Godaan Sang Pelakor

Godaan Sang Pelakor
Keberhasilan


__ADS_3

Shella menghirup udara Jepang, ia baru saja keluar dari pesawat. Angin dingin menusuk kulitnya, karena Jepang sudah masuk musim dingin. Ia berlari berputar-putar. Shella sangat bahagia bisa menginjakkan kakinya di matahari terbit itu. Selama jadi model, Shella hanya beberapa kali keluar negeri seperti Singapura dan Malaysia saja.


Zayyan memperhatikan Shella yang seperti anak kecil. Diam-diam Zayyan tersenyum kecil melihat tingkah laku Shella. Sementara Felly hanya memutar bola matanya dengan malas, kentara sekali jika Shella sedang mencari perhatian pada bosnya itu.


"Kamu belum pernah ke Jepang, Shell? " Zayyan mendekati Shella.


"Belum, Pak. Maka dari itu, saya bahagia sekali saat ini bisa ada di Jepang," Shella tersenyum cantik, dan mendekatkan tubuhnya pada Zayyan hingga lengan mereka saling bersentuhan.


Zayyan tersenyum, ia mengusap puncak kepala Shella "Saya tidak menyangka kamu bisa sebahagia ini. Kamu seperti anak kecil!"


"Maaf ya, Pak. Habis saya sangat bahagia."


Mereka saling bertatapan lama dan tersenyum. Hingga deheman Feli membuat mereka berhenti saling berpandangan dan salah tingkah.


"Bapak sering kesini dengan Bu Keysha?" Sarkas Feli yang membuat Shella langsung cemberut.


"Sering. Dulu sebelum jam prakteknya sibuk. Keysha sangat suka jalan-jalan ke luar negeri. Negara kesukaannya Swiss," jawab Zayyan yang membuat perasaannya sedikit merindukan Keysha.


"Istri bapak hebat sekali! Walaupun Bu Keysha sibuk, tapi dia adalah wanita yang mulia, Pak Bu Keysha menolong ibu-ibu yang mempertaruhkan nyawanya demi sang buah hati," Felly semakin gencar membuat Shella hatinya panas. Ia sangat tahu Shella mempunyai maksud untuk menggoda bosnya.


"Iya Keysha memang begitu. Dia sangat senang menolong orang. Ya sudah ayo kita segera ke hotel! Udaranya dingin sekali," Zayyan mengakhiri pembicaraannya dengan Felly.

__ADS_1


Mereka masuk ke sebuah mobil yang sudah menunggu mereka di parkiran bandara. Supir yang ada di mobil itu mengantarkan rombongan Zayyan menuju hotel mewah yang sudah Zayyan pesan.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di hotel yang ada di pusat kota Tokyo. Zayyan memesan kamar dengan satu kamar per satu orang. Zayyan sangat mementingkan privasi dirinya dan karyawan-karyawannya. Zayyan memang terkenal sebagai bos yang royal pada karyawannya. Alasan inilah yang membuat semua karyawan betah bekerja dengannya termasuk Shella.


Kamar Shella berada di samping kamar Zayyan, diikuti kamar Felly, Ayu, dan Arsha. Kamar mereka berdampingan. Zayyan sengaja memesan kamar yang berdampingan agar mereka tak kesusahan saat akan briefing ataupun meeting seputar kerjaan.


"Hari ini sudah sore. Sebaiknya kita istirahat di kamar masing-masing, karena malam ini kita langsung ada agenda pertemuan dengan klien kita yang di Tokyo. Saya harap kalian menyiapkan diri sebaik mungkin!" Perintah Zayyan dengan nada tegas.


"Baik, Pak. Selamat beristirahat!" Semua karyawan menganggukan kepala dengan patuh. Setelah Zayyan pamit, mereka langsung masuk ke kamar mereka masing-masing.


Saat memasuki kamar hotel, Shella terpana karena melihat kamarnya yang sangat mewah. Kamar nya itu menghadap ke pemandangan luar yang sedang bersalju. Ada kolam renang mini dengan air hangat di depan kasur sehingga jika Shella berenang, ia bisa menikmati pemandangan dari luar.


Shella membuka ponselnya. Ia membuat story di semua medsosnya dan memamerkan kamar yang ia tempati kini.


Setelah Shella puas membuat story, ia membuka Instagram Keysha yang masih saja belum di ACC oleh dokter muda itu.


"Sombong sekali dia!" Shella berdecih karena merasa sangat kesal Keysha belum mengacc permintaan mengikutinya.


****


Malam telah tiba, Zayyan dan kelima karyawannya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka sudah berpenampilan rapi, dan masuk ke ruang meeting yang sudah dihadiri oleh Client mereka dari Jepang.

__ADS_1


Zayyan dan kelima karyawannya membungkukkan badan dengan hormat. Setelah obrolan ringan, kini waktunya Zayyan mempresentasikan produknya yang akan ia rilis bulan ini. Shella begitu antusias mencatat semua isi presentasi tadi. Begitu pun juga dengan Ayu, selaku penerjemah bahasa. Dan Felly, Arsha, dan yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Client dari Jepang merasa takjub dengan cara penyampaian presentasi dari tim Zayyan. Hingga meeting itu diakhiri dengan sebuah kesepakatan, Client dari Jepang sudah deal untuk mengorder dalam jumlah banyak beberapa produk yang Zayyan promosikan.


Zayyan tersenyum lega, ia pun segera menandatangi kontrak kesepakatan.


"Arigatou Gozaimasu," Zayyan berterima kasih lantas menjabat Kolega bisnisnya dengan


bahasa Jepang yang sudah diajarkan oleh Ayu.


"Douita Shimashite," klien dari Jepang membalas jabatan tangan Zayyan dengan ramah.


Setelah kepergian kliennya, Zayyan dan timnya bersorak senang. Mereka berpelukan bersama-sama, karena sangat bangga atas pencapaiannya malam ini.


"Mari kita rayakan keberhasilan ini, Pak!" Ajak Arsha yang disetujui oleh rekan-rekannya.


"Baiklah, ayo kita rayakan!" Zayyan menjawab dengan antusias.


Ayu yang menjabat sebagai tim penerjemah bahasa, mengajak mereka ke distrik Ropongi Tokyo. Ayu dulunya kuliah di Jepang, tidak aneh dia sudah sangat hafal dengan Jepang. Distrik Ropongi terkenal oleh penduduk lokal maupun wisatawan mancanegara sebagai tempat untuk menghabiskan malam mereka. Tempat itu ada bar, kafe, restoran, dll.


"Udaranya dingin sekali! Bagaimana jika kita ke bar?" Ajak Shella saat melihat ada bar yang sangat ramai.

__ADS_1


"Boleh, aku juga kedinginan. Segelas bi*r sepertinya bisa mengahangatkan tubuh," Felly menggosokan kedua telapak tangannya.


Sementara Zayyan termenung, ia takut jika mabuk lagi. Namun ia juga tak enak jiga harus menolak keinginan para karyawannya. Akhirnya Zayyan mengiyakan, walaupun hati kecilnya merasa takut jika Keysha sampai tahu ia minum lagi.


__ADS_2