
Rena dan teman-teman sosialtanya sedang mengadakan arisan di salah satu restoran Jepang. Pembicaraan mereka tidak akan jauh dari pamer harta dan pencapaian karier.
"Jeng Rena makin hari makin awet muda aja!" Puji salah satu temannya yang bernama Litha.
Iya dong, Jeng. Aku baru aja suntik DNA Salmon," Rena tersenyum malu-malu, ia lalu meneguk teh Jepangnya dengan anggun. Makin hari memang wajah Rena tidak termakan oleh usia. Ibu dari Zayyan itu memang sangat mengurus diri dan penampilannya walaupun usianya mulai memasuki usia senja.
Sementara Ine yang mendengar pujian itu hanya memutarkan bola matanya tidak suka. Ine dan Rena memang tidak akur sejak di bangku SMA dulu.
"Jeng, lihat deh ini anak saya lagi di Jepang!" Ine membuka galeri ponselnya dan memperlihatkan Shella yang sedang berfoto dengan latar belakang bunga sakura dan dengan memakai kimono berwarna pink.
"Wah cantiknya!" Litha menatap ponsel Ine dan melihat begitu cantiknya Shella di sana.
"Siapa dulu dong mamanya?" Ine memasukan ponselnya ke tas setelah pamer foto Shella.
"Anak saya dan menantu udah biasa tuh ke Jepang, dan gak ada pamer-pamer," Rena menyindir Ine yang menurutnya kampungan.
"Percaya lah, Jeng Rena kan anaknya seorang CEO dan menantunya dokter. Pasti gak akan aneh kalau sering keluar negeri," sanjung temannya yang lain.
"Jangankan ke Jepang ya Jeng, ke Kutub Utara juga anak Jeng mampu," celetuk temannya yang lain yang membuat hati Ine begitu panas.
"Iya dong. Tapi menantu saya sukanya ke Swiss. Jeng-Jeng pada tau kan kalau Swiss itu negara yang biayanya mahal banget. Gak mungkin lah ya model belum tenar ke sana," Rena menyindir Ine dengan telak.
"Sering keluar negeri kaya honeymoon dong, Jeng? Kok belum punya anak juga sih," cicit Ine dengan wajah mengejek.
Sementara Rena yang mendengar menantu dan anaknya di senggol langsung menatap Ine dengan tatapan tajam. "Duh Jeng Ine gak paham apa bagaimana ya? Anak itu kan titipan tuhan yang gak bisa di prediksi datangnya kapan. Beda lho dengan pernikahan. Kalau ditanya nikah kan bisa tuh jawab tanggal sekian. Kalau ditanya kapan punya anak beda lagi. Anak itu mutlak urusan tuhan. Jeng Ine kaya orang gak kenal agama deh," Rena menatap Ine dengan tajam.
"Keysha itu menantu yang terbaik untuk saya, jangan coba merendahkannya ya, Jeng? Mending urusin anak situ deh. Anak Jeng ada dua kan? Urusin dong dua-duanya bukan ngurusin menantu saya," geram Rena yang sudah terpancing emosinya. Ine merasa mati kutu dengan jawaban dari Rena.
"Sudah dong, Jeng! Jangan debat terus! Kan kita ke sini mau arisan. Yang akur dong!" Litha menengahi.
Sementara Ine dan Rena hanya menyilangkan tangannya di dada. Mereka berdua sudah tersulut emosi dengan acara saling sindir tadi. Akibatnya, arisan yang tengah berlangsung berubah menjadi canggung.
****
__ADS_1
Zayyan mengantarkan karyawannya pulang ke Airport. Hari ini mereka akan kembali ke Indonesia karena pekerjaan mereka di negeri matahari terbit itu sudah selesai.
"Bapak yakin bisa pulang sendiri?" Feli menatap Zayyan dengan tidak enak.
Zayyan dan Shella memang tidak ikut pulang bersama mereka. Mereka beralibi akan menemui klien lain.
"Iya takutnya bapak keteteran kalau cuma ngandelin Shella," Arsha ikut bersuara.
"Iya, Pak. Bapak yakin gak perlu penerjemah?" Ayu menyindir.
Zayyan tampak gelagapan.
"Klien kita dari Indonesia tapi sedang liburan di Jepang. Berhubung kita masih di sini mending kita selesaikan urusan pekerjaan secepatnya," Shella menjawab dengan tenang.
"Shella kan baru, Pak. Mending Shella yang pulang, saya bantu Bapak," Ayu yang sudah melihat adegan perselingkuhan mereka tampak ingin menggagalkan acara mereka.
"Hanya Shella yang tahu semua jadwal dan klien saya. Kalian pulanglah dan tidak usah khawatir!" Zayyan berkata dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu. Semoga Bu Keysha nyusul ke sini ya, Pak?" Ayu membawa nama Keysha agar bosnya itu segera sadar.
"Sudahlah, ayo! Kami pamit ya, Pak?" Arsha berpamitan kepada bosnya diikuti oleh Ayu dan juga Feli.
"Take care ya? Semoga penerbangan kalian lancar dan menyenangkan!" Shella melambaikan tangannya.
"Aku harus cerita ke Arsha sama Feli tentang mereka," Ayu membatin sembari menyeret kopernya.
Setelah mereka pergi, Zayyan dan Shella segera berjalan meninggalkan bandara dengan berangkulan. Mereka masuk ke dalam taksi untuk kembali ke hotel.
"Ayo kita habiskan waktu kita di sini!" Shella menci*um Zayyan dengan posesif. Zayyan membalas tak kalah posesifnya. Mereka bagaikan pengantin baru yang sedang meneguk honeymoon manis di negara orang.
Mereka pun sampai di hotel, Zayyan menggendong Shella masuk kembali ke dalam kamar dan melakukan hal terlarang itu lagi.
"Kamu memang terbaik!" Zayyan menci*um rambut Shella setelah penyatuan berkali-kali.
__ADS_1
"Sama istri kamu gimana?" Shella memainkan jarinya di da*da Zayyan.
"Keysha gak ada apa-apanya," Zayyan menyelipkan anak rambut Shella ke telinga.
"Sayang?" Panggil Zayyan dengan lembut.
"Iya, Sayang?" Shella mendongak menatap wajah pria beristri itu.
"Kamu udah minum Pil KB nya kan?" Zayyan bertanya.
"Udah, tenang aja!" Shella menc*ium kembali bibir Zayyan.
"Kamu gak ada capenya ya?" Zayyan tertawa dan kembali merengkuh tub*h Shella. Dan aktivitas zin*a mereka pun terulang lagi.
***
Dua hari kemudian
Keysha baru saja mendapat telepon dari Zayyan, pria itu sudah memberi kabar bahwa tiga hari lagi dia akan pulang ke rumah. Keysha merasa aneh. Ia menelfon kantor dan mengatakan jika Feli dan yang lain sudah pulang dua hari yang lalu. Tetapi, Keysha tidak tahu bahwa Shella tidak ikut pulang bersama yang lain. Keysha teringat perkataan dokter Andra. Keysha tidak akan menanyakannya langsung kepada Zayyan, Keysha akan menyelidiki semuanya.
Keysha langsung menekan nomor handphone seseorang yang sangat ia percaya.
"Hallo, Key!" Suara seseorang di seberang sana.
"Kinara, ini aku Keysha. Bagaimana apakah kamu melihat suamiku di sana bersama seorang wanita?" Tanya Keysha yang langsung pada intinya.
Kinara adalah sahabat Keysha ketika duduk di bangku kuliah. Selepas lulus, Kinara menikah dengan pria berkewarganegaraan Jepang dan menetap di sana. Ia juga meniti karier sebagai seorang dokter di matahari terbit itu. Ketika tahu Zayyan pergi ke kota Tokyo, Keysha segera meminta tolong kepada Kinara untuk mencari tahu tentang aktivitas Zayyan.
"Aku melihat Zayyan sedang bersama seorang perempuan cantik. Mereka tengah berangkulan di bawah hamparan bunga sakura. Sepertinya mereka sangat dekat," suara Kinara terdengar sangat yakin.
"Aku kirimkan fotonya untukmu!" Lanjutnya lagi.
"Ya sudah aku tunggu, Ra. Terima kasih sebelumnya."
__ADS_1
Setelah berbasa-basi sedikit, Keysha langsung mematikan teleponnya. Ia segera melihat pesan gambar yang Kinara kirimkan kepadanya. Tubuh Keysha seperti dihempaskan sekaligus dari ketinggian. Hatinya seakan tercabik-cabik. Tubuhnya limbung hingga ponsel itu jatuh ke lantai. Keysha begitu pilu saat melihat foto yang Kinara kirimkan. Di foto itu, terlihat Shella tengah menc*ium pipi Zayyan. Mereka seperti pasangan suami istri yang penuh cinta. Air mata menitik membasahi pipi mulus Keysha. Namun detik berikutnya, ia tersenyum menyeringai. Tangannya mengepal erat.
"Seharusnya aku sudah menduganya. Kau sepertinya ingin bermain-main denganku, sayang! Baiklah akan aku ikuti permainanmu!"