
Sepeninggal Shella, keluarga Zayyan berkumpul di ruang tamu. Mereka saling diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Rena menyedekapkan tangan di dada. Sesekali ia menatap anak sulungnya itu dengan emosi yang belum mereda.
"Zayyan?" Akhirnya Hanan bersuara. Suaranya membelah keheningan yang terjeda beberapa saat di antara mereka.
"Ya, Pa?" Jawab Zayyan dengan raut wajah yang lesu.
"Setelah Shella meninggalkan rumah ini, papa rasa juga kamu harus pergi meninggalkan rumah ini, Zayyan! Kamu sudah dewasa. Sudah bisa memilih jalan hidup kamu sendiri. Papa harap setelah ini kamu bisa lebih dewasa lagi dan lebih mandiri," Hanan akhirnya mengungkapkan uneg-uneg dalam hatinya.
Hanan berpikir jika Zayyan masih tinggal bersama mereka, dia tidak akan pernah berpikir dan merenungkan semua kesalahannya.
"Mama setuju, Zayyan. Apalagi kita sudah dibuat malu oleh sikap kamu dan wanita j*lang itu! Mama harap kamu intropeksi diri!" Timpal Rena tegas.
"Kalian mengusirku juga?" Zayyan seolah tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh kedua orang tuanya.
"Bukan mengusirmu, Papa hanya ingin kamu lebih bisa bersikap bijak. Kemarin kamu meninggalkan Keysha dan memilih Shella. Jika kamu berpikir dua kali, mungkin kamu tidak akan terjebak oleh godaan sang pelakor! Jika kamu tidak tergoda oleh pelakor itu, mungkin kamu masih hidup bahagia dengan Keysha! Hidupmu juga tidak akan begini. Ingat pepatah yang mengatakan jika beda istri beda rejeki? Wanita itu membawa si*al buat hidup kamu!" Ucap Hanan monohok yang menghujam jantung Zayyan seketika.
"Tapi sama saja, Pa. Dengan Keysha pun aku merasa kesepian. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya," Zayyan masih saja memojokan Keysha.
__ADS_1
Zayyan berpikir keputusannya untuk berselingkuh bukan murni kesalahannya saja. Tapi ada peran Keysha yang ikut andil, hingga ia terjerat dalam godaan Shella.
"Keysha sibuk karena dia dokter spesialis, Zayyan! Kamu jangan egois! Walaupun Keysha sibuk, tapi pernahkah dia melupakan semua kebutuhanmu? Setiap pagi, dia masih membuatkan sarapan dan bekal makan siangmu. Dia juga masih menyiapkan setelan pakaianmu untuk pergi ke kantor, dan yang utama, dia tak pandai menipu seperti Shella. Mama rasanya ingin memaki kamu dengan pemikiran kamu itu, tapi percuma! Mama cape emosi dan berurat terus sama kamu!" Rena memutar bola matanya. Ia kemudian memijit pelipisnya yang sedari tadi berdenyut.
Zayyan meresapi kata-kata wanita yang telah melahirkannya. Memang benar, sesibuk apapun Keysha, dia tak pernah lupa akan semua kewajibannya, kecuali urusan mencuci dan membersihkan rumah. Semua sudah dihandle oleh Bik Herna. Selalu asisten rumah tangga mereka. Toh Keysha bekerja juga untuk kehidupan mereka.
Namun Zayyan sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Waktu tidak bisa diputar kembali. Ia sudah resmi bercerai dengan Keysha, dan tak mungkin Zayyan bisa kembali lagi pada istri dokternya yang cantik itu.
"Baiklah, jika itu mau kalian. Aku akan meninggalkan rumah ini," Zayyan menghela nafas, pasrah. Ia hanya bisa menerima usulan orang tuanya dengan lapang.
"Kak, walaupun aku marah sama kakak. Tapi jaga diri kakak baik-baik!" Raika ikut bersuara, hati kecilnya sedih melihat kehidupan kakak sulungnya yang berubah 180 derajat. Ya, dunia memanglah berputar.
"Ck! Aku bersusah payah mencari uang selama sebulan ini. Tetapi dengan gampangnya Shella menghabiskan semuanya dan membeli barang yang tak berguna!!" Zayyan mendecakan lidahnya dengan frustasi.
Namun detik berikutnya, Zayyan menatap kotak yang berisi susu untuk ibu hamil. Ia tertegun saat melihat kotak susu itu. Kelemahannya adalah Zayyan sangat mengkhawatirkan bayi yang ada di dalam kandungan Shella. Akhirnya Zayyan memutuskan untuk mengantarkan barang belanjaan Shella ke apartemen Ine setelah ia berhasil mencari kontrakan.
Zayyan menyeret koper miliknya dan memasukannya ke dalam bagasi mobil. Ia menatap nanar kedua orang tuanya. Tapi Rena dan Hanan justru membuang pandangannya. Sebenarnya dihati mereka, mereka sangat sedih mengusir Zayyan. Namun bagaimanapun mereka ingin anaknya berpikir dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Apalagi Rena, sebagai seorang ibu yang telah melahirkan Zayyan. Ia sangat sedih. Hati terdalamnya tak ingin berpisah dengan putra sulungnya itu. Namun ia harus bersikap tegas untuk kebaikan Zayyan juga. Jika mereka tidak mengusir Zayyan, Zayyan tidak akan pernah bisa merenungkan segala kesalahan hidup yang telah ia buat.
__ADS_1
"Ma, Pa? Zayyan pamit! Rencananya Zayyan akan mencari kontrakan atau kos-kosan, dan maafkan semua kesalahan Zayyan ya, Raika? maafkan semua kesalahan kakak ya!" Pamit Zayyan parau.
Rena hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Hampir saja air matanya menetes, namun sebisa mungkin ia tahan. Rena tak ingin Zayyan melihatnya menangis. Setidaknya ia harus tetap terlihat tegar untuk mendidik anaknya yang menurutnya sudah salah jalan dan sudah bergelimang dalam sebuah kubangan dosa besar. Tentu ia dan suaminya akan ikut diminta pertanggung jawaban kelak mengenai segala dosa-dosa putra dan putrinya.
"Ya, Papa dan mama akan selalu mendoakan kamu. Papa berharap kamu bisa merenungkan semua kesalahan kamu!" Ucap Hanan dengan tatapan sendu.
Raika melangkah maju dan memeluk Zayyan. Sebelum bersama Shella, Raika dan Zayyan memang sangat akrab. Namun saat Zayyan ketahuan berselingkuh, seperti ada dinding besar yang membatasi mereka. Mereka saling menjaga jarak.
"Hati-hati, kak!" Pesan Raika singkat.
Zayyan mengangguk. Setelah berpamitan, Zayyan mengemudikan mobil miliknya menuju pusat kota. Hari ini ia harus mendapatkan kontrakan. Zayyan tidak boleh sampai kemalaman di jalan, karena akhir-akhir ini Kota Bandung sangat rawan dengan g*engster dan b*egal yang bersikap anarkis.
Ingin sekali Zayyan meminta bantuan teman-temannya. Tapi semuanya menjauh saat ia diterpa kasus selingkuh. Semua seakan menghapus Zayyan dari daftar pertemanan mereka. Zayyan mengelilingi semua kontrakan yang diketahuinya. Namun hasilnya nihil. Rata-rata tarif kontrakan itu berkisar 1 juta ke atas untuk perbulannya. Jelas Zayyan membatalkannya karena di dompetnya saat ini hanya tersisa 3 juta rupiah saja untuk dirinya bertahan hidup selama sebulan kedepan.
Mobil Zayyan berputar-putar tak tentu arah. Akhirnya ia mengemudikan mobil miliknya menuju tempat kost-kostan yang masuk ke gang, namun masih bisa dilalui oleh mobil.
Akhirnya setelah berkeliling selama satu jam, Zayyan menemukan sebuah kostan yang hanya di lengkapi dengan satu kamar, dan satu kamar mandi. Tarifnya sangat terjangkau, yaitu 500 ribu perbulannya. Zayyan merasa beruntung, ia masih bisa mempunyai tempat berteduh malam ini. Apalagi malam ini hujan lebat.
__ADS_1
Zayyan menghela nafas. Saat isi kamarnya tidak ada apa-apa. Tidak ada kasur maupun lemari. Zayyan mengambil bajunya dan ia bentangkan di lantai. Zayyan meringkuk di sana, ia mencoba untuk memejamkan matanya. Zayyan berguling ke kanan dan ke kiri, punggungnya terasa sakit sekali. Belum lagi tubuhnya menggigil kedinginan. Ia tidak mempunyai selimut sama sekali. Zayyan yang terbiasa hidup mewah sangat tidak siap menerima kehidupan barunya yang serba pas-pasan. Rencana Zayyan adalah menggadaikan atau menjual mobil miliknya untuk membeli peralatan rumah. Tapi lagi-lagi ia kebingungan karena semua surat kendaraannya ada di rumah Keysha. Akhirnya Zayyan memejamkan matanya, karena tubuhnya sangat lelah dengan semua kejadian yang menimpanya hari ini