Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Merubah Keputusan


__ADS_3

Esok harinya, Keysha dan Andra bekerja kembali seperti biasanya. Sepasang pengantin baru itu tidak mengambil cuti sebab pernikahannya dirayakan secara sederhana. Ya, pernikahan mereka memang akad terlebih dahulu. Keysha dan Andra akan mengambil cuti pernikahan jika mereka telah melangsungkan resepsi.


Keysha berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit. Ia melihat Vebby berjalan ke arahnya. Keysha tersenyum. Namun Vebby membuang wajah. Keysha berusaha memaklumi, mungkin Vebby tidak melihat Keysha tersenyum ke arahnya. Keysha berusaha bersikap masa bodoh. Ia lalu mempercepat langkahnya karena setengah jam lagi Keysha akan membuka poliklinik. Sejak kedatangannya, orang-orang di rumah sakit menatap Keysha dengan penuh tanda tanya. Mereka menyapa. Namun wajah mereka seolah menyimpan pertanyaan, sebab semua karyawan rumah sakit itu menaruh curiga bahwa Keysha lah mempelai wanita dari dokter Andra. Tentunya kecurigaan mereka timbul setelah mereka melihat status WhatsApp Jeni.


Keysha memencet lift menuju ke lantai lima. Sebelum pintu lift tertutup sempurna, sebuah tangan menghalangi pintu lift hingga lift itu terbuka kembali. Keysha menatap kaget Vebby yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah tak bersahabat.


Bukannya dokter Vebby tadi berjalan menuju ke ruang operasi? Keysha bertanya sendiri di dalam hatinya. Padahal kenyataannya Vebby berbalik dan mengikuti langkah kaki Keysha untuk mendapatkan penjelasan atas kegelisahan hatinya.


"Selamat pagi, Dokter Keysha!" Sapa Vebby. Namun senyuman dokter yang memiliki wajah blansteran itu terkesan sinis dan menganggap Keysha sebelah mata.


"Pagi, Dokter Vebby!" Keysha menjawab sapaan Vebby dengan ramah walau pun Keysha cukup heran mengapa Vebby menyapa lebih dulu dirinya.


Vebby mengamati seksama wajah Keysha. Benarkah gosip Andra sudah menikah itu benar adanya? Vebby merasa kesal. Wanita itu sudah kehilangan start untuk mendekati Andra. Tatapan Vebby beralih pada leher jenjang Keysha. Ada sebuah tanda merah di sana. Pikiran Vebby kembali berkecamuk. Hatinya ingin menyangkal. Namun semua bukti mengarah pada Keysha, bahwa Keysha lah istri dari calon direktur utama rumah sakit itu. Vebby menekan tombol lift itu. Kemudian lift tertutup sempurna. Hanya ada mereka berdua di lift itu. Vebby mengamati Keysha yang sedang berdiri di hadapannya. Sedangkan Keysha menunggu dengan tenang sampai pintu lift terbuka kembali di lantai tujuannya.


"Dokter Keysha, apa anda tahu kabar yang sedang ramai pagi ini?" Tanya Vebby, wajahnya datar bahkan terkesan dingin dan mengintimidasi.


"Kabar yang mana, Dokter Vebby?" Keysha berpura-pura bodoh. Padahal ia sangat tahu bahwa seluruh karyawaan di rumah sakit ini sangat terkejut dengan unggahan Jeni selaku staff rumah sakit.


Keysha memikirkan matang-matang mengenai kabar pernikahannya. Andra ingin mengumumkan pernikahannya, tapi belum disetujui oleh Keysha. Melihat gelagat Vebby, Keysha menyadari bahwa Vebby menaruh hati pada Andra. Keysha tak mungkin membiarkan wanita lain berusaha mengincar suaminya sendiri. Ia tak mau merasakan kegagalan kembali dalam pernikahannya. Apalagi kegagalan itu disebabkan oleh pelakor. Keysha berubah pikiran. Dokter cantik itu berencana untuk mengumumkan saja kabar pernikahannya bersama Andra. Shubuh tadi pun Keysha menonton kajian ceramah, dan menurut agama pernikahan baiknya di umumkan kepada khalayak ramai agar terjadinya fitnah.


"Kabar pernikahan Dokter Andra. Apa Dokter tahu siapa istri dari dokter Andra?" Vebby menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Memang mengapa dokter Vebby ingin tahu siapa istri dokter Andra?" Keysha balas bertanya, membuat Vebby diam seketika.


"Oh berarti benar Dokter Andra sudah menikah?" Vebby tersenyum sinis, ia menatap Keysha dengan tatapan merendahkan.


"Apa dokter Vebby menyukai dokter Andra?" Tebak Keysha, ia menghujam Vebby dengan tatapan tajam bak elang yang menatap mangsanya. Keysha tidak akan membiarkan orang ketiga memporak-porandakan lagi rumah tangganya.


Vebby tersenyum sinis, ia lalu menyedekapkan kedua tangannya di dada dengan arogan. "Jika iya, memang kenapa? Apa ada masalah dengan anda, Dokter Keysha?"


"Ya, jelas masalah! Karena saya adalah istrinya. Maka tolong jauhi suami saya!" Desis Kesyha menatap Vebby nyalang. Ia tak bisa merahasiakan pernikahannya lebih lama. Ia takut Vebby seperti Shella ketika menggoda Zayyan dengan tak tahu malu.


Mata Vebby membeliak karena terkejut. Ia mengamati leher Keysha yang masih ada bekas tanda kepemilikan dari Andra. Semenit kemudian, Vebby mengatasi keterkejutannya. Wajahnya kembali menyiratkan keangkuhan.


Rencana Keysha adalah setelah menutup poliklinik, Keysha harus menemui Andra. Ia akan menyetujui usulan suaminya untuk mengumumkan pernikahannya. Keysha tak mau jika Vebby masuk ke rumah tangganya, dan memporak-porandakan rumah tangganya. Ia tak mau kecolongan dua kali, meskipun dengan wanita yang berbeda.


"Terima kasih pujiannya, Dokter Vebb! Anda harus belajar dari saya untuk mengikat seorang pria. Apalagi anda cantik dan lulusan luar negeri. Sudah jadi janda pun saya bisa mendapatkan pria seperti dokter Andra. Yang gadis jangan kalah dong sama saya! Sangat disayangkan anda masih juga tak laku ya dokter Veb?" Bisik Keysha dengan senyuman sinis. Kemudian Keysha memilih keluar terlebih dahulu setelah lift terbuka


"Si*lan!" Maki Vebby menggeram. Tangannya mengepal bersamaan dengan emosinya yang sudah naik sampai di ubun-ubun.


Keysha bukan menghindari Vebby. Namun Keysha takut jika terus bersama Vebby, Keysha tak akan bisa mengendalikan emosinya. Keysha harus ingat jika kini dirinya sedang berada di rumah sakit. Ia harus profesional. Wibawanya sebagai dokter akan jatuh jika Keysha meladeni Vebby san terlibat pertengkaran dengannya.


Keysha berjalan menuju ruangan poli spesialis kandungan dan Obygyn. Dua puluh menit lagi Keysha akan membuka polikliniknya, namun hatinya merasa tak tenang. Apalagi secara terang-terangan ada wanita lain yang tak suka dengan kabar pernikahannya. Akhirnya Keysha berbalik arah. Ia sudah tak bisa membendung keresahannya. Keysha akhirnya memutuskan akan menemui Andra di ruangannya.

__ADS_1


Sesampainya di depan ruangan suaminya, Keysha mengetuk pintu ruangan itu. Ia tahu suaminya sedang di dalam karena setengah jam yang lalu Andra mengabari dirinya jika ia sedang beristirahat setelah dua operasi darurat yang Andra kerjakan.


"Masuk!" Suara bariton Andra terdengar.


Keysha memasuki ruangan Andra, ia mengamati suaminya yang tengah berbaring di ranjang peristirahatannya.


"Sayang!" Nada suara Keysha terdengar merajuk.


Andra akhirnya duduk. Ia menatap istrinya yang sedang mencebik. "Ada apa, sayang? Apa kamu baik-baik saja?" Raut wajah Andra terlihat khawatir.


Keysha lantas menghampiri Andra, kemudian dokter cantik itu segera memeluk suaminya dengan posesif.


"Tidak apa-apa. Aku hanya merindukanmu!"


Andra terkekeh, tak seperti biasanya Keysha berlaku agresif seperti ini. Ia lalu mencium kening istri kesayangannya itu.


"Apa ada orang yang menyinggung perasaanmu?" Tanya Andra membuat Keysha tertegun.


Dari mana suaminya itu tahu? Batin Keysha heran.


"Sudah aku bilang, kita umumkan saja pernikahan kita ini. Aku janji, tidak akan pernah ada yang mengusikmu lagi!" bisik Andra dengan lembut.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku hanya takut kamu berpaling!" Kesyha ikut bergumam. Ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Andra.


"Tidak. Sampai kapan pun, hanya kamu yang ada di hati ini. Tidak akan pernah ada wanita lain yang menyingkirkanmu dari hidupku" Kata Andra yang membuat perasaan Keysha seketika tenang.


__ADS_2