Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Hancurnya Karier Zayyan


__ADS_3

Zayyan menghembuskan nafasnya kasar, ia baru saja keluar dari ruang meeting. Rapat hari ini mengenai keputusan perusahaan yang akan memberhentikan karyawan.


Diberlakukannya PSBB dan di lockdown nya negara Jepang dan Korea berimbas pada pengiriman bahan baku. Akhirnya seperti yang Zayyan prediksi tempo hari, perusahaan mengalami kelumpuhan total. Belum customer yang membeli barang di perusahaan pun tidak bisa melakukan repeat order, karena mereka pun terimbas pandemi.


Zayyan berjalan lunglai. Hari ini Rangga selaku direktur utama memberhentikan dirinya dari perusahaan. Mata Zayyan memerah. Dari mana ia harus mendapatkan uang untuk hidupnya ke depan? Sementara tabungan pun dia tak punya. Ingin kembali ke rumah Rena, tapi ia malu dan takut membebani kedua orang tuanya.


Zayyan melangkahkan kakinya ke halaman perusahaan. Di sana banyak sekali mantan karyawannya yang menangis dan saling berpelukan untuk berpisah. Pemandangan ini sangat menyakiti matanya, karena selama Zayyan membangun perusahaan, tidak pernah sekalipun dia memecat karyawan selain karena kesalahan mencuri atau karyawan tersebut mengundurkan diri sendiri.


Zayyan pun tak diberi pesangon sepeser pun Karena hari ini bertepatan sekali dengan kontraknya yang telah habis. Perusahaan memang pintar sekali dalam urusan tak mau rugi. Akhirnya Zayyan memilih memasuki mobil mewahnya. Ia ingin sekali menjual mobil itu, tapi lagi-lagi semua dokumennya berada di tangan Keysha, mantan istrinya.


Zayyan hanya mencoba bersabar, dalam hati ia bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Zayyan sadar segala sesuatu yang menimpa dirinya mungkin disebabkan oleh dirinya yang dzalim pada Keysha saat mereka bersama dulu. Akhirnya Zayyan memilih meninggalkan dahulu mobilnya. Ia menuju pom bensin dan membeli bahan bakar mobilnya dengan botol yang besar. Sepeninggal Zayyan, Rena dan Hanan datang untuk bertemu dengan Rangga, sang adik. Ia harus mengetahui keadaan genting di perusahaan itu.


"Rangga!!" Seru Rena saat ia sudah sampai di ruang meeting ll


"Kak?" Rangga tertunduk lesu.


"Bagaimana perusahaan kita bisa colaps gini sih? 90% karyawan kamu PHK! Kamu ga kaji ulang?" Rena berdecak kesal dengan kinerja adiknya yang dianggap lalai dalam tugasnya.


"Maafkan aku, kak. Tapi sebelumnya aku tidak memprediksi ini. Perusahaan kita sudah cukup jatuh dengan tidak tersedianya bahan baku. Customer juga menghentikan proses jual beli karena mereka pun bernasib sama dengan perusahaan kita. Sama-sama terdampak di tengah kebijakan PSBB dan lockdown di luar negeri!" Jelas Rangga mencoba membuat Rena dan Hanan mengerti.


"Apakah kita memberikan pesangon untuk mereka?" Kini Hanan yang berbicara


"Tidak, saya yang memberhentikan mereka tepat saat masa kontrak mereka habis. Jadi, kita tak perlu keluar uang pesangon!" Jawab Rangga cepat.


"Apakah Zayyan kamu PHK juga?" Ada tatapan khawatir di mata Rena. Ia takut dari mana Zayyan akan mencukupi kebutuhannya jika Zayyan tak punya pekerjaan?

__ADS_1


"Ya," sahut Rangga pendek.


"Rangga, apa kamu tahu? Perusahaan ini dibangun oleh kerja keras dan keringat Zayyan! Anak itu tahunya perusahaan ini diambil alih oleh Keysha mantan istrinya, bukan kami selaku orang tuanya! Setidaknya jangan kamu PHK dia! Kinerja dia sangat bagus dalam bekerja. Zayyan pun sangat pintar membuat customer Deal dan kembali repeat order dalam membeli produk kita! Kamu tidakk bisa melakukan keputusan sendiri!" Tegas Hanan yang mulai menaikan intonasi suaranya.


Hanan merasa tak suka saat Rangga tak mempertimbangkan kinerja Zayyan yang selama ini sangat cemerlang dalam bidang bisnis. Hanan pun tak suka dengan sifat Rangga yang memberikan keputusan tanpa bertanya dahulu kepadanya dan juga kepada Rena.


"Ya, saya tahu. Tapi kita tidak ada pilihan lain, kak! Biarlah Zayyan menerima hukumannya, biarkan dia hidup mandiri di luar!" Rangga masih saja tak acuh. Tak mau disalahkan oleh kebijakan yang baru saja ia putuskan.


Rena tersenyum sinis. Ia baru tahu jika adiknya sangat egois sekali. "Rangga! Ini perusahaan miliknya! Hukuman apa yang kamu maksud? Baiklah kalau begitu, aku pun merumahkan kamu sementara, biarlah perusahaan ini dibiarkan dahulu selama pandemi," akhirnya Rena memberikan keputusan.


"Kak, kamu tidak bisa begitu!" Rangga tak terima dengan keputusan Rena.


"Gaji kamu itu sangat besar. Empat kali lipat dari Zayyan. Dari mana perusahaan akan menggaji kamu kalau produksi pun dihentikan seperti ini?" Rena mulai terpancing emosi dengan keegoisan Rangga. Rupanya ia sudah salah memilih orang kepercayaan. Sekalipun dia adik kandungnya. Adik kandungnya itu malah membuat perusahaan colaps.


Rena menggelengkan kepalanya, ia lalu menatap serius adik bungsunya itu. "Jika perusahaan colaps seperti ini, kakak pun akan membayarmu dengan apa? Biarlah kamu di rumahkan dulu, kamu pun akan dapat pesangon. Jika perusahaan ini pulih, kakak berjanji akan memperkerjakan kamu lagi! Tapi kakak tidak berjanji memperkerjakan kamu dijabatan yang sama!" Tegas Rena tak ingin dibantah.


Rangga hanya menghela nafas. Ia tak berani lagi mendebat kakaknya yang mempunyai watak keras kepala. Akhirnya Rangga pun menuruti keinginan Rena dan suaminya saja, toh ia pun akan mendapatkan pesangon mungkin cukup selama Rangga diam di rumah selama pandemi.


"Bagaimana dengan Zayyan, Pa?" Tanya Rena. Kebetulan di ruangan itu hanya ada mereka berdua karena Rangga sudah pamit untuk meninggalkan ruangan itu.


"Biarkan saja, Ma! Papa ingin tahu bagaimana dia bisa bertahan di kondisinya yang sekarang!" Hanan tetap teguh dengan pendiriannya.


"Tapi menurut kepercayaan orang mama, dia sudah meninggalkan Shella, Pa. Apa kita suruh dia kembali ke rumah kita?" Rena masih saja mengkhawatirkan anak sulungnya.


Hanan menggeleng. Tatapannya menerawang jauh, dahinya berkerut. Hanan sedang memikirkan yang terbaik untuk putra tertuanya itu. "Biarkan saja dia, Ma. Papa hanya ingin dia berubah menjadi lebih baik. Semoga dengan kesendiriannya dia bisa merenungi semua kesalahan hidup yang telah ia perbuat."

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan nasib perusahaan ini, Pa? Tanpa Zayyan, memang perusahaan ini tak akan pernah maju," ucap Rena yang mengakui kehebatan Zayyan dalam berbisnis.


"Walaupun Zayyan masuk lagi ke perusahaan ini, tak akan berpengaruh banyak, Ma. Sekarang negara kita sedang kacau balau karena pandemi. Biarlah perusahaan ini rehat untuk sementara. Kita bekerja dalam diam. Melihat perkembangan yang terus terjadi selama pandemi. Kita bekerja dalam senyap. Buat terobosan-terobosan untuk perusahaan. Untuk keseharian kita, masih ada uang pensiun papa. Papa pun tidak terlalu khawatir karena Fikri sekarang sudah bekerja di perusahaan minyak milik pemerintah. Gajinya dua digit dan cukup membiayai adiknya, Raika. Kebun sawit milik Zayyan pun tak boleh kita gunakan uangnya. Itu milik Zayyan. Kita simpan saja, lalu kita berikan nanti haknya sampai dia benar-benar berubah menjadi lebih baik," jawab Hanan telak yang membuat Rena menganggukan kepalanya saja sebagai pertanda dia menyetujui usulan suaminya.


**********************************************


🗣️: Thor, kok gak asik sih jadi bawa-bawa covid!


😇: Sebenarnya kakaknya otor bekerja di bidang perusahaan manufaktur. Perusahaan itu cenderung selalu saja stabil. Bahkan mungkin bahasa jumawanya tidak bisa ada yang melumpuhkan perusahaan itu kecuali pandemi (Ya, yg pasti semua atas kehendak Allah). Ketika pandemi semua perusahaan di semua sektor lumpuh total. Jadi otor mengangkat pandemi ini untuk membuat usaha Zayyan bangkrut. Otor gak mau kaya di film-film azab, perusahaannya tiba-tiba saja bangkrut tanpa alasan. Tahu-tahu si lakinya lagi nyari makanan di tong sampah. Kan gak lucu huhu :(


Lagi pula tahun ini negara kita baru dicabut PPKM ya kan?


🗣️ Thor, kok si Ine bisa jadi pelakor sih? Kan si Ine dulunya korban perselingkuhan kan?


😇 Para readers tersayang, sebenarnya novel otor ini tidak semua fiksi. Jadi ada tetangga otor. Beliau itu cantik, awet muda. Tapi diselingkuhi suami, beliau banting tulang jualan makanan untuk membiayai anaknya yang sama cantiknya, tapi karena beliau mengambil hutang di rentenir untuk modal warungnya, jadi ya selalu bangkrut. Akhirnya sekarang beliau ini pindah haluan, jadi penggoda istri orang sampai hidup bergelimang harta. Banyak istri sah yang ke rumahnya untuk sekedar ngelabrak, atau banyak warga yang grebek. Tapi beliau tak kapok-kapok sampai sekarang! Ini real !!


🗣️ Thor, andai suami selingkuh apes kaya si Zayyan, rata-rata di kehidupan nyata istri sah yang teraniaya harus banting tulang mencari nafkah setelah ditinggal pergi selingkuh.


😇 Lagi lagi ada tetangga otor yang diselingkuhi sampai akhir hayatnya beliau sendiri tidak menikah lagi. Nah jadi otor merasa tak puas melihat realita seperti itu, akhirnya lahirlah novel ini. Dimana otor mengutamakan tokoh utama untuk selalu menang.


Semoga para readersku tersayang selalu dilimpahkan kesehatan, kebahagiaan, ya. Jangan lupa untuk selalu stay tune novel otor ini. Jangan lupa berikan hadiah, vote, like, dan komen supaya otor ini bisa selalu semangat melanjutkan cerita ini.


Terimakasih semua


Peluk hangat dari Zinnia 😘

__ADS_1


__ADS_2