Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Mengajak Shella Bertemu Rena


__ADS_3

Ine mendatangi apartemen Shella bersama putri bungsunya, Fuji. Wanita paruh baya itu sangat takjub melihat apartemen mewah milik Shella. Isinya pun penuh dengan barang mewah dan antik.


"Hebat banget kamu, Shell! Gak sia-sia mama selalu ngandelin kamu," Ine tersenyum dengan raut wajah bangga.


"Iya dong, Ma. Jangan panggil aku Shella kalau aku tidak bisa menaklukan laki-laki!" Jawab Shella dengan wajah jumawanya. Ia seperti tidak melakukan sebuah dosa apapun.


Sementara Fuji hanya memutar bola matanya dengan sinis. Ia selalu tak suka jika mama nya selalu memuji Shella secara berlebihan. Fuji sering kali di rendahkan oleh ibunya dan selalu saja di banding-bandingkan dengan Shella.


"Kamu harus belajar dari kakakmu, Ji! Jangan cuma jomblo terus. Kaya gak laku aja!" Seloroh Ine seraya menyikut lengan Fuji. Fuji yang disikut hanya diam dengan wajah yang masam. Sesungguhnya ia lebih cantik dari pada kakaknya. Akan tetapi, Fuji tidak ingin mengambil jalan yang sama dengan kakaknya.


"Kayanya emang Fuji gak laku-laku," Shella menertawakan adiknya dengan puas.

__ADS_1


Tiba-tiba Fuji teringat dengan dokter tampan yang ditemuinya waktu itu. Seminggu lagi ia harus check up kembali dan Fuji sangat senang akan bertemu kembali dengan Dokter Andra. Kira-kira apakah dokter Andra masih mengingat dirinya? Pertemuan nanti, Fuji akan membuat Dokter Andra tidak melupakannya. Fuji akan berdandan habis-habisan dan meminta nomor kontak dokter itu.


"Iya kali. Sok jual mahal! Expired baru tau rasa," Ine menatap Fuji dengan sinis.


"Nanti juga aku kenalin kalau udah jadian, yang jelas seleraku itu bukan pria beristri!" Jawab Fuji dengan kesal.


Sementara Shella dan Ine menatap tak suka ke arah Fuji. Gadis itu cepat-cepat menutup mulutnya karena telah kebablasan berbicara.


"Temen mama yang rese itu? Baiklah, Shella ikut, Ma. Shella juga penasaran seperti apa sih wanita kurang ajar yang hobi jatuhin mama di depan teman teman mama itu?" Shella menyetujui ajakan Ine.


"Fuji kamu jagain apartemen kakakmu! Kita mau berangkat dulu!" Perintah Ine yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Fuji.

__ADS_1


Setelah sedikit berbasa-basi, Shella dan Ine segera berangkat dengan mobil mewah yang sudah Zayyan belikan untuknya. Semakin banggalah Ine memiliki anak seperti Shella. Mereka berangkat dengan penampilan yang sangat glamour dan menarik perhatian.


Shella melajukan mobilnya menuju restoran mewah yang berada di pusat kota, hanya dua puluh menit saja mobil Shella tiba di pelataran restoran. Shella lantas memarkirkan mobilnya, dan berjalan beriringan dengan Ine.


Saat di pintu masuk, Ine tak sengaja melihat Rena yang turun dari mobil. Ia mencolek lengan Shella "Shell, itu musuh bebuyutan mama!!"


Shella mengikuti pandangan Ine, dilihatnya perempuan paruh baya yang sedang memberikan uang kepada pengemudi mobil tadi.


"Katanya pengusaha, Ma? Kok naik taksi Online?" Shella bertanya dengan tatapan merendahkan.


"Sepertinya dia bohong anaknya seorang CEO!" Ine menyedekapkan tangannya di dada, ia merasa kesal jika melihat wajah Rena.

__ADS_1


"Tenang aja Ma, kita permaluin dia habis-habisan" Shella menyeringai jahat.


__ADS_2