Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Rencana Membalas


__ADS_3

Shella sudah sampai di apartemennya. Wanita perusak rumah tangga orang itu mengepalkan tangan begitu mengingat peristiwa beberapa jam yang lalu. Tatapannya penuh kebencian dan dendam yang membara. Ia merasa sangat dipermalukan oleh Keysha.


"Sepertinya wanita mandul itu ingin bermain-main denganku!!" Desis Shella dengan senyum menyeringai.


Shella lalu membuka pintu apartemen miliknya. Terlihat Zayyan yang sedang melepaskan dasi dan jasnya. Pria itu lalu tersenyum saat melihat istri sirinya sudah pulang.


"Sayang, kok mukamu merengut gitu sih? Bukannya baru belanja?" Tanya Zayyan, ia berjalan menghampiri Shella dan mencium pipinya dengan gemas.


"Kamu tahu gak? Istri kamu yang mandul itu mempermalukanku di depan umum. Dia juga mengambil kartu kredit dari tanganku," Shella memasang wajah sedihnya, ia lalu menghempaskan paper bag belanjaannya ke sofa begitu saja.


Senyum Zayyan sirna kala Shella membahas Keysha. Sejujurnya setiap malam dia kurang tidur karena mengingat Keysha. Zayyan juga merasa sakit hati jika Shella terus menyebut Keyhsa dengan sebutan wanita mandul. Diam-diam Zayyan merindukan istri cantiknya itu. Namun Zayyan tak berani bercerita pada Shella. Ia takut Shella marah apalagi Shella tengah mengandung anaknya.


"Jangan diperpanjang, sayang! Nanti aku berikan kamu kartu yang baru," bujuk Zayyan berusaha meredam emosi Shella.


"Gak bisa, sayang. Aku harus ngebalas apa yang dia lakuin hari ini," geram Shella dengan emosi yang memuncak.


"Tahan dulu emosimu, sayang! Saat ini posisi Keysha tengah di atas. Bahkan mediasi tadi pun berjalan alot. Alasannya adalah pihak Keysha kekeuh ingin bercerai denganku," ucap Zayyan dengan raut wajah yang gusar.


"Memang kamu tidak mau bercerai dengan wanita mandul itu? Berarti kamu masih mencintainya kan? Kamu gak mau pisah dia?" Cerocos Shella merasa tak terima.


"Bisa berhenti memanggil Keysha dengan wanita mandul?" Zayyan menampakan wajah tak suka.


"Lho, kenapa kalau aku panggil dia kaya gitu? Emang bener kok dia mandul. Liat dong hubungan sama aku, langsung aja tuh jadi. Berarti aku subur dan dia emang mandul. Kok kamu nyangkal?" Shella marah-marah.

__ADS_1


"Bukan gitu. Cuma gak enak aja di dengar," Zayyan melembutkan suaranya ketika ia melihat perut Shella.


"Kamu inu masih cinta apa gimana sih sama dia?" Shella menatap Zayyan dengan jengah.


"Bukan itu, tapi Keysha mempunyai surat perjanjian pernikahan kami. Dia juga mempunyai bukti perselingkuhan kita. Aku takut aset-asetku benar-benar berpindah padanya!" Jelas Zayyan dengan tatapan tak terbaca.


Sementara Shella langsung terbelalak mendengar penuturan Zayyan. Ia lalu mendekati suaminya, dan duduk di samping Zayyan. " Lalu apa rencanamu selanjutnya"


"Aku ingin mempertahankan rumah tanggaku dengan Keysha. Setidaknya sampai surat perjanjian pranikah itu jatuh ke tanganku," jawab Zayyan dengan tatapan menerawang.


Sebenarnya Zayyan ingin mempertahankan rumah tangganya bukan karena surat perjanjian itu. Namun sejujurnya Zayyan belum siap kehilangan Keysha. Jika Zayyan memilih, ia ingin keduanya dan Zayyan berjanji akan berlaku adil. Namun Keysha tipe wanita yang keras kepala. Wanita itu tak mungkin menyetujui itu.


"Sewalah pengacara yang terbaik di negeri ini, sayang! Bagaimana pun itu adalah harta hasil kerja kerasmu. Enak sekali Keysha akan mengambil semuanya. Apalagi dia belum punya anak untuk pewaris. Jelas-jelas aku yang sudah hamil, dan anak ini adalah calon pewaris perusahaanmu nanti," Shella mengambil tangan Zayyan, dan mengusapkannya di perutnya yang mulai membuncit.


"Sehat-sehat ya, sayang? Jangan nakal di perut mama," bisik Zayyan lembut, tangannya masih mengelus perut Shella.


"Sore jadikan antar aku check up?" Tanya Shella memastikan dengan wajah yang berbinar.


Zayyan mengangguk, ia lalu memeluk Shella dengan posesif. "Baiklah, tapi sepertinya bayi kita ingin di jenguk ayahnya," Zayyan tersenyum menggoda.


****


Shella dan Zayyan telah tiba di pelataran rumah sakit. Zayyan mengernyitkan dahinya begitu Shella menyuruhnya menghentikan mobil di rumah sakit tempat Keysha bekerja.

__ADS_1


"Sayang, mengapa ke rumah sakit ini?" Protes Zayyan tidak terima. Sesungguhnya Zayyan tidak tahu apa rencana Shella untuk membalas rasa sakit hatinya atas kejadian siang tadi.


"Kenapa, sayang? Rumah sakit ini sangat komplit. Aku lebih suka langsung berobat ke rumah sakit yang lengkap. Apalagi di sini ada USG fetamoternal dan USG 4D," Shella berpura-pura polos. Padahal jauh-jauh hari ia sudah mengambil antrian lewat online dan memilih Keysha sebagai dokter spesialis kandungan yang akan menangani check upnya hari ini.


"Ini rumah sakit tempat Keysha bekerja," Akhirnya Zayyan jujur. Entah mengapa hatinya merasa resah. Apalagi pertemuan terakhir mereka saat Zayyan menampar Keysha. Sampai saat ini Zayyan sangat menyesali perbuatannya itu.


"Benarkah? Kok bisa? Aku baru tahu lho, sayang. Kebetulan banget kalau kaya gitu," Shella berlagak bodoh. Ia memperlihatkan wajah yang murung membuat rasa kesal di hati Zayyan menguap begitu saja.


"Iya. Ya sudahlah jangan dibahas! Ayo masuk!" Zayyan menggandeng lengan Shella. Mereka berdua kemudian menelusuri lorong-lorong rumah sakit dengan pikirin masjng-masing. Zayyan berharap Keysha tidak praktek hari ini.


Shella dan Zayyan duduk di kursi besi yang di peruntukan untuk pasien. Ia melihat pintu praktek tertutup. Mata Zayyan menyipit kala kala melihat nama dokter yang sedang praktek.


"Keysha?" Gumamnya lirih.


"Ibu Shella Arnesta, silahkan masuk!" Panggil asisten Keysha. Asisten Keysha pun sempat terkejut melihat Shella menggandeng mesra lengan kekar Zayyan. Ia tak habis pikir bagaimana mungkin suami dokter Keysha pergi ke dokter kandungan bersama wanita lain?


Zayyan dan Shella memasuki ruangan periksa, mereka melihat Keysha sedang fokus dengan file rekam medis Shella. Kini tatapan mereka bertemu. Sebenarnya Keysha begitu kaget, namun Keysha berusaha acuh. Ia mengamati pasangan itu dengan ekspresi dingin .


"Ternyata Shella sudah hamil," Batin Keysha,


Sejujurnya Keysha merasa sedih karena selama lima tahun menikah dengan Zayyan, Keysha belum di karuniai buah hati. Sedangkan dengan Shella, baru beberapa bulan mereka bersama dan Shella langsung hamil. Tapi Keysha berusaha menguasai dirinya sendiri. Bukankah kehamilan adalah mutlak hak preogratif Allah untuk memberi. Tidak seharusnya Keysha berpikir negatif.


Sementara Zayyan, ia memandang Keysha dengan tatapan sedih. Pria itu ingin menjelaskan bahwa Zayyan tidak mengajak Shella check up ke rumah sakit ini. Entah mengapa Shella memilih tempat Keysha bekerja. Sebenarnya Zayyan sangat kesal dengan Shella. Namun ia tak mau menegurnya di sni. Zayyan bertekad setelah pulang nanti ia akan menegur Shella karena Zayyan yakin ini bukanlah sebuah kebetulan.

__ADS_1


Zayyan merasa tak enak hati. Ia juga mengingat bagaimana mereka mendamba buah hati selama menjalani pernikahan rumah tangga. Zayyan semakin tidak tenang. Apalagi beberapa pegawai di rumah sakit ini sudah tak asing dengan wajahnya. Mereka begitu mengenali suami Keysha, karena Zayyan dulu selalu mengantar dan menjemput Keysha. Ia merasa jahat sekali telah memperlakukan Keysha seperti ini. Namun sesal tak ada gunanya, ia sudah jatuh ke dalam perangkap Shella. Jatuh sedalam-dalamnya.


__ADS_2