Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Berlibur Ke Pangalengan


__ADS_3

Dengan teliti Andra menyeduh susu untuk ibu hamil. Dokter tampan itu mengaduk bubuk susu yang ada di dalam gelas itu dengan perasaan bahagia. Setelahnya Andra berjalan menuju kamar. Ia melihat Keysha tengah duduk di tempat tidur. Kehamilan Keysha memasuki minggu ke lima belas, dan Andra sangat protektif dalam menjaga istrinya dan calon anaknya.


"Sayang, ini diminum dulu!" Andra mengulurkan gelas yang berisi susu untuk ibu hamil yang memiliki rasa cokelat itu.


"Terima kasih, Sayang!" Keysha tersenyum senang. Ia menerima susu itu dengan senang hati, lalu meminumnya hingga tandas.


Kehamilan Keysha memang tidaklah menyusahkan Andra. Keysha jarang sekali meminta sesuatu yang menurut kebanyakan orang disebut ngidam ibu hamil. Namun Keysha tak bisa memakan bakso, ia sangat tak suka dengan rasanya yang menurutnya rasa karet. Keysha juga mengalami morning sickness. Hal ini membuat Andra sangat khawatir. Apalagi berat badan Keysha yang sedikit turun.


Untuk menjaga kehamilan istrinya, Andra menyuruh Keysha untuk mengurangi pekerjaannya di rumah sakit. Jika ada telepon emergency dari rumah sakit pun, Andra yang mengerjakan. Keysha sudah tidak dilerbolehkan menangani tindak operasi darurat. Semua Andra lakukan demi kesehatan istri dan calon buah hatinya. Andra benar-benar memanjakan Keysha.


"Sayang, hari ini aku libur. Apa kamu mau jalan-jalan?" Tawar Andra, tangannya merapikan anak rambut Keysha yang menyentuh dahi.


"Boleh, aku bosan di rumah. Selain pergi ke rumah sakit dan yoga kehamilan, aku tidak pernah keluar rumah lagi, aku bosan!" Keysha merajuk, membuat Andra sangat gemas dengan istrinya yang berparas cantik itu.


"Baiklah, ayo kita ke Villa yang ada di sekitar Lembang!" Ajak Andra antusias.


"Aku ingin ke daerah Pangalengan. Aku ingin menginap di villa yang di depannya ada sungai yang jernih," Keysha berkata dengan antusias yang tak kalah dari sang suami.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat!" Andra mengambil lengan Keysha dengan lembut, lalu memapahnya.


"Berangkat sekarang? Tapi kita harus berkemas baju. Aku ingin berfoto sepuasnya di sana!" Keysha mengernyitkan dahinya heran, saat melihat sang suami mengajaknya ke Pangalengan detik itu juga.

__ADS_1


"Semua kebutuhanmu sudah aku packing. Baju, sepatu, kamera, kosmetik. Semua sudah mendarat dengan cantik di bagasi mobil" Jawab Andra dengan senyum yang merekah.


"Benarkah? Terima kasih, sayang!" Kesyha menghambur memeluk Andra.


Spontan dokter tampan itu segera membalas pelukan sang istri. Andra merasa sangat gemas, karena setelah hamil Keysha menjadi seorang istri yang sangat manja dan bergantung padanya. Bukannya risih, justru Andra sangat suka dengan tingkah baru istrinya itu.


"Ya sudah, ayo kita berangkat! Tak perlu ganti baju. Kamu selalu cantik pakai baju apa saja!" Rayu Andra lagi yang membuat pipi wanita cantik itu merona karena menahan malu.


"Sayang, kamu memang yang terbaik!" Keysha berjinjit mencium pipi Andra.


Andra terkekeh saat melihat tingkah istrinya. Ia kemudian memapah Keysha menuju Carport. Memang liburan ini sudah Andra rencanakan jauh-jauh hari. Andra mengosongkan jadwalnya, bahkan ia sudah menugaskan dokter Herry dan dokter lain untuk menangani pasien rawat jalan maupun di IGD. Hal itu Andra lakukan supaya pihak rumah sakit tak ada yang meneleponnya ketika ada pasien darurat. Andra ingin meluangkan waktunya bersama sang istri, apalagi kesibukannya sebagai dokter semakin sibuk saja. Andra tak mau sampai mengabaikan Keysha karena kesibukannya.


Kini mereka sudah ada di dalam mobil, Andra melajukan mobilnya menuju Pangalengan. Rencananya mereka akan menuju sebuah tempat penginapan yang mempunyai pemandangan langsung dengan sungai dan alam. Andra sengaja mengajak Keysha ke wisata alam, ia sangat tahu istrinya sangat suntuk selalu berada di rumah dan rumah sakit.


Satu jam setengah mereka melakukan perjalanan menuju Pangalengan, daerah di Kabupaten Bandung yang memiliki suhu sangat dingin itu. Keysha sedikit pun tak merasa lelah. Justru Keysha sangat senang, karena jalan yang mereka lewati penuh dengan pemandangan indah yang memanjakan mata termasuk hamparan kebun teh yang begitu hijau.


Akhirnya mereka telah sampai ke tempat tujuan. Keysha terpana saat melihat vila yang disuguhi dengan nuansa alam. Villa yang Andra pilih langsung menghadap sungai yang mempunyai mata air yang jernih. Hamparan kebun teh dan gunung yang menjulang pun menghiasi bagian belakang villa.


"Apa kamu suka?" Tanya Andra, tangannya melingkar di perut Keysha yang terlihat buncit.


"Aku suka, terima kasih ya!" Jawab Keysha senang, ia membalikan tubuhnya lalu memeluk Andra dengan posesif.

__ADS_1


Andra tersenyum, ia lalu mencium kening Keysha. Ia merasa sangat beruntung bisa memiliki Keysha.


"Ayo kita room toor!" Keysha mengalihkan pembicaraan, saat melihat tatapan Andra yang mulai menggodanya.


Keysha sedikit berlari menuju tempat tidur yang terlihat sangat hangat. Pangalengan adalah tempat yang sangat dingin, rasanya Keysha tak sabar untuk menantikan malam, ingin rasanya ia segera rebahan dan menyelimuti tubuhnya.


"Sayang, hati-hati! Jangan berlari!" Peringat Andra.


Andra mengeluarkan vitamin ibu hamil untuk Keysha, ia tak akan pernah lupa untuk membawa semua kebutuhan istrinya. Andra pun merapikan semua barang yang ia bawa dan memasukan semua pakaian ke dalam lemari.


Malam menjelang, Andra menuntun Keysha menuju sisi sungai. Kemudian ia mendekati api unggun yang sudah disiapkan oleh pengelola villa. Keysha mengusap-ngusap tangannya, tubuhnya sedikit menggigil karena udara yang semakin dingin.


Andra mengambil tangan sang istri, kemudian di dekatkan tangan mereka ke dekat api unggun. Tubuh mereka menghangat. Tatapan mereka teralih ke langit yang bertaburan bintang. Mereka begitu bahagia dengan dunia baru yang mereka jalani kini. Apalagi sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua. Tak sabar rasanya menantikan kehadiran sang buah hati.


"Sayang, terima kasih karena sudah mengajak aku ke tempat ini. Tempatnya sangat indah, aku suka!" Kata Keysha, ia menyandarkan kepalanya di bahu Andra.


"Sama-sama, aku selalu ingin membahagiakan ksmu seumur hidupku!" Tukas Andra seraya tersenyum, ia mengusap rambut panjang sang istri.


"Teruslah begini ampai kita menua bersama!" Gumam Keysha, ia merapatkan duduknya di dekat Andra.


Andra memeluk Keysha, rasanya enggan sekali untuk melepaskan pelukan itu. Pelukan Keysha adalah tempat ternyamannya.

__ADS_1


"Ya, kita akan terus seperti ini sampai kita menua dan maut memisahkan," lirih Andra bersungguh-sungguh


Hai readers, gak kerasa ya novel ini udah 100 lebih episode. Karena menurut othor cerita masih lumayan panjang, kira kira nih menurut kalian tetap nulis di sini atau buka novel baru untuk Zayyan-Nadia, Fikri- Fuji? Komen dong readers! Yu bersuara! 😉


__ADS_2