Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Keysha dan Rena Melabrak


__ADS_3

Suasana ballroom hotel sangat ramai dengan dekorasi mewah yang memanjakan mata. Hari ini adalah perayaan berdirinya rumah sakit milik Dokter Reynard, ayah dari Keysha. Semua ucapan dan karangan bunga memenuhi depan ballroom hotel.


Tamu-tamu penting dan kolega bisnis dokter Reynard telah berdatangan, termasuk Andra dan juga keluarganya. Keluarga Dokter Sagara dan Dokter Reynard terlihat sangat akrab walaupun mereka sama-sama mempunyai rumah sakit swasta terbesar di kota Bandung.


"Dokter Sagara, terima kasih sudah datang," Sapa Reynard dengan ramah kepada ayah dari dokter Andra.


"Sama-sama," mereka berangkulan layaknya sahabat yang sangat dekat, termasuk Andra yang mencium tangan Reynard dan Kania dengan ramah.


"Bagaimana kabarmu, Ndra?" Tanya Reynard tersenyum menatap dokter muda yang masih lajang nan tampan itu.


"Alhamdulillah baik. Ngomong-ngomong, di mana Keysha?" Andra celingukan mencari Keysha, wanita akhir-akhir ini yang selalu ada di dalam pikirannya.


"Itu Keysha!" Reynard menunjuk putri kesayangannya yang tengah mengobrol dengan temannya yang sama-sama berprofesi sebagai seorang dokter.


Keysha datang tidak ditemani Zayyan, ia datang sendiri. Keysha sudah memberitahu Zayyan tentang undangan mertuanya malam ini. Namun Zayyan tidak akan datang dengan alasan menemui klien. Faktanya ia sangat malas mendatangi pesta ayah Keysha. Ia lebih suka menghabiskan waktunya dengan Shella.


Sudah seminggu ini, Zayyan jarang pulang dengan alasan bermalam di kantor. Namun Keysha tak menanyakan lebih jauh, ia sudah cukup lelah dengan kelakuan suaminya itu.


Pesta perayaan rumah sakit dibuka dengan pidato Reynard selaku direksi utama. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam pembangunan rumah sakit miliknya.


"Selamat malam, Jeng Kania!" Sapa seorang wanita paruh baya yang bernama Rena, ya dia adalah mertua Keysha alias besan Kania.


"Mbak kok telat sih datangnya?" Kania merangkul wanita yang telah melahirkan Zayyan itu. Ia mencium pipi kanan dan kiri Rena. Meskipun Kania tahu perbuatan anak Rena saat ini, ia memilih berpura-pura tidak tahu. Kania yakin putrinya tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.


"Maaf, tadi macet!" Jawab Rena dengan jujur, hari ini ia mendatangi pesta besannya sendirian. Adiknya Zayyan yang mengantar Rena, memilih untuk pulang saja dan akan kembali saat Rena pulang nanti. Suami Rena yang bernama Hanan pun tak bisa menemani. Hanan sudah dua tahun ini duduk di kursi roda karena menderita stroke ringan.


Setelah berbincang-bincang hangat dengan Kania, Rena mendatangi Keysha yang sedang duduk di meja tamu VVIP. Rena merasa heran karena melihat Keysha duduk sendirian tak ada yang menemani. Ke mana Zayyan pergi? Mengapa dia tidak menemani Keysha? Tanyanya dalam hati.


"Key?" Suara Rena memecahkan lamunan Keysha.

__ADS_1


"Ma?" Keysha bangkit dari duduknya, ia mencium tangan Rena dengan takjim. Keysha lalu mempersilahkan Rena untuk duduk.


Rena celingukan mencari anaknya yang entah di mana keberadaannya. "Di mana Zayyan, Key?"


Raut wajah Keysha menjadi muram, dan Rena sangat merasakan perubahan wajah menantunya itu.


"Kamu ada masalah sama Zayyan?" Rena menangkup tangan Keysha.


Hening beberapa saat, Keysha seperti menimbang-nimbang sesuatu membuat sang mertua semakin penasaran.


"Cerita sama mama, Key. Mama janji akan bantuin kamu!" Desak Rena tak ingin dibantah.


"Sudah dua bulan ini Zayyan bermain gila di belakang Keysha, Ma. Ada sekretaris baru di kantornya. Dan wanita itu teman Zayyan waktu SMA dulu," akhirnya Keysha mulai bercerita. Ia memang harus segera memberitahu Rena perihal putranya. Cepat atau lambat Rena harus tahu kebenarannya.


"Main gila? Maksud kamu selingkuh?" Rena tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.


"Iya, Ma. Dia selingkuh sama sekretaris pribadinya," Keysha mengiyakan.


"Ini, Ma!' Keysha memberikan foto ketika Zayyan dan Shella menghabiskan waktu mereka di Jepang. Akan tetapi, wajah Shella tidak terlihat jelas karena Shella mencium Zayyan sambil membelakangi kamera. Keysha memang menyimpan foto itu untuk bukti di pengadilan.


Rena membelalakan matanya karena kaget, air wajahnya menunjukan kalau ia sedang menahan amarah saat Keysha melihat foto itu.


"Ada foto lain, Key?" Rena tampak ingin tahu wajah wanita yang sudah mengganggu kedamaian rumah tangga putranya.


Keysha menggeser galerinya, ia memperlihatkan foto Zayyan yang sedang berada di bawah hamparan bunga sakura ditemani dengan seorang wanita. Kali ini wajah Shella terlihat lebih jelas. Rena merasa tidak asing dengan wajah wanita itu. Tapi apakah benar dia?


"Kamu tahu apartemen wanita s*undal itu, Key? Ayo kita datangi mereka!" Desis Rena murka, wajahnya merah padam karena menahan amarah yang siap akan diledakan.


****

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Rena dan Keysha langsung pergi dari Keysha. Semua orang yang hadir tampak bertanya-tanya akan ke mana mereka pergi? Akan tetapi, mereka enggan untuk bertanya karena melihat wajah Rena dan Keysha yang serius. Kedua orang tua Keysha dan dokter Andra pun tahu jika mereka pergi untuk membereskan masalah rumah tangga Keysha.


Keysha dan Rena meluncur pergi dari lokasi pesta. Tujuan mereka kini adalah apartemen Shella. Keysha menyetir dengan raut wajah tegang, sementara Rena terlihat menitikan air matanya. Tak menyangka dengan perbuatan yang dilakukan oleh putra yang selama ini selalu ia banggakan. 30 menit berlalu, kini mereka sudah berada di apartemen yang cukup terkenal dengan kemewahannya. Rena tidak menyangka Zayyan akan melakukan hal gila seperti ini.


Sebelum turun, Keysha langsung mengetik pesan untuk kedua orang tuanya. Ia meminta maaf karena meninggalkan pesta tanpa kata. Reynard yang tahu ada masalah yang harus mereka selesaikan segera membalas pesan itu dan mendoakan agar prahara rumah tangga putrinya segera menemukan titik terang.


Rena menanyakan nomor apartemen atas nama Zayyan, saat mengetahui Rena ibunya Zayyan, pihak resepsionis langsung memberikan informasi lantai dan nomor apartemen milik anaknya itu. Rena pun membawa kunci yang berupa kartu setelah ia meminta kepada pihak resepsionis.


"Mama yakin kita akan menggrebek mereka?" Tanya Keysha memastikan saat mereka berdiri tepat di hadapan pintu apartemen Shella.


"Yakin sekali, kalau perlu kamu rekam mereka. Biarin mama yang memberi mereka pelajaran," geram Rena mengepalkan tangannya.


Klik. Pintu apartemen telah terbuka saat Rena menggesek kartu yang ada di tangannya. Pemandangan pertama yang ia lihat sepasang pasangan yang sedang b*rcumbu mesra di atas sofa membuat amarah Rena semakin mendidih.


"Oh jadi seperti ini kelakuanmu, Zayyan?" Suara Keysha memenuhi langit-langit kamar apartemen. Zayyan dan Shella terkejut bukan main saat melihat Keysha dan Rena yang datang tiba-tiba. Mereka refleks menghentikan adegan menjijikan itu.


"Sayang, aku bisa jelaskan!" Zayyan segera melepaskan tubuhnya dari Shella. Ia mencari apa saja untuk menutupi tubuh polosnya, hingga ia menemukan celana boxer dan segera memakainya. Begitu juga dengan Shella, ia langsung mengambil baju tidurnya yang bergaya kimono.


"Jarang pulang alasan menemui klien, Klien seranjang maksudmu?" Hardik Keysha dengan berapi-api.


Tanpa basa-basi, Rena mendatangi Shella dan menjambak rambut pelakor itu. Mereka berpandangan cukup lama sama-sama merasa terkejut. Mereka bertemu kembali di waktu yang sangat tidak tepat.


"Rupanya kamu J*lang anak si pelakor itu ya?" Teriak Rena berapi-rapi. Ditariknya rambut Shella tanpa peduli Shella meringis kesakitan.


"Aw sakit!! Lepaskan!! Kamu mengapa bisa ada di sini?" Shella menatap berang pada Rena dan ia berusaha melepaskan tangan Rena dari rambutnya.


"Aku ibunya Zayyan, dasar model tidak laku!! Sudah tidak laku sekarang jadi j*lang menggoda suami orang," Rena murka. Ia membabi-buta menjambak Shella. Hingga beberapa helai rambut Shella sudah berhasil terlepas dari kepalanya. Shella merasa syok secara bertubi-tubi, ia tidak menyangka wanita yang kemari ia hina adalah ibunya Zayyan.


Zayyan menghalangi Rena yang akan memukuli selingkuhannya itu dengan tubuhnya, membuat Keysha semakin terluka. Namun Keysha tak ingin kehilangan momen, Ia merekam semua kejadian tadi dengan ponselnya. Semoga momen ini menjadi bukti untuk memudahkan perceraiannya nanti.

__ADS_1


Hallo Readers, maaf otor baru update. Baru pulang dari RS, abis nungguin bapak dirawat. 🤗


__ADS_2