Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Vebby menatap Keysha dan Andra yang berjalan meninggalkan rumah sakit bersama. Walaupun tidak terlihat mesra, tapi Vebby sangat tahu bahwa Andra dan Keysha memiliki hubungan yang lebih dari rekan kerja. Mengingat Andra sangatlah cuek dan menjaga jarak pada rekan wanita yang lain.


Entah perasaan macam apa yang ada di hati Vebby. Walaupun Vebby enggan mengakui, tapi Vebby sangat cemburu melihat kedekatan Keysha bersama Andra. Apalagi Vebby tahu, Keysha hanya seorang janda. Vebby jelas merasa lebih baik dari Keysha, karena sejatinya statusnya masih single dan ia tidak pernah merasakan kegagalan dalam berumah tangga.


"Sus?" Panggil Vebby kepada perawat yang bernama Melisa.


"Iya, Dok?" Sahut Melisa dengan sopan.


"Lihat itu! Apa dokter Andra dan dokter Keysha memiliki sebuah hubungan?" Tanya Vebby penuh dengan keinginan tahuan


Suster Melisa mengikuti tatapan Vebby yang mengarah pada Keysha dan Andra yang sedang mengobrol dengan senyuman yang merekah yang menghiasi keduanya.


"Saya tidak tahu, Dok. Akan tetapi, mereka cukup dekat. Apalagi ayah dokter Keysha pemilik dari rumah Medika internasional Hospital. Sepertinya dokter Sagara kenal baik dengan keluarga dokter Keysha!" Melisa menjelaskan apa yang ia tahu pada Vebby.


"Tapi sepertinya mereka cocok jika bersama ya, Dok?" Mata Suster Melisa berbinar saat mengatakan itu, hingga membuat Vebby mendelik tak suka.


"Oh jadi dokter Keysha itu pemilik rumah sakit juga? Ternyata aku sudah salah menduga. Aku terlalu meremehkannya! Ku kira dia hanya seorang dokter biasa!" Gumam Vebby, yang masih terdengar oleh Melisa.


Melisa mengernyitkan dahinya bingung, apa yang dimaksud dengan perkataan Vebby?


"Baiklah. Terima kasih informasinya, Sus," tanpa menunggu jawaban dari Melisa, Vebby meninggalkan suster itu seorang diri.


Sedangkan Keysha dan Andra masuk bersama ke dalam mobil milik Andra. Hari ini sudah ada keluarganya yang menanti kedatangan mereka di rumah Reynard. Malam ini juga mereka akan membahas tentang pernikahan Keysha yang dibatalkan oleh WO dan Vendor. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Andra dan Keysha sampai di rumah Reynard. Mereka mengucapkan salam berbarengan dan memasuki ruang tamu yang mewah itu.

__ADS_1


"Duduklah, Key, Ndra!" Seru Reynard. Terlihat Sagara, Kania, dan Dewi sudah duduk dengan santai di sofa yang ada di ruang tamu.


Andra dan Keysha mengangguk. Mereka lalu duduk saling berhadapan. Saling tersenyum seperti anak muda yang sedang di mabuk asmara.


"Ehm," Sagara berdehem, membuat pasangan yang sedang kasmaran itu salah tingkah.


"Kita berkumpul di sini untuk membahas resepsi pernikahan kalian yang sudah dipastikan batal karena pandemi!" Reynard memulai pembicaraannya.


"Lalu pertanyaan papa, apa kalian akan membatalkan pernikahan kalian ini?" Tanya Reynard dengan serius.


"Ya, kami perlu jawaban kalian sekarang!" Sagara ikut berbicara, sementara Dewi dan Kania hanya diam mendengarkan.


"Jika begitu baiklah, tidak apa-apa di undur sampai pandemi ini berakhir!" Jawab Keysha cepat, seketika Andra mendelik menatap Keysha dengan tatapan kurang setuju. Sedangkan Keysha terlihat santai, ia hanya tersenyum kecil saat melihat wajah Andra yang tiba-tiba muram.


"Gak bisa gitu dong, Key!" Andra tampak tak terima. Ia mencebik membuat orang yang ada di ruang tamu mengulum senyum karena menilai Andra terlalu ngebet untuk menikahi Keysha.


"Bagaimana kalau kita akad dulu Pa, Ma, om, Tante? Lalu setelah pandemi berakhir, kita adakan resepsi," usul Andra yang membuat Keysha tersedak, ia lalu terbatuk-batuk


"Duh hati-hati dong, Key!" Dewi mengusap punggung Keysha pelan.


"Iya, Tan," Keysha tersenyum kecil.


Suasana menjadi hening, mereka sedang memikirkan usulan Andra yang membuatnya masuk akal.

__ADS_1


"Tapi tidak ada salahnya jika akad dulu, niat Andra baik. Dia ingin secepatnya menghalalkan Keysha," Bela Sagara selaku sang ayah dari dokter tampan itu.


"Saya juga setuju," Reynard menganggukan kepalanya, lalu ia menatap putri kesayangannya. Meminta jawaban secara pasti.


"Kami juga setuju," jawab Dewi dan Kania kompak.


Keysha tampak berpikir, ia lalu menatap keluarganya dan keluarga Andra secara bergantian. "Kalau begitu baiklah. Akan tetapi Keysha minta tolong rahasiakan dulu hubungan kita jika kita sudah sah nanti. Setelah resepsi, barulah kita mengumumkan pernikahan kita," pinta Keysha yang membuat semua orang di ruangan itu mengernyitkan dahinya dengan bingung.


"Kenapa, Nak? Kok begitu? Bukannya akan timbul asumsi negatif dari semua orang kalau kamu dekat dengan Andra tapi tidak ada yang tahu hubungan kalian seperti apa!" Tolak Kania yang merasa keberatan.


"Jadi gini Ma, aku gak mau pernikahan aku yang mendadak membuat semua orang di rumah sakit kaget. Apalagi mereka tengah di sibukkan dengan penanganan pasien covid. Aku gak mau mengalihkan topik. Sebaiknya mereka tetap fokus pada pasien. Aku juga gak mau sikap semua rekan kerjaku berubah menjadi mengistimewakan aku karena aku istri dari putra pemilik rumah sakit. Aku juga ingin tetap profesional berkarier menjadi dokter tanpa embel-embel istri Dokter Andra, calon direktur utama rumah sakit harapan bangsa. Tolong itu saja keinginanku!" Pinta Keysha dengan lugas dan tegas membuat semua orang paham akan maksud Keysha.


"Jadi nanti kalian akan berpura-pura sebagai rekan kerja saja jika di rumah sakit begitu? Jadi kalian tidak akan mengaku jika kalian sudah suami istri?" Dewi menatap heran, begitu pun Andra yang merasa keberatan.


"Untuk kefokusan kami saat menangani pasien dan wabah ini, Keysha inginnya begitu Tante. Bukan tidak mengakui, hanya bersikap profesional saja jika di rumah sakit sampai datangnya resepsi tiba," jawab Keysha yang membuat Andra tampak berpikir.


"Baiklah, kalau begitu saya setuju, Key!" Andra menyetujui syarat Keysha.


"Kenapa, Ndra? Kok secepat itu kamu setuju?" Sagara menatap putranya yang tersenyum kecil.


"Tidak apa-apa, Pa. Asalkan Keysha nyaman saja," Andra tersenyum menatap Keysha. Keysha pun membalas senyuman itu seperti hanya ada mereka berdua saja di ruangan itu, yang lain hanyalah ngontrak!


"Kalau begitu kami pun setuju, akad akan kami siapkan seminggu lagi," Sagara berujar mantap.

__ADS_1


"Alhamdulillah," seru mereka senang. Lalu mereka beralih topik membahas obrolan lain diselilingi canda dan tawa hingga membuat ruangan itu penuh dengan suka cita.


__ADS_2