
Dokter Nita sedang mengecek kandungan Keysha. Mata Andra berkaca-kaca menatap layar monitor yang menampilkan kondisi rahim istrinya. Hal itu pun dirasakan oleh Keysha. Air mata kebahagiaan meleleh di pipi mulusnya. Rasanya Keysha masih seperti bermimpi bahwa saat ini dirinya tengah mengandung. Pasalnya Keysha begitu memimpikan kehadiran buah hati semenjak pernikahannya dengan Zayyan.
"Alhamdulillah. Janinnya berkembang dengan baik. Jika dilihat dari waktu datang bulan terakhir, berarti usia janin Bu Keysha dan Pak Andra berusia delapan minggu," jelas Dokter Nita dengan profesional. Ia sempat menahan tawa ketika memanggil Keysha dan Andra dengan sebutan Ibu dan Bapak.
"Dokter Andra tokcer juga ya!" Dokter Nita menggoda pria yang dikenal jarang berbicara itu. Andra hanya tersenyum dengan malu-malu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Atau kalian rajin ya bikinnya? Kejar setoran?" Dokter Nita tertawa. Ia menyimpan alat usg sebagai tanda jika pemeriksaan sudah selesai dilakukan. Kemudian Dokter Nita terduduk kembali di kursinya.
"Ya begitulah, mumpung masih muda!" Keysha membalas candaan Dokter Nita. Keduanya tertawa serempak. Sementara Andra hanya tersenyum simpul.
"Udahan ya ngomong formalnya! Aku gak kuat!" Dokter Nita mengambil kertas resep. Ia kemudian menuliskan vitamin yang harus Keysha minum selama satu bulan ke depan.
"Kamu resepin apa, Nit?" Keysha yang sudah terduduk kembali di depan Nita tampak penasaran.
"Biarkan Dokter Nita bekerja, Sayang!" Andra menahan Keysha.
"Oh iya, Maaf!" Keysha harus ingat bahwa dirinya datang sebagai seorang pasien.
__ADS_1
"Ini vitamin yang harus kamu minum, Key. Jangan lupa istirahat yang cukup ya dan jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat!" Dokter Nita berpesan.
"Siap, Dokter. Terima kasih atas pemeriksaannya hari ini ya!" Keysha dan Andra bangkit dari duduknya.
"Kembali lagi satu bulan kemudian ya?" Pesan Dokter Nita sebelum sepasang suami istri itu keluar dari ruangan dokter Nita dengan wajah bahagia.
Sepulangnya dari rumah sakit, Keysha dan Andra tidak langsung pulang ke kediaman mereka. Pasangan suami istri yang sedang berbahagia itu lebih memilih untuk datang ke kediaman kedua orang tuanya untuk memberitahukan kehamilan Keysha. Andra juga akan meminta jika Keysha tidak akan mengambil alih Rumah Sakit milik ayahnya, karena Keysha tidak boleh melalukan pekerjaan berat untuk berjaga-jaga.
"Assalamualaikum!" Seru Keysha dan Andra bersamaan saat mereka sudah ada di depan rumah Reynard dan Kania, orang tua dari Keysha.
"Waalaikumsalam," terdengar suara Kania menjawab dan mendekat untuk membuka pintu.
"Ma!" Keysha memeluk Kania dengan erat. Matanya berkaca-kaca.
"Ada apa, Key? Kamu baik-baik aja kan?" Kania merasa cemas. Keysha tidak menjawab. Ia masih fokus memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu. Sementara Kania semakin bingung saja. Ia menatap Andra untuk meminta penjelasan.
"Ada apa, Sayang?" Kania bertanya lagi ketika Keysha melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Aku hamil, Ma!" Beri tahu Keysha dengan bibir yang bergetar.
"Ha-hamil?" Kania berucap dengan terbata.
"Iya, aku hamil," Keysha mengulang ucapannya.
"Ya Allah, akhirnya, Key!" Kania memeluk Keysha dengan penuh rasa haru. Akhirnya impiannya menjadi seorang nenek akan segera terlaksana.
"Alhamdulillah. Terima kasih ataa anugerahmu ya Allah," Kania tak henti memanjatkan rasa syukurnya. Walau baru saja menikah, tapi Kania seperti sudah menunggu cucu selama tahunan.
"Ayo masuk, Key, Andra!" Kania melepaskan pelukannya. Ia mengajak menantu dan anaknya itu untuk masuk ke dalam rumah.
*****
Kehidupan sehari-hari Ine kini amatlah menyedihkan. Untuk menyambung hidup, wanita itu harus mencari sampah plastik yang bisa ia jual. Ine sudah tidak tahu lagi bagaimana ia mencari uang. Sering kali Ine menangis karena tidak kuat menjalani kesulitan hidup yang kini ia rasakan.
Hari ini hujan cukup deras mengguyur kota Bandung, Ine yang sedikit tidak enak badan memaksakan diri untuk mencari sampah-sampah plastik. Mau tidak mau Ine harus melakukannya, karena dirinya pun harus bisa melanjutkan hidup. Saat Ine berjalan, ia melihat seorang wanita tengah memainkan gadgetnya. Kemudian dua orang yang mengendarai motor langsung menyabet tas dan gadget yang wanita itu pegang. Wanita korban be*gal itu terus berteriak. Akan tetapi, kedua b*egal itu langsup tancap gas dan tidak terkejar.
__ADS_1
Ine tersenyum melihat adegan di depan matanya. Ia pun berniat untuk melakukan aksi serupa. Ine tidak mau terus memulung dan menghasilkan uang yang tidak seberapa itu. Ine sudah bosan tidur di kolong jembatan. Ine pun segera membuang karung yang tengah ia tenteng. Kini sebuah rencana sudah ada di kepalanya. Ine akan berbuat apapun untuk mendapatkan uang dengan instan.