Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Janji Andra


__ADS_3

Andra dan Keysha masuk ke dalam kamar villanya. Semakin malam udara semakin dingin. Keysha berbaring menyelimuti dirinya dengan selimut yang tebal. Andra pun melakukan hal yang sama. Pangalengan terkenal dengan udara dinginnya, membuat Keysha dan Andra begitu betah berada di tempat tidur.


"Sayang, apa kamu senang berlibur ke tempat ini?" Tanya Andra, lengan kekarnya memeluk Keysha dan menciumi ceruk leher istrinya.


"Senang sekali. Terima kasih, Sayang!" Jawab Keysha masih dengan suara yang antusias.


"Maafkan aku belum bisa mengajakmu ke tempat jauh atau luar negeri! Jadwal di rumah sakit begitu padat. Apa aku harus mengurangi jadwalku?" Andra menatap Keysha dengan wajah yang merasa bersalah. Bagaimana pun ia belum pernah mengajak Keysha ke luar negeri. Berbeda ketika dengan Zayyan, Keysha selalu saja keliling Eropa.


"Tidak usah. Profesi kita untuk pasien jauh lebih penting. Tak apa belum ke luar negeri, ke mana pun kamu membawa aku, aku pasti akan selalu senang," Keysha tersenyum tulus, tangannya membelai wajah tampan Andra.


"Benarkah?" Andra mencari kejujuran di mata Keysha dan Andra menemukannya.


Keysha menganggukan kepalanya, Andra tersenyum. Ia lalu mencium kening Keysha hingga hati mereka bergetar.


"Ayo kita tidur!" Ajak Keysha menutup percakapan. Keysha segera membelakangi Andra dan menempelkan tangan suaminya ke tubuhnya.


Sejak hamil Keysha memang selalu senang di peluk dari belakang oleh Andra. Setiap menjelang tidur pun, Keysha tak akan pernah bisa tidur jika Andra belum memeluknya dari belakang. Andra mematikan lampu, akhirnya mereka memasuki alam mimpi dengan hati yang bahagia dan penuh cinta.


Pagi harinya


Andra mengerjapkan matanya, hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah Keysha yang sedang tertidur. Wajahnya masih cantik, meskipun Keysha sedang tertidur dan tanpa make up. Andra tersenyum kecil. Ia tak menyangka akan menikah dengan teman seprofesinya di rumah sakit. Andra mengelus perut Keysha yang membuncit, perut Keysha terlihat sedikit bergerak karena pergerakan sang jabang bayi. Ia kemudian mencium pipi istrinya, membuat Keysha mengerjapkan matanya karena sentuhan dari suaminya.


"Sudah pagi ya?" Gumam Keysha dengan suara khas bangun tidurnya.


"Masih jam setengah lima shubuh, kita belum shalat shubuh. Ayo bangun sayang!" Ajak Andra.

__ADS_1


Meskipun malas untuk bangun dari tempat tidur karena udara yang dingin, Keysha memaksakan dirinya untuk bangkit dari tempat peraduannya. Andra memapah Keysha menuju toilet dan berwudhu secara bergantian. Mereka melaksanakan shalat shubuh dengan udara yang dingin dan syahdu. Andra mengimami shalat shubuh dengan suara yang merdu hingga Keysha menitikan air mata karena terharu. Setelah mengucapkan salam, mereka langsung berdoa, bermunajat kepada sang khalik. Saling mencurahkan harapan dan doa mereka.


Berdoa usai, Andra menghampiri Keysha. Dokter tampan itu mengelus perut istrinya dan menciumnya.


"Sehat-sehat ya, Sayang? Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan mama papa!" Kata Andra dengan senyum yang merekah.


Keysha langsung menyalami tangan Andra dan menciumnya. Andra tak pernah berkhayal sejauh ini. Dulu, ketika ia terpuruk setelah ditinggalkan Nadien, Andra berpikir tak akan pernah ada wanita yang bisa menyentuh hatinya. Ia pikir akan melajang seumur hidupnya. Namun hati manusia senantiasa berubah. Hatinya pun luluh saat berteman dekat dengan Keysha, hingga Andra memberanikan diri untuk meminang wanita cantik itu.


Andra melirik jam dinding, waktu masih menunjukan pukul lima shubuh. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamar. Karena jika sepagi ini keluar pun akan percuma, karena langit yang masih tertutup dengan kabut. Saat Keysha akan menutup matanya, ia merasakan Andra menciumi ceruk lehernya. Ia sangat tahu apa yang diinginkan suaminya kini.


"Sayang, jangan mulai!" Keysha melepaskan tangan Andra saat tangannya bergerilya membuka kancing piyamanya.


"Sekali saja!" Suara Andra memberat. Akhirnya Keysha membalikan tubuhnya dan memberikan apa yang suaminya inginkan. Suasana di ruangan yang estetik itu pun berubah menjadi panas, sekalipun di luar sana udara sangatlah dingin.


*****


"Indah sekali pemandangannya!" Puji Keysha takjub.


"Ya, tidak salah kita berlibur ke sini!" Sahut Andra seraya membenarkan rambut Keysha yang tersibak angin.


Saat mereka turun dari jembatan, ada rombongan gadis cantik yang memperhatikan Andra dan Keysha. Keysha melihat gelagat yang mencurigakan dari rombongan yang berisi lima orang gadis muda itu. Mereka melihat Andra dengan tatapan takjub, namun Andra tak menyadarinya. Keysha merasa dongkol saat melihat ke lima gadis itu masih saja tak melepaskan tatapan mereka.


"Dokter Andra!" Seru salah satu gadis itu.


"Syiffa?" Jawab Andra yang membuat Keysha langsung teringat dengan mahasiswi koas beberapa bulan lalu.

__ADS_1


"Apa kabar, Dok? Wah dokter Andra berlibur juga ya dengan dokter Keysha?" Syiffa mendekati Andra dan Keysha.


"Alhamdulillah baik, ya saya sedang berlibur dengan istri saya," Andra memeluk bahu Keysha, membuat ke lima gadis itu terkejut, karena baru tahu dokter idaman mereka telah menikah.


"Jadi dokter sudah menikah? Selamat ya?" Raut wajah Syiffa berubah menjadi murung.


"Terima kasih," Keysha ikut bersuara.


"Kalau begitu kami duluan ya?" Andra mengakhiri percakapan, dan menggandeng Keysha menuju tenda yang sudah ia pesan untuk makan siang.


Sepanjang perjalanan menuju tenda, Keysha terlihat berubah dan muram. Ia diam saja, tak seceria tadi saat mereka diatas jembatan. Perubahan itu langsung disadari Andra, karena setelah Keysha hamil Andra berusaha untuk lebih peka dengan perasaan sang istri.


"Sayang, ada apa? Kenapa cemberut?" Tanya Andra saat mereka sudah duduk di dalam tenda yang terbuka bagian depannya. Mereka masih menikmati pemandangan kebun teh dan sungai yang mengalir.


"Ke lima gadis tadi cantik, apa kamu tidak tergoda salah satu dari mereka?" Keysha langsung berbicara ke inti, ia tak nyaman saat suaminya selalu jadi pusat perhatian wanita.


Andra menyadari jika Keysha tengah cemburu padanya, ia merapatkan duduknya di samping Keysha.


"Sayang, apa kamu meragukan aku? Tidak akan ada perempuan lain yang menarik perhatianku. Hanya kamu satu-satunya wanita yang akan mendampingiku selamanya!" Andra menangkup ke dua pipi cabi Keysha, ia berushaa meyakinkan istrinya.


"Tapi aku takut suatu hari kamu akan tergoda dengan wanita lain. Apalagi setelah melahirkan tentu tubuhku akan banyak berubah. Aku takut kamu terkena godaan sang pelakor!" Kesyha memcebikan bibirnya, membuat Andra spontan mencium bibir ranum istrinya itu.


"Tak akan ada orang ketiga yang memasuki rumah tangga kita, akan ku pastikan itu. Aku tak akan pernah terjerat godaan sang pelakor. Aku janji!" Tegas Andra yakin.


"Kita akan menua bersama, mengeriput bersama sampai rambut kita memutih!" Andra berbicara lagi.

__ADS_1


Andra merengkuh tubuh Keysha, menyandarkan kepalanya di dada bidang miliknya. Keysha pun membalas pelukan suaminya. Udara yang sejuk dan hamparan kebun teh menjadi saksi atas janji mereka yang harus mereka tepati sampai akhir hayat.


Tolong dong jaangan kasih bintang 1 buat novel otor, otor susah2 nulis kok ada aja yang kasih bintang 1. Kalau ga suka cukup skip ya, ga usah di kasih bintang 1 :(


__ADS_2