
Flashback On.
Keysha membuka tirai jendela kamarnya. Setelah memasak, ia langsung menuju kamar suaminya dan dilihatnya Zayyan yang masih tertidur dengan suara dengkuran halus. Keysha tersenyum kecil. Ia lalu mengecup pipi suaminya yang tampan itu.
"Sayang, bangun!" Keysha menggoyangkan bahu Zayyan pelan.
"Hmmm," Zayyan bergumam. Masih dengan menutup matanya. Pria itu lalu memeluk Keysha dan menjatuhkannya tepat di sampingnya.
"Mulai ya?" Keysha terkekeh. Ia lalu melepaskan pelukan suaminya. Kini dokter cantik itu duduk di pinggir tempat tidur. Memandangi suaminya yang masih saja nyaman dengan bantal dan selimutnya yang hangat.
"Ayo bangun! Cepatlah! Bukannya kita akan ke rumah sakit?" Tanya Keysha yang sukses membuat Zayyan membuka matanya.
"Ke rumah sakit?" Zayyan mengernyitkan keningnya bingung.
"Kamu lupa? Bukannya kamu ingin dicek kesuburan?" Keysha berkata dengan hati-hati. Semalaman mereka mengobrol perihal rencana mereka untuk mempunyai anak. Keysha menyarankan untuk mengikuti program bayi tabung. Namun Zayyan menolak, ia ingin diperiksakan terlebih dahulu tentang kesuburannya karena bisa jadi masalahnya bukan dari Keysha.
"Aku lupa. Maaf ya, sayang!" Zayyan spontan bangkit dari posisi tidurannya. Ia mengerjapkan matanya dan segera mengambil bathrobe yang sudah Keysha siapkan.
"Terima kasih, sayang!" Zayyan mencium kening Keysha saat mengambil bathrobe yang sudah Keysha siapkan.
Keysha menggeleng pelan melihat tingkah laku suaminya itu. Netranya beralih pada pemandangan luar melalui jendela. Ia sudah menerima. Jika seandainya Zayyan yang mempunyai masalah kesuburan, Keysha akan mencoba ikhlas. Namun ia berdoa semoga tidak ada masalah dengan kesuburan Zayyan, Mengingat dirinya sudah dicek dan hasilnya sehat, tidak ada masalah.
Setelah mandi, Zayyan memakai pakaian yang sudah Keysha siapkan. Seperti biasa, walaupun Keysha sangat sibuk, tapi Keysha sangat teliti memperhatikan apa saja yang akan Zayyan pakai.
Zayyan menuruni tangga ketika penampilannya terlihat sempurna. Ia melihat Keysha sedang menunggunya di meja makan. Mereka sarapan di selingi obrolan ringan dan Senda gurau. Sesekali Keysha menyuapi suaminya dengan manja. Ya, dulu mereka sangat bahagia, sebelum malapetaka itu datang. Sebelum Zayyan menuntut waktu Keysha dan tergoda oleh Shella.
"Sayang, siapa yang akan mengecek kondisiku nanti?" Tanya Zayyan yang telah selesai dengan sarapannya.
"Temanku, Dr. Nita. Aku sudah sarapannya," Keysha mengelap bibirnya dengan tisu.
"Aku juga sudah selesai," Zayyan tersenyum, ia lalu meneguk airnya sampai tandas.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat!" Ajak Keysha seraya menggengam tangan Zayyan erat. Mereka berjalan beriringan menuju mobil Zayyan yang sudah terparkir di halaman rumah.
Setengah jam mereka menghabiskan perjalanan dengan candaan dan obrolan yang mesra. Zayyan membukakan pintu untuk istrinya saat Zayyan sudah memparkikan mobilnya di parkiran khusus pasien yang sudah disediakan oleh rumah sakit. Zayyan memanjakan Keysha bak seorang ratu, dan Keysha sangat bahagia dengan perlakuan Zayyan.
__ADS_1
Mereka mendudukan diri mereka di kursi besi yang berjejer rapi, menunggu nama Zayyan dipanggil untuk diperiksa
"Sayang, aku deg-degan!" Zayyan menggenggam erat lengan Keysha.
"Kamu seperti anak kecil saja yang takut disuntik! Tenang saja, pasti hasilnya bagus kok," Keysha menenangkan.
"Dengar, jantungku berdebar!" Zayyan mengambil lengan Keysha dan menyimpannya di dada kirinya.
"Sayang, dengar aku! Apapun hasilnya aku yakin itu yang terbaik. Jika ada masalah, kita masih bisa mengobatinya. Percayalah padaku! Aku ini seorang dokter, sedikitnya aku tahu," Hibur Keysha yang membuat Zayyan sedikit lega.
Kini giliran Zayyan dipanggil oleh perawat yang bertugas sebagai asisten dokter Nita. Ia dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Keysha lebih memilih untuk menunggu di luar, karena pemeriksaan ini meliputi analisis air sp*rm4 seperti berapa banyak volume air sp*rm4, presentase sp*rm4 yang bergerak jumlah sp*rm4 dalam setiap mililiter , serta total dari air sp*rm4 dalam sampel. Selain itu ada juga beberapa pemeriksaan seperti kadar hormon reproduksi.
Zayyan menjawab pertanyaan dokter Nita dengan berdebar. Meski dokter Nita sangat bersahabat, namun tetap saja, Zayyan tak bisa menghilangkan groginya. Dokter Nita tahu jika Zayyan adalah suami dari teman seprofesinya, Keysha. Karena sebelumnya Keysha sudah membicarakan niatnya pada Dokter Nita.
Dokter Nita memberikan surat pengantar ke laboratorium. Di laboratorium Zayyan harus mengeluarkan air sp*rm4 untuk diteliti. Setelah mengikuti serangkaian tes, akhirnya Zayyan diperbolehkan untuk pulang dan mengambil hasilnya besok pagi.
Keesokan harinya.
"Sayang, pagi ini perusahaanku kedatangan audit dari kota Karawang. Aku harus berangkat pagi sekali, Sepertinya aku tidak bisa mengambil hasil tes kemarin!" Beritahu Zayyan saat ia menenteng tas kerjanya, dan berpamitan pada Keysha.
"Baiklah, kabari hasilnya ya, sayang?" Zayyan mencium kening Keysha dan segera berangkat ke kantor setelah berpamitan dengan istrinya.
Keysha menatap kepergian Zayyan, ia pun berharap hasil tes Zayyan baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keysha mengambil tasnya, ia juga akan berangkat ke rumah sakit tempat dirinya bekerja. Begitu sampai di rumah sakit, Keysha berjalan menuju ruangan laboratorium. Ia lalu menyebutkan nomor rekam medis, dan nama lengkap Zayyan serta memberikan surat untuk pengambilan hasil.
"Ini, Dok! Setelah mengambil berkas ini, Dokter Nita ingin bertemu dengan dokter dan suami," ucap salah satu petugas laboratorium.
"Baiklah. Terima kasih, Sus," Keysha tersenyum ramah, ia lalu berjalan menuju ruangan dokter Nita yang akan memulai prakteknya.
Keysha mengetuk pintu ruangan dokter Nita. Dokter Nita pun mempersilahkan dirinya masuk.
"Dokter, aku ingin menyerahkan hasil pemeriksaan suamiku," Keysha memberitahukan tujuan kedatangannya.
"Key, praktekku akan segera dimulai. Bagaimana jika sepulang bekerja kita konsultasikan? Simpan dulu hasilnya di sini!" Dokter Nita meminta hasil tes milik Zayyan.
"Baik, Dok," Keysha langsung memberikan surat itu ke tangan Nita.
__ADS_1
Sebenarnya Keysha bisa saja membaca hasil tes suaminya sendiri, tapi itu tidaklah profesional, mengingat Zayyan datang sebagai pasien dokter Nita. Rasanya tidak elok jika Keysha tidak mengkonsultasikan kembali hasilnya dengan dokter Nita. Dirinya datang sebagai istri pasien bukan sebagai dokter.
"Nanti aku ambil nomor antrian tidak, Dok?" Keysha bertanya dengan bingung.
"Ambil saja, Key! Sekalian ikut antri sama yang lain!" Dokter Nita tertawa keras.
"Tidak usah, Key. Kita ngobrol biasa aja sepulang bekerja," Dokter Nita mengelap sudut matanya yang basah karena lepas tertawa.
"Kalau begitu, aku keluar ya, Dok?" Keysha pamit dan langsung keluar setelah di iyakan dokter Nita.
Sepulang praktek, Dokter Nita tidak jadi memberi tahu Keysha hasil dari pemeriksaan Zayyan, karena saat itu Keysha sudah pulang karena ibunya dilarikan ke RS akibat terjatuh di kamar mandi. Beberapa hari kemudian, Dokter Nita pun berangkat ke luar negeri karena ia dikirim untuk studi banding profesi dokter di Amerika. Dokter Nita menjalani studi banding selama berbulan-bulan di sana. Sepulangnya dari luar negeri, Keysha sudah didera masalah tentang perselingkuhan rumah tangganya. Dokter Nita ingin memberi tahu hasilnya, tapi Keysha waktu itu menolak dengan alasan tidak ingin tahu apapun lagi tentang Zayyan.
Hingga saat Keysha sudah resmi bercerai dari Zayyan. Nita membawa hasil tes pemeriksaan Zayyan ke ruangan Keysha. Saat itu, Keysha baru saja selesai memeriksa pasien terakhir.
"Key?" Nita masuk ke dalam ruangan Keysha. Ia melihat teman sejawatnya tengah meregangkan otot-otonya.
"Ya, Dokter Nita?" Keysha memanggil dengan formal karena ini adalah area rumah sakit.
"Aku ke sini karena ini," Nita menyimpan hasil pemeriksaan Zayyan yang masih tersegel rapi di dalam amplop besar.
"Apa aku harus tahu tentang mantan suami aku, Nit?" Keysha tidak berbicara formal lagi.
"Dia bukan lagi urusanku," Keysha menolak.
"Tapi ini penting mengingat selingkuhan Zayyan sekarang tengah hamil," Nita duduk di depan Keysha.
"Bukalah dan kamu akan terkejut!" Perintah Nita.
Walaupun Keysha sudah tidak ingin mengetahui apapun tentang Zayyan. Tapi hatinya turut penasaran dengan hasil pemeriksaan mantan suaminya itu. Keysha membuka hasil pemeriksaan itu. Matanya membulat ketika Zayyan divonis mengalami Azoospermia. Azoospermia adalah gangguan kesuburan dengan ditandai dengan tidak adanya sel sp*rm4 pada air m*ni seorang pria. Yang artinya, Zayyan tidak mempunyai sama sekali air sp*rm4 dalam air m*n1nya.
"Jadi?" Bibir Keysha bergetar.
"Ya. Anak yang dikandung pelakor itu kemungkinan bukan anak kandung, Zayyan!" Nita menyimpulkan.
Keysha tersenyum. Bukan tersenyum karena keadaan mantan suaminya. Tapi Keysha tersenyum karena dirinya sehat dan bisa memiki keturunan.
__ADS_1