
"Sayang, ayo bangun!" Sebuah kecupan mendarat tepat di dahi Keysha. Wanita itu mengerjapkan matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah Andra yang sedang tersenyum manis padanya.
"Jam berapa ini? Sepertinya aku kesiangan!" Gumam Keysha dengan mata yang belum membuka sempurna.
Keysha langsung duduk. Ia mengucek matanya. Dokter cantik itu melirik jam dinding. Keysha bernafas lega saat melihat jam menunjukan pukul lima pagi.
"Kenapa gak bangunin aku sih?" Keysha mencebik, merasa kecolongan di hari pertama dirinya menjadi istri Andra. Akan tetapi, malah Andra bangun lebih dulu darinya. Sangat berbeda saat ia menjadi istri Zayyan. Pasti Keysha selalu bangun terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa, cepatlah mandi! Setelah mandi, langsung shalat shubuh!" Andra berbicara dengan lembut.
"Atau perlu aku yang mandikan?" Lanjutnya lagi seraya tersenyum menggoda.
"Ish!!" Keysha pura-pura mendengus, ia memperhatikan Andra yang memakai kaos oblong dan celana katun panjang. Wangi shampoo yang dipakai Andra menguar memenuhi Indra penciuman Keysha.
Pria tampan itu sedang duduk di ujung ranjang seraya memandangi Keysha dengan lekat, hingga akhirnya Keysha mengakhiri pandangan itu dengan malu-malu.
"Aku mandi dulu," pamit Keysha, ia lalu berjalan menuju kamar mandi dengan menggunakan selimut sebagai penutup tubuh polosnya.
Andra terkekeh melihat kelakuan Keysha. Istrinya itu selalu saja bersikap malu-malu. Membuat Andra begitu gemas, ia terbayang dengan aktivitas barunya tadi malam bersama Keysha. Andra tersenyum sendiri, ia seperti seorang remaja yang sedang dimabuk asmara. Setelah terdengar suara shower air yang menyala, Andra meninggalkan kamar. Ia menuju dapur. Rencananya, dokter tampan itu akan memasak sarapan untuk istrinya. Kebetulan Andra cukup berbakat dalam memasak.
Sementara di kamar mandi, Keysha mandi dengan kucuran shower air hangat. Kaca besar menjulang tinggi di hadapannya. Ia melihat Pantulan dirinya di cermin, ia tercengang banyaknya tanda kepemilikan yang dibubuhkan Andra di tubuhnya. Ya ampun, Keysha tak menyangka Andra sebar-bar itu.
Keysha segera membilas tubuhnya dengan guyuran air shower. Tak ingin berlama-lama berada di dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian, Keysha menuntaskan kegiatan mandinya. Ia menyambar bathrobe yang tergantung di toilet itu. Keysha lekas memakainya. Setelah berpakaian lengkap, Keysha menunaikan kewajiban shalat shubuhnya. Shalat kali ini Andra tidak mengimami Keysha, Karena Andra sudah shalat shubuh berjamaah di masjid ketika Keysha masih tidur. Keysha melipat mukena dan sajadahnya saat ia selesai melaksanakan shalat shubuh pertamanya sebagai istri Andra. Wanita itu menuruni anak tangga mencari keberadaan suaminya.
__ADS_1
"Sayang?" Panggil Keysha yang mulai membiasakan nama panggilan untuk sang suami.
Tak ada jawaban. Keysha celingukan mencari Andra. Bunyi alat dapur yang berdenting terdengar di telinganya. Keysha lantas berjalan menuju dapur. Keysha tertegun saat melihat Andra sedang sibuk memasak.
"Sayang, kamu sudah shalat kan?" Tanya Andra, sesekali ia melirik Kesyha. Namun perhatiannya terfokus pada masakannya yang berada di atas wajan.
"Sudah. Sayang, biar aku saja yang memasak. Kamu duduk saja di kursi" Keysha menyentuh spatula yang sedang Andra pegang.
"Tak apa-apa. Aku tahu kamu pintar masak. Tapi hari ini aku ingin kamu mencoba masakan ku!" Andra tersenyum membuat Keysha semakin gugup saja.
Keysha mengangguk. Ia lalu duduk di kursi meja makan. Keysha memperhatikan Andra yang sedang sibuk dengan masakannya. Kebetulan hari ini adalah hari minggu. Mereka tidak berangkat ke rumah sakit karena mereka sama-sama tidak membuka poliklinik mereka di hari minggu.
Andra telah selesai dengan kegiatan memasaknya. Ia lantas menyajikan hasil masakannya di atas meja makan. Keysha tertegun melihat cara Andra menghias masakannya, sepertinya dia sangat berbakat memasak dan layak mendaftar sebagai finalis m*ster chef.
"Sayang, biar aku saja. Biar aku yang layani kamu!" Cegah Keysha merasa tak enak hati.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memanjakan istriku!" Andra tersenyum, ia kemudian mencium pipi Keysha sekilas.
"Ya ampun!" Keysha terpekik. Merasa belum terbiasa oleh sikap manis Andra yang jauh berbeda saat di rumah sakit.
"Bagaimana rasanya?" Tampak Andra menunggu komentar Keysha soal masakan buatannya. Keysha sedang mencicipi soto Bandung buatan Andra.
"Gimana ya? Rasanya kurang, presentasinya berantakan, kayanya kamu salah piring juga! 45 menit gak bisa kamu gunakan sebaik-baiknya. Well, persiapkan diri kamu di pressure test!" Keysha menirukan gaya bicara juri M*sterchef membuat Andra seketika terbahak.
__ADS_1
"Sayang aku serius!" Andra merajuk, ia memajukan bibirnya. Terlihat seperti anak TK yang ingin dibelikan permen.
"Enak sayang, aku serius! Terima kasih ya sudah memasak untukku?" Keysha tersenyum lembut, Andra lega mendengar komentar Keysha.
"Ya sudah, ayo kita makan!"
Mereka makan dengan rasa suka cita, sesekali Keysha menyuapi Andra. Andra pun menyuapi istrinya dengan semangat. Andra benar-benar memanjakan Keysha. Andra pun sudah menyingkirkan aquarium yang di dalamnya terdapat foto Nadien saat Keysha masih tidur. Ia tak ingin lagi ada kesalah pahaman dalam rumah tangganya. Baginya Nadien adalah masa lalunya, dan Keysha kini adalah masa depannya. Nadien akan selamanya menjadi Nadien. Keysha akan selalu menjadi Keysha.
Sarapan pagi usai, Keysha mengambil piring dan gelas kotor. Ia lalu memasukannya ke westafel. Kebetulan di rumah besar itu hanya ada Andra dan Keysha. Mereka belum mencari asisten rumah tangga karena belum sempat. Ditambah Andra terkesan dadakan membawa istrinya pindah.
Dengan hati-hati, Keysha lalu mencuci piring dan gelas yang kotor. Keysha terperanjat saat tiba-tiba saja ada tangan kekar melingkar di pinggangnya.
"Biar aku bantu kamu ya!" Bisik Andra ditelinga Keysha, hingga membuat dokter cantik itu meremang.
"Tidak usah, biar aku saja. Duduklah! Ini sedikit kok.Tidak akan lama," tolak Keysha.
Bukannya pergi, Andra semakin mempererat pelukannya. Ia lalu menciumi ceruk leher Keysha. Sesekali tangannya yang nakal meraba apa saja yang bisa ia jangkau.
"Ya ampun! Dasar dokter mesyum!" Sarkas Keysha, membuat Andra terkekeh.
"Tidak apa-apa, m*sum dengan istri sendiri bukan dengan istri orang!" Kekeh Andra yang terdengar begitu renyah di telinga Keysha. Keysha pun akhirnya diam dengan Andra masih memeluk pinggangnya.
Setelah selesai mencuci piring, Andra dan Keysha duduk di sofa. Mereka menonton acara TV hari Minggu. Andra merebahkan kepalanya di pangkuan Keysha. Sesekali Keysha mengusap rambut Andra dengan sayang. Tidak ada ponsel yang berdering. Andra mematikannya karena takut ada yang mengganggu kebersamaannya dengan Keysha. Apalagi dari semalam Vebby terus meneleponnya. Menanyakan kebenaran pernikahan dirinya bersama Keysha.
__ADS_1