Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Rencana Shella


__ADS_3

Shella mematut dirinya di cermin, ia begitu takjub dengan dirinya sendiri. Leher jenjang, kulit yang halus, putih dan glowing, rambut hitam memukau, bibir yang tipis dan sensual. Shella merasa wajahnya cantik. Ditambah dengan tubuh tinggi semampai membuatnya sangat percaya diri. Shella yakin Zayyan akan memilihnya. Shella sudah menunggu lama untuk bersama Zayyan, dan keinginnya kini telah terwujud. Ia hanya harus menyingkirkan Keysha bagaimana pun caranya. Shella harus menang karena Zayyan lah tambang berliannya kini.


Sebenarnya ada satu rahasia yang Shella sembunyikan dari Zayyan, yaitu tentang kep*rawanannya. Sebenarnya Shella sudah tidak p*rawan saat ia mendaftar jadi model. Pak Pram atau yang terkenal dengan om Pram lah yang mengambil keperawanan Shella sebagai pemulus jalan kariernya saat itu. Tak melewati langkah yang sulit, Shella langsung diterima sebagai brand ambassador salah satu kosmetik ternama dan itu semua adalah campur tangan dari Pak Pram. Shella pun sangat sering melayani Pak Pram agar kariernya semakin mulus. Tak hanya pak Pram, Shella pun sering melakukan hubungan terlarang dengan mantan-mantan kekasihnya. Itulah sebabnya Shella begitu lihai di atas ranjang.


Setelah pertemuannya kembali dengan Zayyan saat reuni, Shella rela menghabiskan semua tabungannya yang telah ia tabung bertahun-tahun untuk operasi pengembalian s*elaput dara yang sudah robek. Ia bahkan rela tertidur di kasur operasi demi rencana besarnya untuk menggoda Zayyan. Selain karena harta, Shella memang sudah lama mencintai Zayyan. Ia begitu berambisi untuk memiliki Zayyan. Pengorbanannya sangatlah besar, dan ia tidak akan menyia-nyiakan itu. Ia tidak akan membiarkan Keysha mengambil Zayyan lagi darinya.


Sebuah tangan melingkar memeluk pinggang Shella, wanita itu tersenyum saat melihat Zayyan dari pantulan cermin. Zayyan m*nciumi leher Shella dengan panas. Ia mereka kali ini memang tengah berada di apartemen Shella, tepatnya apartemen yang dibelikan oleh Zayyan untuk Shella.


"Sayang?" Panggil Zayyan dengan suara manja.


"Hm?" Shella memberikan suara sensualnya.


"Maafkan sikap Keysha! Dia memang keras dan tak mau kalah jika sudah marah," Zayyan berusaha membujuk Shella yang tengah kesal padanya.


"Tapi dia menghina harga diriku, sayang. Aku benci wanita mandul itu! Kapan kau akan meninggalkannya?" Tanya Shella yang mulai menuntut.


Zayyan memutar tubuh Shella, hingga mereka saling berhadapan. Kemudian pria itu menangkup kedua pipi Shella dengan gemas.


"Sayang, dengarkan aku! Ada satu alasan mengapa aku tidak menceraikan Keysha. Kami membuat perjanjian sebelum menikah dan perjanjian itu diresmikan oleh hukum. Surat pra nikah kami berisi, jika salah satu di antara kami ada yang berkhianat, maka ia tidak berhak untuk membawa harta sepeser pun dari aset yang kami punya," akhirnya Zayyan menceritakan kegundahan hatinya, berharap Shella mengerti tentang posisinya kini.


Mata Shella membola karena terkejut dan panik, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Zayyan menjadi miskin. Apakah ia sanggup bertahan di sampingnya? Shella tidak mau dan tidak akan bertahan di sisi pria miskin walaupun ia mencintainya.

__ADS_1


"Lalu, apa yang harus kita lakukan, sayang? Apa kita perlu menyingkirkan Keysha?" Cerocos Shella menangkup kedua tangan Zayyan yang masih memegang kedua pipinya.


"Tidak. Aku tidak mau mencelakai Keysha. Lagi pula sejelek-jeleknya dia sebagai istri, dia pernah menjadi bagian hidupku. Aku hanya berharap Keysha lupa akan hal itu. Dan aku yakin dia memang lupa," tolak Zayyan yang hanya di balas Shella dengan wajah yang masam.


"Bagaimana jika kita menikah siri dulu? Lalu, tolong rahasiakan dulu hubungan kita dari Keysha! Setelah aku mendapatkan surat perjanjian itu, aku janji akan menceraikan Keysha dan menikahimu dengan resmi," Zayyan menatap lekat mata Shella, tatapan tajamnya sukses membuat hati Shella berdebar.


"Baiklah, tapi aku mau kamu secepatnya menikahiku!"


"Aku janji akan segera menikahimu, sayang. Aku akan menafkahimu dengan layak hingga kau tak harus bekerja lagi," Zayyan berkata dengan penuh keyakinan. Jika bersama dengan Shella, ia selalu saja lupa diri. Gairahnya selalu saja bangkit bila berdekatan dengan wanita itu. Zayyan selalu terbuai dengan cara Shella melayaninya.


"Aku ingin terus bekerja sebagai sekretarismu. Aku bahagia selalu ada di sampingmu. Kita harus seperti sepasang sandal. Kemana melangkah tetaplah berdua," Shella tersenyum hangat, ia lalu mengecup bibir Zayyan cepat.


"Mengapa kau selalu menggemaskan, hum?" Zayyan memeluk Shella, ia lalu menciumi seluruh inci wajah Shella dengan gairah membara yang sudah di ubun-ubun.


"Awas ya, jika kamu dapat tidak akan aku lepaskan!" Zayyan masih berusaha mengejar Shella yang berlari menuju tempat tidur. Wanita itu tertawa lalu menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Aku mendapatkanmu!" Zayyan mencolek hidung Shella begitu selimut itu berhasil ia buka.


Mereka saling bertatapan lama, saling berbagi cinta lewat tatapan mata masing-masing. Hingga Zayyan tak kuasa untuk mendiamkan Shella begitu saja. Perlahan ia m*ncium bibir Shella hingga wanita itu membalasnya juga dengan sangat lihai. Shella seperti sudah sangat ahli dan terbiasa. Zayyan melemparkan selimut yang membungkus selingkuhannya itu, hingga selimut itu teronggok di lantai.


"Sayang, kamu mulai lagi!" Shella berkata dengan manja.

__ADS_1


"Salah sendiri kamu selalu menggodaku!"


Akhirnya mereka melakukan aktivitas panas itu lagi. Zayyan sangat kecanduan dengan tubuh Shella. Begitupun sebaliknya, Shella sangat menikmati apa yang Zayyan lakukan. Zayyan seperti tidak ada lelahnya dan itu membuat Shella senang. Ia harus terus melayani Zayyan agar tetap di sampingnya.


Suara leguhan terdengar memecah keheningan malam. Kuku-kuku lentik Shella mencakar punggung Zayyan bersamaan suara-suara aneh yang keluar dari bibir merah Shella.


Zayyan terus memompa tubuhnya lebih cepat. Bibirnya mencium penuh hasrat kepada wanita yang berada di bawah kungkungan tubuhnya. Tak lama, tubuh Zayyan jatuh di atas tubuh Shella. Zayyan mengatur nafasnya setelah percintaannya yang panas itu.


Zayyan mengambil selimut teronggok di lantai. Ia menyelimuti tubuhnya yang masih polos. Pria pengkhianat itu bersender di tepian ranjang, sementara sang wanita memeluk tubuhnya erat.


"Aku sudah memberikannya semua. Jangan tinggalkan aku!" Ucap Shella dengan suara yang mendayu-dayu. Terlihat keringat memenuhi pelipisnya setelah ia melayani Zayyan berkali-kali malam ini.


"Tidak akan," Zayyan mencium pucuk kepala wanitanya. Shella semakin memeluk tubuh Zayyan erat dan posesif. Ia seolah ingin mendapatkan Zayyan seutuhnya dan enggan berpisah lagi.


"Sayang bagaimana kalau aku hamil?" Shella berpura-pura sedih.


"Bukankah kamu sudah meminum pil kontrasepsi?" Zayyan menaikan alisnya. Jujur saja Zayyan belum siap memiliki anak dari Shella. Apa yang harus ia katakan kepada ibunya jika perselingkuhan itu menghasilkan seorang anak. Tidak, Zayyan tidak boleh memiliki anak terlebih dahulu dari Shella.


"Sudah. Tapi kan tetep aja ada yang kebobolan walau udah di KB. Apalagi kita hampir tiap hari ngelakuinnya, apalagi di kantor," Shella mengerucutkan bibirnya. Ia seolah membaca raut wajah Zayyan yang enggan memiliki anak bersama dirinya saat ini.


"Kayanya engga mungkin, sayang," Zayyan membantah. Ia tampak tidak senang mendengar pernyataan Shella.

__ADS_1


"Zayyan, aku akan berusaha untuk mengandung anakmu agar posisiku semakin kuat. Asal kamu tahu, aku sudah tidak pernah meminum pil-pil itu lagi. Aku akan menjeratmu sehingga kamu benar-benar yakin akan bersamaku," Shella tersenyum sinis. Setidaknya, itulah rencananya saat ini. Mendapatkan anak dari Zayyan untuk penguat posisinya.


__ADS_2