Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Villa Mewah


__ADS_3

"Apa maksudmu, Key? Ini apartemen Shella yang dibeli dengan uangku!" Maki Zayyan dengan suara yang memenuhi langit ruangan.


"Uang kita. Ingat bukan hanya uangmu saja! Kamu lupa aku juga bekerja dan menabung untuk aset kita ini?" Keysha menyedekapkan tangannya di dada. Ia amat menikmati wajah frustasi Zayyan.


"Kamu licik sekali, Key! Bahkan kamu merampas perusahaan yang aku dirikan dengan modal warisan keluargaku dan sedikitpun tak ada hubungannya denganmu! Ku kira kamu tulus bersamaku. Tapi kamu hanya mau merampas seluruh harta dan asetku saja!" Mata Zayyan terasa memanas saat mengatakannya. Hari ini adalah hari terberatnya sepanjang perjalanan hidupnya.


"Karena kamu sendirilah yang menjadikanku licik! Kamu curangi aku terlebih dahulu. Maka jangan salahkan aku, jika aku begini! Oh ya, jangan lupa perusahaanmu itu dirintis ketika bersamaku! Jadi, perusahaanmu itu masuk ke dalam harta gono-gini. Ah, maksudku jadi milikku! Karena menurut surat perjanjian yang sudah ditanda tangani olehmu, jika di antara kita ada yang selingkuh, maka ia tak berhak membawa harta sesen pun," Keysha tersenyum miring mempermainkan emosi Zayyan yang semakin memuncak.


"Kau!!!" Zayyan tampak kehabisan kata-kata dengan tingkah Keysha. Ia menggertakan giginya geram.


"Silahkan kalian pergi atau kami akan memaksa kalian!" Salah seorang pria kekar tadi ikut bersuara.


Zayyan menelan Salivanya. Ia melihat ke empat pria itu dengan tatapan ngeri. Ngeri melihat otot mereka yang sangat besar. Jika Zayyan berkelahi, tentu saja Zayyan tidak akan bisa mengimbanginya. Satu lawan empat tidak akan mungkin menang. Akhirnya Zayyan menuntun Shella dan menyeret kopernya dengan wajah yang masih terlihat diliputi oleh amarah juga kepedihan.


"Urusan kita belum selesai, Key!!" Desis Zayyan sebelum berlalu.


Zayyan menuntun Shella keluar dari apartemen. Sesekali mereka diperhatikan oleh segerombolan orang yang tak dikenal dengan sinis. Nampaknya video yang diunggah Feli, Ayu dan Arsha memang sudah tersebar dengan sangat luas.


"Kita mau ke mana, sayang?" Lirih Shella mengekori Zayyan yang berjalan menuju mobilnya.


"Kita pergi ke Villa milikku. Ayo!" Ajak Zayyan dengan lesu.


Zayyan mengemudikan mobilnya menuju Vila miliknya. Ia berharap semoga saja Keysha lupa dengan vila ini. Pasalnya, hanya inilah yang Zayyan miliki untuk bisa ditinggali dengan Shella.


"Sayang, aku tak menyangka kita diusir di apartemen milik kita sendiri. Ini semua salahmu! Jika kamu mengatas namakan apartemen itu milikku, semuanya tak akan begini," Shella merasa kesal karena apartemen miliknya kini di ambil oleh Keysha.


"Lupakan dulu apartemen, sayang! Aku ingin cepat sampai. Aku lelah," Zayyan berucap seraya fokus mengemudikan mobil miliknya. Ia juga belum menceritakan kejadian di kantor, Zayyan takut Shella kepikiran dan berpengaruh kepada kondisi kehamilannya.


Setengah jam Zayyan mengemudikan mobil miliknya. Ia kemudian menuntun Shella yang sedang terkagum-kagum menatap kemewahan dekorasi villa yang super mewah itu.

__ADS_1


"Sayang, benarkah ini vila milikmu?" Wajah Shella berbinar kala menatap vila luxury itu.


"Ya, memang punya siapa lagi? Aku harap Keysha lupa akan vila ini," jawab Zayyan lirih dan penuh dengan harap. Pasalnya setelah ini, ia bingung harus membawa Shella ke mana.


Sementara Shella terdiam mendengar pertanyaan Zayyan. Benarkah sekarang Keysha sedang mempermainkan hidupnya? Shella menggeleng. Bagaimana pun ia tak boleh kalah dengan Keysha. Shella harus mengatur rencana yang baru untuk membuat Keysha tidak semena-mena dengannya.


****


Keysha baru saja keluar dari ruang operasi. Wanita yang baru menyandang status janda itu menyeka keringat yang membasahi dahinya. Hari ini cukup melelahkan karena dari pagi jadwalnya sangat padat. Banyak sekali pasien yang mengantri di polikliniknya. Di sambung lagi dengan jadwal operasi yang lumayan banyak dan cukup menyita waktu.


"Key?" Panggil suara seorang pria yang membuat Keysha refleks membalikan tubuhnya.


"Dokter Andra?" Gumam Keysha sambil menatap Andra berjalan ke arahnya dengan baju operasi yang masih melekat di tubuhnya.


"Hari ini ada jadwal lagi tidak?" Tanya Andra dengan wajah tampannya yang seketika membuat Keysha salah tingkah.


"Emm sepertinya tidak ada, Dok. Tapi saya ada urusan. Saya pamit ya?" Keysha menghindari tatapan Andra. Tanpa meminta jawaban Andra, Keysha segera membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi Andra.


Setelah dari rumah sakit, Keysha mengajak Nita teman sesama dokternya untuk makan sore di sebuah restoran. Mereka memilih duduk di saung lesehan yang berhadapan dengan hamparan sawah yang asri.


Keysha menatap hamparan sawah itu dengan tatapan kosong. Ia masih memikirkan kejadian tadi saat bertemu Andra. Keysha takut ia jatuh hati pada dokter muda itu. Bagaimana pun Keysha merasa rendah diri mengingat statusnya kini yang hanya seorang janda.


"Key?" Dokter Nita membelah keheningan yang menghinggapi mereka.


"Hm?" Keysha bergumam yang masih terdengar oleh Nita.


"Kamu kok galau gitu sih?" Nita menatap Keysha yang masih termangu.


"Gak apa-apa. Aku hanya melihat hamparan sawah itu. Cantik sekali!" Jawab Keysha berbohong. Padahal sedari tadi ia hanya memikirkan Andra.

__ADS_1


Saat Keysha dan Nita asik berbincang. Beberapa orang pria melewati mereka, dan begitu tercengangnya Keysha saat menatap Andra yang melewati saungnya.


"Dokter Andra?" Sapa Nita yang sukses membuat Andra menghentikan langkahnya.


Andra menatap Nita dengan tersenyum. "oh ada Dokter Nita rupanya?"


"Ayo gabung bersama kami, Dok? Dokter Herry juga!" Ajak Nita tanpa meminta izin dari Keysha.


"Nah aku gabung aja, saung yang lain penuh," Dokter Herry langsung duduk di samping Keysha.


Andra.menatap Keysha sekilas, lalu Andra menatap Nita lagi dengan senyuman yang penuh harap.


"Baiklah saya ikut kalian!" Akhirnya Andra bergabung dengan mereka.


Andra duduk berhadapan dengan Keysha. Ia menatap Keysha yang menundukkan pandangannya. Sementara Keysha m*rem*as jarinya di bawah meja. Mendadak Keysha merasa sangat gugup. Mereka pun terlibat beberapa obrolan ringan diselingi tawa kecil.


"Oh ya, Dok? Saya dengar, tadi pasien dokter Andra mengalami gagal anestesi?" Tanya Dokter Nita dengan sorot mata penasaran.


"Ya. Lalu dengan terpaksa dokter Anestesi menidurkannya atau membius total," jawab Andra dengan santai.


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar ya, Dok? Walau pun perawat di ruang observasi banyak yang mengeluh karena pasien tadi banyak bicara dan terus bertanya di mana anaknya," sahut Dokter Hery.


"Kita sebagai petugas medis tidak boleh mengeluh. Bagaimana pun mereka adalah pasien kita. Pasien itu berbeda-beda sifat dan latar belakang. Kita sebagai petugas medis harus memahami sifat mereka dan tetap bekerja secara profesional, dan yang terpenting berusaha agar ibu dan bayi bisa selamat dan sehat pasca persalinan," Andra mengeluarkan petuahnya.


Sementara Keysha menatap Andra yang sedang berbicara. Ia melihat rambut dokter muda itu tertiup angin hingga membuat wajah Andra semakin tampan saja.


"Ada apa di rambutku, Dokter Key?" Tanya Andra saat menangkap Keysha sedang memperhatikannya.


"Eeeeee. Tidak ada, Dok," Kesyha berbicara terbata. Merasa malu saat Andra menangkap basah dirinya yang sedang memperhatikan dokter tampan itu.

__ADS_1


"Dasar kamu Key! Baru saja menjadi janda beberapa hari saja sudah gatal ! Maki Keysha sendiri di dalam hatinya.


Sementara Nita dan Herry mengulum senyum, karena rencana merekalah membuat Keysha dan Andra bertemu di restoran ini.


__ADS_2