Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Perkataan Dokter Andra


__ADS_3

Zayyan dan Shella akhirnya tiba di tanah air. Mereka pulang dengan menggunakan kelas bisnis. Shella benar-benar merasa di terbangkan ke langit ke 7. Belum apa-apa, Shella sudah mereguk kemewahan yang baru ia rasakan. Sesampainya di bandara international Soekarno Hatta, Zayyan segera mengambil koper mini milik kekasih gelapnya itu. Tapi dengan cepat, Shella menolaknya.


"Sayang, biar aku yang bawa!" Shella cepat-cepat merebut koper itu dari tangan Zayyan.


"Biar aku aja. Aku kan pacar kamu," Zayyan tersenyum manis.


"Biar kamu pacar aku, tapi aku gak bisa lihat kamu dorong-dorong koper aku kaya gini. Apalagi koper aku warna pink lho. Biar aku yang bawa ya? Kamu orang yang aku cinta, bukan pembantu," Shella merebut koper miliknya dengan lembut.


"Shel, kamu beda banget sama Keysha. Keysha selalu nyuruh aku bawa-bawa kopernya," Zayyan membatin seraya melihat Shella yang mulai berjalan di hadapannya.


"Zayyan, kamu harus benar-benar tunduk padaku," Shella tersenyum licik sembari terus berjalan.


Zayyan mengambil kunci mobilnya. Mobilnya memang diparkir di bandara. Tujuan utama Zayyan adalah apartemen baru untuk Shella. Zayyan memang memberikan satu apartemen miliknya kepada wanita itu. Tadinya apartemen itu akan diberikan untuk Keysha pada hari ulang tahunnya. Tapi Zayyan merubah skema. Ia ingin Shella segera tinggal di tempat yang nyaman. Ia pun ingin ruang privasi dengan Shella, agar hubungan mereka tidak diketahui oleh siapa pun. Selama perjalanan, Shella terus bergelayut manja di bahu Zayyan. Pria itu begitu menikmatinya. Zayyan seperti remaja yang baru kasmaran. Ia sudah benar-benar lupa akan istrinya di rumah.


"Aku seneng banget, sayang. Makasih ya?" Shella tak henti-hentinya mengecup pipi Zayyan.


"Apapun buat kamu," dalam hitungan hari, Zayyan sangat manis kepada Shella. Shella benar-benar memainkan perannya dengan baik.


Apartemen yang menjulang di pusat kota pun sudah terlihat. Zayyan menepikan mobilnya di parkiran yang diperuntukan untuk penghuni apartemen. Parkiran cukup sepi karena penghuni apartemen sedang beraktivitas dengan kegiatannya masing-masing.


"Aku bakal tinggal di sini?" Shella tersenyum girang ketika tahu dirinya akan tinggal di apartemen mewah itu.

__ADS_1


"Iya. Tepatnya kita. Aku bakal sering ke sini," Zayyan memainkan rambut Shella.


"Kamu bakal sering ke sini?" Shella langsung memeluk Zayyan.


"Iya. Hari ini aku mau di sini, sayang. Aku bakal nginep di sini," Zayyan menc*ium Shella dengan beringas. Entah mengapa, hasr*atnya selalu saja naik bila bersama wanita itu.


****


Di kantin rumah sakit, Keysha tersenyum getir melihat foto yang dikirimkan seseorang padanya. Orang itu adalah suruhan Keysha yang ditugaskan di bandara untuk mengintai Zayyan. Hati Keysha remuk redam melihat kemesraan suaminya bersama wanita lain. Walau pun ia berusaha kuat, tapi Keysha tetaplah seorang manusia yang memiliki hati yang rapuh.


Setetes air mata meluncur dari matanya yang indah. Keysha mengingat bagaimana perjalanan dirinya bersama Zayyan. Ia tak lupa bagaimana Zayyan meminta untuk menikahi dirinya Masih terngiang suara Zayyan saat berjanji kepada ayahnya untuk mencintai dan menyayangi Keysha sepenuh hati. Masih terdengar ketika Zayyan mengucapkan ijab kabul di hari pernikahan mereka. Sekelebat ingatan muncul ketika Zayyan selalu menenangkan Keysha perihal anak yang belum kunjung datang di tengah-tengah rumah tangga mereka. Tapi pada akhirnya, kenangan itu terkikis habis dengan pengkhianatan yang dilakukan Zayyan.


"Key?" Suara seorang pria menyadarkan Keysha. Ia dengan cepat menyusut air matanya.


"Siapa yang nangis, Dok?" Keysha pura-pura tersenyum.


"Kayanya ibu kantin yang nangis," Andra melihat ke arah ibu kantin yang sedang melayani pembeli.


"Dokter bisa juga bercanda ya?" Keysha tertawa.


"Saya gak bercanda," Andra langsung memakan makanan pesanannya.

__ADS_1


Keysha hanya tersenyum kecil. Ia sedang tidak mood untuk menanggapi dokter aneh yang kadang bersifat dingin dan kadang bersikap hangat padanya.


"Jangan buang waktumu untuk menangisi orang yang sudah menyakitimu!" Andra berucap sambil memakan salad buah miliknya.


Keysha langsung melihat Dokter Andra dengan terkejut.


"Apa dokter Andra seorang cenayang?" Pikirnya.


"Kamu sibuk menangisi dia, tapi dia sedang bahagia. Itu tidaklah adil," celetuk Dokter Andra lagi tepat sasaran.


"Bagaimana bisa?" Keysha seakan kehilangan kata-katanya.


"Hanya menebak. Biasanya wanita menangisi orang yang selalu menyakitinya," Dokter Andra terus melahap makanannya. Sesekali ia menyeruput jus buah mangga miliknya.


"Dari pada menangis lebih baik mengambil langkah tepat dan tegas!" Andra menatap Keysha langsung pada sorot matanya.


"Langkah tepat dan tegas?" Keysha bergumam.


Keysha pun bergelut dengan pikirannya sendiri. Keysha pun berpikir jika Dokter Andra benar, air mata miliknya terlalu berharga untuk menangisi suaminya yang pengkhianat. Di saat dirinya menangis, Zayyan sedang mereguk cinta bersama wanita lain. Itu tidak adil. Dan lagi-lagi perkataan Dokter Andra seperti tamparan keras bagi Keysha.


"Sudahi sedihmu dan bereskan semua masalah yang ada!" Dokter Andra berdiri dari duduknya, mengambil piring miliknya dan pergi meninggalkan Keysha.

__ADS_1


"Dokter Andra benar. Lihatlah, Zayyan! Apa yang akan aku siapkan untuk kepulanganmu!" Keysha mengepalkan tangannya.


Sementara itu dokter Andra tersenyum penuh arti sambil terus berjalan menjauh dari Keysha.


__ADS_2