Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Kejadian Di Supermarket


__ADS_3

Shella mendorong trollinya yang sudah sangat penuh. Sore ini ia memutuskan untuk berbelanja dari pada Shella bosan sendirian di Vila. Kebutuhan dapur, kebutuhan kamar mandi, dan juga kebutuhan lain sudah Shea ambil dari rak supermarket. Shella mendorong trolli itu ke arah kasir.


Dengan cekatan, kasir menscan semua barang belanjaan milik Shella. Tiba saat membayar, Shella memberikan kartu debet milik suaminya. Namun setelah menekan pin, kartu debet itu masih saja tak mau memproses pembayaran.


"Apa ada kartu lain, Bu? Sepertinya kartu milik ibu tidak bisa digunakan," ucap Kasir seraya tersenyum ramah.


Shella merasa kebingungan. Ia akan mengambil kartu debet miliknya, namun ia urungkan tatkala ia tak melihat kartu itu di dompet. Rupanya Shella baru mengingat bahwa kartu debet miliknya tergeletak di atas meja rias yang ada di dalam kamar.


"Biar saya coba sekali lagi!" Dengan raut wajah yang gelisah, Shella menekan pin sekali lagi. Namun sama saja, pembayaran masih gagal dan urung di proses.


"Sepertinya saldonya habis, Bu!" Kasir muda itu menerka-nerka.

__ADS_1


"Tidak mungkin, Teh. Kartu debet ini saldonya sangat banyak, bahkan sampai tembus ratusan juta," Shella mencebik merasa tak suka dengan ucapan kasir itu.


"Jadi, bagaimana, Bu? Mau dibayar cash saja? Mohon maaf antrian di belakang ibu sudah panjang!" Kasir tadi memperhatikan wajah Shella, dan baru tersadarlah kasir itu jika Shella mirip dengan wanita yang ada di video yang sedang viral. Video perselingkuhan yang belakangan ini ramai dibahas oleh akun-akun gosip dan di komentari pedas oleh semua lapisan masyarakat terutama ibu-ibu.


"Em, saya cancel dulu kalau begitu. Saya telepon suami saya dulu," tukas Shella merasa malu. Shella melihat antrian di belakang sudah cukup panjang. Mereka menatap Shella dengan tatapan jengkel, karena Shella sudah lama sekali di meja kasir sehingga membuat antrian tersendat.


Shella meninggalkan area supermarket itu dengan wajah yang sangat malu. Dengan wajah yang masih merah menahan amarah juga malu, Shella segera menekan nomot WhatsApp Zayyan. Tentunya ia tidak sabar mengadu kepada Zayyan, si ATM berjalan nya.


"Sayang, debet kamu gak bisa dipakai! Bukannya saldonya masih banyak? Kok aku pakai gak bisa!" Shella tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menggunakan nada tinggi di sela-sela bicaranya.


"Gak mungkin, sayang. Debet yang aku kasih ke kamu itu saldonya sangat banyak. Cukup buat kebutuhan kita bertahun-tahun!" Sanggah Zayyan dengan yakin.

__ADS_1


"Tapi faktanya bagaimana? Tadi aku belanja di super market dan gak bisa bayar karena saldonya yang habis," Shella masih saja mengomel dengan kekesalan yang memuncak.


"Oke. Sekaranv tenangkan diri kamu, sayang! Aku cek dulu m-banking," Zayyan memberikan sarannya. Shella menyetujuinya. Tanpa basa-basi, Shella lantas menutup panggilannya.


Di kantor Zayyan dengan cepat membuka m-banking yang terinstal di ponsel pintarnya. Matanya membelalak kala melihat saldonya habis tak tersisa. Dengan terburu-buru, Zayyan mengecek riwayat mutasi. Lagi-lagi Zayyan syok melihat daftar mutasi transfer ke rekening atas nama Keysha yang bernilai fantastis.


"Ya ampun, Key! Apalagi yang kamu lakukan?" Resah Zayyan. Ia lalu menyugar rambutnya frustasi. Tak menyangka istri lembutnya itu berubah menjadi sangat kejam. Bahkan tentang ucapan Keysha yang tempi hari tak main-main. Ingatan itu membuat Zayyan tak tenang.


Zayyan menelepon Keysha. Namun tak diangkatnya. Hingga panggilan ke lima kali, dokter cantik itu malah menolak panggilan Zayyan hingga helaan frustasi Zayyan terdengar.


"Key, mengapa kau mengambil semua saldo rekeningku?" Akhirnya Zayyan berusaha mengirimi pesan singkat pada Keysha.

__ADS_1


"Uang itu adalah nafkahku saat kita masih resmi menjadi suami istri. Jika gundikmu itu ingin uang, suruh dia bekerja keras!" Chat balasan dari Keysha sangat menohok. Zayyan hanya mengusap wajahnya kasar. Jika tentang Pendirian, Keysha sangat kekeuh dan tak ingin kalah.


__ADS_2