahi kerongkongannya yang mendadak kering. Shella tak mau jika Zayyan sampai jatuh miskin, ia tak mau harus bekerja susah payah lagi mencari uang. Shella juga tak mau kehilangan semua kehidupan mewahnya.


"Apa? Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?" Shella mendadak panik.


"Aku akan memenangkan kasusnya, Shell! Aku meminta dukunganmu. Oh ya apa kau sudah meminum susu hamilmu?" Zayyan mengusap perut Shella yang masih datar dan mengalihkan topik pembicaraan.


"Iya, sayang. Aku akan mendukungmu. Aku sudah meminum susu hamil. Antarkan aku besok untuk check up kandunganku ya?" Shella merebahkan kepalanya di bahu Zayyan.


"Iya, sayang!" Zayyan menuruti keinginan istri keduanya itu


***


"Mama, papa?" Keysha bangkit dari duduknya, ia lalu menyalami Hanan dan Rena yang menyambutnya dengan senyuman yang hangat.


Begitupun dengan Raika dan Fikri yang ikut menyalami Keysha dengan takjim. Mereka sangat menyayangi kakak iparnya itu.


"Ada apa-apa malam-malam begini kamu kemari, Nak? Apa ada sesuatu yang penting?" Rena mendadak cemas melihat raut wajah Keysha yang murung.


"Ma, aku ingin berbicara sesuatu yang penting kepada kalian," Keysha memulai pembicaraannya dengan senyum yang dipaksakan.


"Bicaralah, Nak!" Perintah Hanan dengan lemah yang dari tadi menatap menantunya dengan sedih. Mereka duduk di sofa diikuti dengan kedua adik Zayyan.


"Ma, pa? Maafkan, Key! Tapi sepertinya Keysha tidak bisa melanjutkan pernikahan Keysha dengan Zayyan," Keysha berbicara dengan suara yang parau.

__ADS_1


Rena menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Wanita paruh baya itu menitikan air matanya. "Apa kamu sudah bulat dengan keputusanmu ini, Key? Apa kamu tidak mau menunggu Zayyan sadar dan kembali padamu? Mama akan memaksanya untuk meninggalkan j*lang itu!" Ucap Rena histeris, ia tak mau kehilangan menantu sebaik Keysha. Walaupun Keysha sangat sibuk, namun Keysha tak pernah lupa untuk memberikan perhatian pada kedua mertua dan adik iparnya itu.


"Maafkan Key, Ma! Tapi keputusan Key sudah bulat. Keysha sudah mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan agama," Keysha m*r*mas jarinya.


Keysha menatap nanar pada Rena dan Hanan. Sebenarnya Keysha berat, ia sudah menyayangi Rena dan Hanan seperti kedua orang tuanya sendiri. Tapi keputusannya tidak akan pernah berubah, ia tetap ingin bercerai dengan Zayyan.


"Tidak, kamu tidak perlu minta maaf. Papa yang seharusnya meminta maaf karena sudah gagal mendidik suamimu. Walaupun kalian sudah bercerai nanti, jangan lupakan kami! Karena kami akan selalu menganggapmu sebagai anak kami sampai kapan pun," perkataan Hanan membuat semua orang di rumah itu menangis dengan sedih.


Keysha mendekati Rena dan Hanan, ia memeluk pasangan paruh baya itu dengan air mata yang mengalir tak menyangka bahwa takdir pernikahannya harus kandas karena orang ketiga.


"Keysha tidak akan pernah melupakan kalian. Sampai kapan pun, kalian adalah keluargaku," Keysha menangis pilu. Rumah itu redup seketika, diliputi dengan kesedihan mendalam menyusul keputusan Keysha yang akan melepaskan suaminya.


"Kak, kalau kakak bercerai dari kakak kami. Bukankah pelakor yang menang?" Tanya Raika dengan hidungnya yang memerah.


Keysha tersenyum sembari menangis mendengar pertanyaan adik iparnya.


"Tidak akan ada yang menang. Yakinlah, semua akan menuai apa yang telah mereka tabur. Kakak hanya mengalah saja, karena sejatinya walaupun kakak mempertahankan rumah tangga ini, semuanya tidak akan sama. Dan satu hal, seorang pengkhianat atau peselingkuh akan mengulangi kesalahan yang sama. Shella hanya tinggal menunggu waktu," Keysha berkata dengan yakin.


"Maafkan mama yang salah mendidik Zayyan!" Rena terus menerus meminta maaf. Terus merasa syok dengan keputusan Keysha. Tapi bagaimana pun, ia tidak bisa memaksa Keysha untuk mempertahankan rumah tangganya. Karena sejatinya, Rena pun seorang wanita. Jika dia di posisi Keysha, tentu dia akan melakukan hal yang sama.


"Kalau kamu merasa kesepian, kamu tau tempat pulang, Nak! Rumah ini selalu menjadi rumahmu," Hanan menitikan air matanya lagi dan lagi.


"Jangan pernah berubah untuk kami, Kak!" Fikri ikut menitikan air matanya.


"Satu hal yang perlu kakak tahu, sampai mati pun kami tidak akan pernah menerima pelakor itu di tengah-tengah kami!!" Raika berkata dengan amarah bergemuruh di dadanya.


"Raika benar. Sampai mama mati sekali pun, mama tidak akan pernah menerima dia di tengah-tengah keluarga kami!" Rena berkata dengan murka.

__ADS_1


__ADS_2