
Sudah seminggu ini Zayyan pindah ke ruko yang ia sewa. Ada hal yang mengganjal di hatinya saat pertama kali tidur di bangunan yang cukup besar itu. Setiap malam, Zayyan selalu mengingat Nadia dan Rengganis. Seperti malam ini, Zayyan tengah berbaring di kamarnya seraya menatap langit-langit kamar. Setiap malam pria itu selalu saja mengkhawatirkan Nadia dan Rengganis. Bagaimana mereka tidur? Apakah mantan suami Nadia datang kembali dan mengusik kenyamanan dan keselamatan mereka? Apa Rengganis dan Nadia kekurangan suatu hal?
"Mengapa aku terus memikirkan Nadia?" Gumam Zayyan berbicara kepada dirinya sendiri.
"Ah, sepertinya aku kesepian saja!" Jawabnya lagi. Menepis rasa yang tiba-tiba saja hadir.
Zayyan memang tinggal sendirian di ruko. Jika siang, ruko ini penuh dengan karyawan. Akan tetapi, saat malam ruko itu akan hening dan sepi. Zayyan menyewa dua ruko sekaligus yang berlantai dua dan cukup besar. Satu ruko Zayyan jadikan sebagai tempat proses produksi baju bayi, dan satu ruko lagi ia jadikan untuk kantor online. sementara di lantai dua, Zayyan gunakan sebagai tempat dirinya tinggal dan melepas lelah.
Sebelum memejamkan mata, Zayyan mengambil ponselnya. Ia mengetik dan mengirim pesan singkat kepada Nadia. Namun beberapa menit tak kunjung ada balasan, Zayyan berdecak kesal. Hingga tanpa sadar ia memejamkan mata, dan memasuki alam mimpi.
Pagi harinya.
Zayyan mengucek matanya. Ia melihat sinar matahari menembus kamarnya yang bernuansa cokelat itu. Setelah shalat shubuh, Zayyan memutuskan untuk tidur lagi. Beberapa hari ini fisiknya cukup lelah dengan kegiatan barunya sebagai pebisnis online.
Pendengaran Zayyan menajam. Zayyan mendengar lantai bawah sudah ramai dengan obrolan karyawannya. Memang Zayyan memberikan satu kunci cadangan kepada Nadia. Nadia bisa diandalkan memegang kunci itu, karena Nadia selalu datang lebih awal dan tak pernah terlambat.
Zayyan tersenyum saat dirinya menduga jika Nadia sudah ada di bawah. Lantas Zayyan bangkit dan bergegas memasuki kamar mandi. Ia akan membersihkan dirinya sebelum menemui para karyawannya. Zayyan memang sangat mementingkan kebersihan dan kerapihannya. Zayyan pria yang sangat profeksionis.
Dua puluh menit kemudian, Zayyan turun ke lantai bawah. Ia melihat semua karyawannya tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ada yang live di t*ktok, ada yang sedang mempacking orderan, ada yang sedang membuat konten dan ada yang sedang mempacking barang pesanan hari ini. Zayyan tersenyum kecil saat melihat Nadia tengah fokus dengan laptopnya. Sementara Rengganis tengah tertidur di ayunan bayi yang sudah Zayyan siapkan jika Nadia sedang bekerja.
"Pagi, Nad!" Sapa Zayyan, membuat perhatian janda muda itu tersita ke arahnya.
"Pagi, A!" Nadia tersenyum, ia merasa salah tingkah saat bertatapan dengan pria yang berstatus sebagai bosnya itu.
Apalagi saat mengingat pesan yang dikirimkan Zayyan semalam. Nadia merasa diperhatikan. Zayyan memang mengirimi Nadia pesan hanya untuk bertanya apakah Nadia dan Rengganis sudah tidur apa belum. Nadia tak sempat membalas pesan itu, karena ia sudah memasuki alam mimpi.
"Gimana iklan hari ini, Nad?" Zayyan berdiri di samping kursi Nadia, yang membuat Nadia seketika mengatur nafasnya karena jarak mereka yang terlalu dekat.
__ADS_1
Sementara karyawan lain melihat interaksi tidak biasa antara Zayyan dan Nadia. Semenjak Zayyan turun, matanya memang tidak lepas dari Nadia. Karyawan lain hanya mengulum senyum karena mengerti apa yang sedang terjadi antara bos dan karyawan itu. Mereka tidaklah iri pada Nadia. Mereka bahkan berharap jika Zayyan dan Nadia saling menyadari perasaan masing-masing karena mereka sedikitnya tahu bagaimana kehidupan Nadia.
"Iklan hari ini oke A. Tadi Nadia menaikan budget iklan di s*opee. Landing page juga sudah ready untuk iklan kita di F*ceb**k dan IG," Nadia menjelaskan.
"Untuk produk baru akan di upload siang, A. Desain untuk foto produk juga sudah ready," lapor Nadia dengan semangat yang membuat Zayyan begitu beruntung bisa memiliki karyawan sepintar Nadia.
"Bagus, Nad! Pertahankan kinerjamu ya! Saya beruntung mengandalkan kamu!" Puji Zayyan yang membuat Nadia tersenyum malu-malu.
Saat mereka fokus membicarakan produk, terdengar suara klakson dari luar. Zayyan mengernyitkan dahinya saat melihat mobil Alphard putih yang sangat ia kenali terparkir di depan rukonya.
"Siapa itu A?" Tanya Nadia penasaran, ia ikut memperhatikan mobil mewah yang berhenti di carport ruko Zayyan. Tak terkecuali dengan semua karyawan Zayyan, mereka ikut penasaran siapa yang mendatangi tempat mereka bekerja.
"Mama?" Gumam Zayyan saat melihat Rena keluar dengan menenteng tas Channel kesayangannya. Zayyan ingat betul ia yang memberikan tas itu sebagai hadiah ulang tahun untuk Rena dua tahun yang lalu, saat dirinya masih berstatus suami Kesyha.
"Assalamualaikum!" Sapa Rena memecahkan keheningan di ruangan yang luas itu.
"Waalaikumsalam. Mama? Dari mana mama tahu Zayyan ada di sini?" Tanya Zayyan yang merasa keheranan.
"Mama datang malah langsung ditanya kaya gitu. Persilahkan masuk dulu lah!" Rena tersenyum. Ia amat merindukan putra sulung kesayangannya.
"Maaf, Ma! Zayyan hanya kaget mama tiba-tiba ada di sini. Mama tahu dari mana Zayyan udah gak di kontrakan dan pindah ke sini?" Zayyan tersenyum menatap wanita yang sudah menyayanginya sepenuh hati itu.
"Tahu lah. Darah mama ada dalam tubuh kamu. Ikatan kita tidak akan pernah lepas. Ke mana kamu pergi, mama akan selalu tahu dan mencari tahu. Kamu ini gak pernah kabarin mama. Jadi mama harus nyari tahu sendiri tentang kabar kamu!" Sewot Rena merasa kesal.
"Mama?" Gumam Nadia, ia memperhatikan tampilan Rena yang sangat stylish. Diam-diam hatinya menciut, ia tak.menyangka Zayyan berasal dari keluarga yang berada.
Tapi bagaimana bisa? Bukankah Zayyan hanya mantan pedagang bakso keliling yang hidup dengan sangat sederhana? Tapi saat pertama melihat Zayyan, Nadia memang merasakan jika pria itu bukanlah pria sembarangan. Nadia menilik sekilas mobil yang dikendarai Rena. Dirinya amatlah tahu jika mobil itu langganan yang biasa dipakai oleh para artis. Lalu, mengapa Zayyan pernah hidup di kontrakan sempit dan menjadi tukang bakso keliling? Ah, Nadia pusing memikirkannya. Nadia tidak ingin menduga-duga.
__ADS_1
"Hehe maaf, Ma! Zayyan ingin fokus dengan usaha baru Zayyan. Ayo silahkan duduk, Ma!" Zayyan menggandeng lengan Rena menuju sofa khusus customer yang membeli produk secara offline.
Rena mendudukan dirinya di sofa. Di hatinya ia merasa bangga pada anaknya, karena Zayyan bisa melewati masa sulit. Bahkan menurut Rena, bisnis Zayyan ini sudah termasuk bisnis menengah ke atas melihat banyaknya karyawan yang menghandle bisnis onlinenya ini.
"Selamat siang, Ibu!" Sapa semua karyawan Zayyan.
"Selamat siang! Maaf ya mengganggu waktu kalian?" Rena berkata dengan ramah.
Para karyawan Zayyan mengangguk. Mereka meneruskan kegiatan mereka lagi walaupun sedikit canggung karena Rena memperhatikan mereka. Kemudian tatapan Rena beralih pada bayi yang sedang tertidur di ayunan yang terbuat dari bambu. Ayunan itu tepat berada di samping meja kerja Nadia.
"Bayi siapa itu, Zayyan?" Tanya Rena dengan rasa penasaran yang menggebu.
"Itu Rengganis, Ma. Bayi Nadia. Karyawan Zayyan!" Tatapan Zayyan beralih pada Nadia yang sedang fokus dengan laptopnya
"Siang, Bu!" Sapa Nadia ramah, walaupun hatinya merasa tercubit saat Zayyan mengenalkannya sebagai karyawannya.
"Memang apa yang kau mau Nadia? Pacarnya kah? Jangan bermimpi!" Sungut Nadia dalam hatinya.
Rena menelisik wajah Nadia. Wajahnya begitu teduh dan memancarkan aura positif. Rena menyimpulkan bahwa Nadia wanita baik-baik. Namun Rena pun merasa penasaran mengapa Nadia sampai membawa bayinya untuk bekerja?
"Nanti Zayyan ceritakan, Ma. Ceritanya panjang!" Ucap Zayyan seolah mengetahui apa yang Rena pikirkan.
Rena mengangguk, ia lalu mendekati ayunan Rengganis. Hatinya menghangat saat melihat bayi cantik itu.
"Ah, andai saja aku segera memiliki cucu," Lirih Rena dalam hatinya.
Rena pun segera memantapkan hati untuk membawa Zayyan segera ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya lebih lanjut, terutama permasalahan organ reproduksinya. Zayyan harus segera di tangani oleh ahli agar dapat segera di berikan solusi atau pengobatan atas permasalahan yang dialami putra sulungnya itu
__ADS_1
Hallo semua, otor kembali nih. Maaf ya sempat hiatus lama karena otor mau fokus dengan bulan ramadan. Setelah ramadan otor fokus healing dulu dan menikmati kumpul bersama keluarga. Oh iya, minal aidzin wal fa idzin ya? Mohon maaf bila otor memiliki banyak salah. Semoga kita bisa dipertemukan kembali dengan bulan ramadan di tahun yang akan datang 🤗