
Sesuai dengan kabar yang dibawa dari Dokter Sagara, Vebby teman ketika kuliah Andra di Amerika sudah diterima di rumah sakit milik ayahnya Andra.
Hari ini wanita itu membuka praktek poliklinik. Setara dengan dokter Andra, Vebby adalah dokter Obygin sekaligus dokter subspesialis Fetamaternal setingkat lebih atas dari Keysha.
Dokter Subspesialis Fetamaternal adalah dokter yang menangani khusus kehamilan beresiko tinggi, komplikasi kehamilan, persalinan, sekaligus dapat mendeteksi gangguan pada perkembangan janin. Di rumah sakit itu hanya mempunyai dua dokter subspesialis Fetamaternal, yaitu Dokter Andra dan Vebby. Vebby diarahkan oleh Dokter Herry. Ia dibantu dengan pengenalan situasi rumah sakit, menunjukan ruangan miliknya, serta mengenalkannya dengan semua petugas medis dan jajaran direksi.
Vebby berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Ia tersenyum saat melihat Andra berjalan ke arahnya. Menurutnya sangat kebetulan, dia bisa bertemu dengan Andra karena dokter tampan itu sangat sibuk dengan jam-jam prakteknya.
"Dokter Andra?" Sapa Vebby hangat. Ia tersenyum mengamati wajah Andra yang tak banyak berubah saat mereka kuliah di Amerika dulu.
"Dokter Vebby!" Balas Andra tersenyum
"Bagaimana kabarmu, Dok? Apakah di Indonesia menyenangkan?" Kekehnya dengan suara tawa khasnya yang renyah.
"Menyenangkan! Nanti kamu akan terbiasa lagi di sini," jawab Andra kalem.
Vebby mengangguk, ia memasukan kedua tangannya ke dalam jas dokternya yang berwarna putih. "Ya, aku belum terbiasa dengan musim yang ada di Indonesia. Belasan tahun aku tinggal di Amerika, sepertinya aku terkena culture shock!" Candanya mencairkan suasana.
Mereka terlibat obrolan ringan. Sebagai seorang teman yang mengambil jurusan yang sama dan teman sekelas selama di kampus, mereka tampak akrab. Bahkan kecanggungan yang terjadi beberapa saat tadi mencair begitu saja oleh keramah tamahan Vebby.
Andra mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Matanya menangkap Keysha yang tengah berjalan ke arah mereka. Keysha menghentikan langkah beberapa saat, dan ia meneruskan langkahnya kembali ke arah Vebby dan Andra.
"Sore, Dokter!" Sapa Keysha ramah pada Andra dan Vebby.
__ADS_1
"Sore, Dokter Keysha! Oh ya Dokter Vebby, kenalkan ini Dokter Keysha, Dokter spesialis Obygin juga," mata Andra berbinar saat mengenalkan Keysha pada Vebby.
"Salam kenal, Dokter Keysha! Nama saya Vebby," Vebby mengulurkan tangannya yang dibalas oleh uluran tangan Keysha.
"Salam kenal, Dokter Vebby! Semoga betah ya bergabung dengan keluarga besar kami di rumah sakit ini?" Keysha tersenyum walaupun hatinya merasa panas melihat kedekatan Vebby dan Andra yang menurutnya sangat intens.
"Terima kasih, Dokter. Tentu saja saya akan betah apalagi ada teman saya di sini," Vebby menepuk bahu Andra, seolah mereka sudah sangat dekat.
Sedangkan Andra menatap Vebby dengan tatapan kurang nyaman. Lantas ia melihat Keysha. Ia takut Keysha akan ilfeel padanya dan pergi menjauh.
"Oh, kalian berteman?" Keysha seolah ingin tahu dengan hubungan antara Andra dan Vebby.
"Ya, kami teman sekelas ketika kami kuliah di Boston. Kami lumayan akrab!" Seru Vebby yang memamerkan kedekatannya bersama anak pemilik rumah sakit itu. Namun suara Vebby terdengar menjengkelkan di telinga Keysha.
Keysha manggut-manggut. Berusaha untuk tidak peduli dan memasang wajah datarnya. Detik berikutnya, ia melirik arloji yang melingkar cantik di pergelangan tangannya.
"Senang bertemu denganmu, Dokter Vebby! Kalau begitu saya pamit ya?" Pamit Keysha pada Vebby dan Andra. Lantas ia meninggalkan kedua teman lama itu dengan perasaan yang tak karuan.
"Bodoh Keysha. Bodoh . Bodoh. Bisa-bisanya kamu baper sama dokter Andra! Lihatlah! Banyak sekali kedekatannya dengan seorang wanita!" Keysha memaki dirinya sendiri seraya melangkahkan kakinya menuju poliklinik Obygin.
Ketika melihat pasiennya banyak yang sudah menunggu kedatangannya, Keysha menyingkirkan pikirannya mengenai kedekatan Vebby dan Andra. Ia harus bersikap profesional jika sudah waktunya bekerja.
"Sore semua!" Sapa Keysha kepada semua pasiennya yang sedang duduk di kursi besi rumah sakit untuk menunggu antrian.
__ADS_1
"Sore, Dokter!" Seru semua pasien Keysha ramah.
Poliklinik Keysha memang paling teramai di rumah sakit itu. Pasalnya ketelitiannya saat memeriksa pasien sudahlah terkenal di kalangan ibu hamil. Keysha juga terkenal dengan dokter yang memiliki keramah tamahan yang cukup tinggi pada pasien. Maka dari itu, banyak sekali pasien memilih mendaftar di poliklinik jadwal praktek Keysha.
Keysha memeriksa semua pasiennya satu persatu dengan cekatan dan penuh ketelitian. Tiba saat pemeriksaan satu pasien terakhir, Keysha agak lama memeriksa pasien itu karena Keysha harus memeriksa dengan alat USG transv*ginal, karena pasien itu mengalami pendarahan yang mengarah pada keguguran.
Jam prakteknya telah habis sepuluh menit yang lalu. Namun Keysha masih tak juga keluar dari ruangannya. Ia masih sibuk memeriksa dan mendiagnosis pasien itu. Hingga harus dilakukan tindakan kuret olehnya malam nanti karena calon bayi yang tidak berkembang dan harus segera diangkat.
Ketukan pintu prakteknya mengalihkan perhatian wanita itu, setelah asisten Keysha membuka pintu ruangannya, ia melihat Dokter Vebby berdiri dengan wajah yang masam. Untung saja pasien terakhir sudah Keysha arahkan untuk mendaftar ke ruang rawat inap.
"Mohon maaf, Dokter Keysha! Praktek anda sudah selesai. Sekarang giliran saya yang akan membuka poliklinik," izin Vebby dengan formal, namun tatapannya masih ketus. Seolah dia marah pada dokter yang memiliki paras ayu itu.
"Oh ya, Dokter Vebby, mohon maaf saya agak terlambat keluar," Keysha berusaha tetap profesional walaupun melihat raut wajah Vebby yang tidak enak dipandang.
"Lain kali jangan diulangi lagi, Dok! Waktu adalah uang. Pasien saya banyak yang menunggu!!" Sinisnya lagi sangat berani walaupun ia dokter baru di rumah sakit itu.
Beberapa saat Keysha termenung. Ia menatap Vebby yang berbeda sekali ketika bersama Andra. Ketika dengan Andra, Vebby terlihat sebagai seorang pribadi yang hangat dan ramah. Namun saat dokter senior itu tak ada, sikapnya jauh berbeda 180 derajat.
"Baiklah, Dok. Saya berusaha tidak akan mengulanginya lagi," Keysha mengalah. Bagaimanapun memang kesalahannya terlambat menutup poliklinik, sehingga dokter yang akan membuka praktek terhambat. Keysha lalu berjalan keluar meninggalkan Vebby yang menatapnya dengan pongah.
"Dasar tidak profesional!!" Gerutu Vebby memutar bola matanya, ia lalu membuka prakteknya dan memeriksa pasien satu persatu.
Sementara di ruangan pribadinya Andra tersenyum menatap kalender yang di taruh di atas meja. Andra langsung membulati tanggal yang menurutnya sangat penting.
__ADS_1
"Besok masa iddah Keysha sudah lewat, aku akan segera ke rumahnya untuk berbicara kepada kedua orang tuanya," Andra tersenyum menatap kalender itu.