
Keysha malam ini bertugas untuk menjadi dokter jaga di ruang pemulihan pasca operasi Caesar, pasca operasi miom, dan pasca kuret. Keysha duduk di kursi yang ada di ruangan ruang pemulihan. Ia terlihat menguap beberapa kali karena rasa kantuk yang menyerangnya.
"Dokter Keysha!" Seru asisten/perawat yang bernama Ajeng.
"Iya, Sus Ajeng?" Keysha menanggapi dengan santai. Kebetulan hanya ada Keysha, Ajeng, dan seorang bidan yang sedang sibuk mengganti kateter pada pasien.
"Apa dokter tahu siapa istri dari dokter Andra?" Ajeng menyipitkan matanya, ia sangat mencurigai Keysha sebagai istri dari dokter tampan itu.
Gosip Dokter Andra sudah menikah berhembus kencang di rumah sakit harapan bangsa. Apalagi status staff dan direksi secara serempak mengunggah potret pernikahan Andra walaupun dengan pose dari belakang. Semua karyawan dokter Sagara sangat kaget. Berita tersebut ternyata benar adanya bukan hanya rumor semata.
"Memangnya kenapa ya, Sus?" Keysha berbalik bertanya.
"Tidak apa-apa, Dok. Saya hanya penasaran saja," Ajeng tersenyum simpul.
Namun Ajeng ak berani bertanya lagi kepada dokter cantik itu. Ajeng cukup segan dengan Keysha. Pasalnya, Keysha adalah pribadi yang tak banyak bicara jika saat sedang bekerja. Suara langkah seseorang mengalihkan perhatian Ajeng dan Keysha. Kedua wanita itu melihat Andra yang baru saja masuk ke ruang pemulihan.
__ADS_1
"Malam!" Sapa Andra tersenyum kecil
"Malam, Dokter!" Suster Ajeng terlihat gelagapan karena salah tingkah. Bukan rahasia lagi jika Andra selalu menjadi pusat perhatian di rumah sakit yang cukup mewah itu.
"Dokter Keysha saya bawakan sesuatu untukmu!" Andra mengulurkan sebuah plastik besar yang berisi makanan, minuman dan cemilan ringan ke arah wanita yang kini berstatus sebagai istrinya.
"Terima kasih," Keysha berkata dengan gugup.
"Oh ya, saya tidak akan pulang malam ini. Saya akan menemanimu berjaga di ruang perawatan," Andra tersenyum ke arah Keysha.
"Jadi benar kalian sudah menikah?" Ajeng memberanikan bertanya pada Andra dan Keysha.
Andra merangkul bahu Keysha, ia merapatkan bahu Keysha pada bahunya. "Ya, kami sudah menikah. Sekarang dokter Keysha adalah istri saya, Sus," Andra tersenyum simpul.
"Kalau begitu selamat ya untuk dokter Andra dan dokter Key? Saya berharap pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan!" Dengan cepat Ajeng mengatasi keterkejutannya, ia lalu mendoakan rekan sejawatnya itu. Untung saja ia hanya mengagumi Andra saja tak sampai menaruh perasaan yang lebih dalam.
__ADS_1
"Aamiin. Terima kasih doanya, Suster Ajeng!" Keysha mengamini.
Ajeng dan seorang bidan kemudian berpamitan pada Andra dan Keysha. Setelah mereka memasangkan infus dan mengganti kateter, tinggalah Andra dan Keysha di ruangan itu. Sepasang suami istri itu kembali bekerja dengan profesional di ruang pemulihan. Bunyi ponsel yang terus kontinu mengusik kenyamanan Andra saat bekerja. Ia lalu membuka ponsel dan melihat grup rumah sakit harapan bangsa si Whatsapp sangat ramai dengan pertanyaan kebenaran kabar Andra menikah. Andra menghela nafas, ia lalu mengetik untuk mengakhiri pertanyaan di grup tersebut.
Untuk teman-teman yang bertanya mengenai kabar pernikahan saya, itu memang benar adanya. Saya sudah menikah dengan dokter Keysha. Mohon maaf saya belum mengundang teman-teman, karena kami baru melangsungkan akad dan hanya disaksikan oleh keluarga saja. Kami akan memberikan kabar lagi jika kami akan mengadakan resepsi. Terima kasih sebelumnya untuk perhatian teman-teman, saya sangat menghargainya. Ketik Andra, ia lalu menghidupkan mode silent di ponselnya dan menyimpan ponsel berlogo apel itu ke dalam saku jas putihnya.
Sementara Vebby yang membaca pesan yang dikirimkan Andra di grup rumah sakit, mengepalkan tangannya. Ia beberapa kali meninju bantal yang ada di sampingnya. Vebby kemudian berjalan menuju meja hias. Ditatapnya pantulan dirinya di cermin. Namun ia merasa kalah dengan Keysha. Apalagi Vebby selalu menganggap remeh tentang Keysha, mengingat status wanita itu sebagai seorang janda tanpa anak. Vebby merasa sangat kesal, ia menyapu koleksi kosmetiknya lalu menghempaskan nya ke lantai membuat kosmetik miliknya jatuh berserakan. Namun tetap saja Vebby masih merasa sangat kesal.
"Mengapa harus dengan dokter Keysha?" Sungut Vebby menahan amarah.
Saat pertama berjumpa di rumah sakit, Vebby sudah merasa tak suka dengan Keysha. Pasalnya banyak sekali pasien yang lebih memilih mengambil antrian di jam praktek Keysha. Alasannya karena Keysha sangat ramah dan memeriksa dengan teliti. Ada pasiennya pun yang berkata dengan jujur, ia terpaksa memeriksa kehamilannya pada Vebby karena Keysha yang sedang libur praktek. Vebby merasa disepelekan. Padahal Vebby merasa gelar dan ilmunya lebih tinggi dari pada janda cantik itu. Lalu, Vebby membaca ulang pesan Andra yang dikirimkannya di grup. Memory nya mengenang masa lalu. Saat Vebby dan Andra mengenyam pendidikan spesialis di Amerika. Sejak dari itulah Vebby menaruh hati pada Andra. Namun ia harus mengubur dalam-dalam perasaannya saat Andra akan pulang ke tanah air. Baginya ia sudah tak punya harapan.
Vebby terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaannya. Namun saat orang tuanya menyuruhnya pulang ke Indonesia, Vebby teringat dengan Andra. Ia mempunyai harapan yang baru untuk mencuri hati dokter tampan itu. Vebby pun sampai meminta tolong pada ayahnya untuk membantunya bergabung menjadi karyawan rumah sakit harapan bangsa. Ia sangat tahu rumah sakit itu milik ayah Andra. Namun fakta pernikahan Andra seakan menampar dirinya.
Vebby mengamati wajahnya di cermin. Wajahnya cantik. Hidungnya mancung, bibir merah jambu, matanya sayu, tubuhnya tinggi, kulitnya putih, karena di dalam darahnya mengalir darah blansteran Indonesia-jerman. Vebby cantik tanpa cela. Ia tak mau menjatuhkan harga dirinya karena mencintai pria beristri. Akhirnya malam ini Vebby memutuskan untuk berhenti mengagumi Andra. Ia akan membuang jauh-jauh perasaannya. Baginya harga dirinya terlalu tinggi, ia tak mau menjatuhkan harga dirinya karena mencintai pria yang sudah beristri.
__ADS_1